KPR 6 (MAD2T*Pagi*20 Feb*Tahun 1)

Kisah Para Rasul 6

Penjelasan Singkat
Tujuh diaken dipilih

Isi Pasal
Diaken-diaken yang pertama. Penganiayaan ketiga. Stefanus di hadapan Mahkamah Agama.

Judul Perikop
Tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin (6:1-7)
Tuduhan terhadap Stefanus (6:8-15)

Tafsiran: Serangan berikut yang dihadapi oleh gereja mula-mula, mendatangkan akibat yang paling buruk bagi perkembangan gereja. Inilah serangan tercanggih yang dilancarkan si Iblis. Para rasul diuji ketangkasannya mengatasi permasalahan sosial jemaat. Meskipun tanggung jawab sosial bukanlah pekerjaan utama, para rasul tetap mengusahakan jalan keluarnya. Ditegaskan oleh para rasul bahwa pelayanan pastoral dan diakonia tidak lebih rendah statusnya dari pelayanan pemberitaan firman. Hal ini berhubungan dengan panggilan Allah kepada masing-masing Kristen. Akhirnya gereja menyetujui apa yang diusulkan para rasul itu; dan mereka memilih tujuh diaken untuk melayani jemaat.

Gereja sehat dan bertumbuh. Apa yang dilakukan para rasul merupakan pelajaran dan contoh yang sangat berharga bagi gereja masa kini. Allah memang memanggil semua Kristen untuk masuk dalam pelayanan-Nya; tetapi dalam bidang pelayanan tertentu sesuai panggilan-Nya. Pemberita firman hendaknya setia memberitakan kebenaran firman Tuhan; para penatua dan diaken hendaknya menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pelayan jemaat. Prinsip pelayanan yang terkonsentrasi pada masing-masing bidang ini sangat vital bagi gereja yang sehat dan bertumbuh (ay. 7).

Bukti nyata bahwa seseorang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus serta sudah mendapatkan keselamatan dan karunia Roh Kudus ialah hidupnya penuh Roh Kudus dan berbuah bagi Tuhan. Ia akan berusaha menjadi berkat bagi siapa pun.

Stefanus termasuk orang yang demikian karena pelayanannya melampaui tugas diakonianya di gereja. Ia juga terlibat dalam penginjilan yang disertai mukjizat agar orang lain percaya kepada Tuhan Yesus. Penginjilan Stefanus menghadapi tantangan dari satu kelompok Yahudi, yang menyebut dirinya Libertini. Mereka bersama orang Yahudi lain berdebat dengan Stefanus, tetapi tidak dapat menandingi hikmatnya dan kuasa Roh yang menyertainya (Kisah Para Rasul 6:10). Namun mereka bukannya mengakui kebenaran yang ada, malah memikirkan cara untuk membunuhnya.

Untuk memuluskan rencana, mereka menghasut orang-orang untuk memfitnah Stefanus bahwa dia telah menghujat Musa dan Allah. Padahal memfitnah tanpa bukti lebih kejam daripada membunuh. Mereka juga melakukan kekerasan terhadap Stefanus yang tidak seideologi dengan mereka. Selain itu mereka menghadapkan Stefanus ke pengadilan agama yang berat sebelah, ditambah saksi-saksi palsu yang menyatakan bahwa Stefanus telah menghina agama dan kitab suci orang Yahudi. Orang Yahudi menuduh Stefanus telah menghina Bait Suci dan hukum Taurat. Tuduhan mereka jelas tidak benar karena justru mereka sendiri yang mencemarkan Bait Suci dan melanggar hukum Taurat oleh perbuatan dosa dan kejahatan mereka. Yesus juga telah menggenapi hukum Taurat dan membawa orang percaya masuk pada zaman baru yang akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.

Tuduhan palsu dan penistaan yang dialami Stefanus juga dialami oleh beberapa jemaat/gereja di Indonesia. Sangat menyakitkan dan menyedihkan. Namun kita harus berdoa agar orang Kristen/gereja siap dan kuat menghadapi tekanan tersebut. Doakan juga agar gereja/orang Kristen sendiri tidak menjadi penghambat pemberitaan Injil.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)