1 Tim 1 (MAD2T*Pagi*22 April*Tahun 1)
1 Timotius 1
Penjelasan Singkat
Tugas Paulus untuk Timotius
Isi Pasal
Legalisme dan ajaran sesat dilarang.
Judul Perikop
Salam (1:1-2)
Mengenai ajaran sesat (1:3-11)
Ucapan syukur atas kasih karunia Allah (1:12-17)
Tugas Timotius (1:18-20)
Tafsiran: Dasar menentukan ajaran dan tindakan. Bagian pembuka surat Paulus ini memperlihatkan satu penekanan penting. Paulus mengingatkan kembali Timotius bahwa dirinya menjadi rasul, bukan karena kehendaknya pribadi, tetapi karena perintah Allah (ayat 1:1). Ia memberitakan Injil karena Injil itu telah dipercayakan Allah kepadanya (ayat 11). Penegasan ini bukanlah suatu bentuk kesombongan rohani, tetapi bertujuan untuk menunjukkan perbedaan antara dasar panggilan dari mereka yang sungguh-sungguh melayani Tuhan, dan mereka yang tidak. Karena itu, Timotius, sebagai anak Paulus yang sah dalam iman (ayat 2), harus memperhatikan hal ini.
Penegasan tadi menjadi penting ketika Paulus menulis tentang para pengajar ajaran sesat. Mereka disebut Paulus sebagai "orang-orang tertentu … (yang) mengajarkan ajaran lain" (ayat 3), yang "sesat dalam omongan yang sia-sia" (ayat 6). Mereka "sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya" (ayat 4). Orang-orang ini mengajarkan bahwa orang Kristen bukan Yahudi tetap harus mengikuti peraturan keagamaan Yahudi. Kelihatannya, sebagian dari mereka adalah mantan rekan-rekan sepelayanan Paulus. Paulus juga menunjukkan bahwa mereka "hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan … dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan" (ayat 7).
Kontras ini juga tampak dalam tujuan dan akibat pelayanan. Pengajaran dan pemaksaan yang dilakukan para pengajar ini menghasilkan persoalan, dan bukan "tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman" (ayat 4). Sementara Paulus menunjukkan, bahwa tujuan pemberian nasihat oleh seorang pelayan Tuhan sejati adalah untuk menimbulkan kasih dari "hati yang suci, hati nurani yang murni dan iman yang tulus ikhlas" (ayat 5). Pengajaran seorang pengajar yang benar juga tidak bertentangan dengan ajaran sehat yang didasarkan pada Injil Allah (ayat 11).
Renungkan: Menjadi pemimpin dan pengajar di dalam komunitas orang percaya harus berawal pada panggilan Ilahi, memiliki kesungguhan untuk berpegang pada ajaran yang sehat, dan memenuhi syarat-syarat kehidupan terpuji, jika tidak ingin jatuh ke dalam kesesatan dan menjadi batu sandungan bagi gereja.
Lagu Amazing Grace (Sangat Besar Anugerah-Nya) merupakan salah satu lagu rohani yang menggambarkan besarnya anugerah Allah bagi orang berdosa. Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi John Newton yang memandang hidupnya begitu rusak dan membenci Allah. Karena anugerah Allah, ia diselamatkan.
Paulus juga menyadari dirinya dahulu tanpa pengenalan yang benar adalah seorang yang sangat jahat dan membenci para pengikut Kristus (1 Timotius 1:13a). Ia sadar bahwa dirinya adalah orang yang paling berdosa (1 Timotius 1:15c, 16b). Namun Allah telah berbelas-kasihan kepadanya dan melimpahkan anugerah keselamatan yang besar bagi Paulus (1 Timotius 1:13, 14, 16). Allah juga memercayakan pelayanan kepada Paulus dan memberikan kekuatan kepadanya untuk melakukan pelayanan itu. TUHAN mengenal Paulus dan tahu tantangan yang akan ia hadapi ke depan. Tetapi, TUHAN yakin bahwa Paulus dapat bertahan dan menyelesaikannya hingga akhir (1 Timotius 1:12, band. Kis. 9:22; 2Tim. 4:17). Allah juga menjadikan Paulus sebagai contoh bagi orang-orang lain untuk percaya kepada Kristus (1 Timotius 1:16c). Kesadaran diri Paulus akan anugerah dan kepercayaan yang Allah berikan kepadanya membuat Paulus sangat menghormati dan memuliakan Allah (1 Timotius 1:17). Kehidupannya berdampak bagi orang lain. Kerinduan dan gairah pelayanan Paulus dibagikan kepada anak rohaninya (Timotius) dengan harapan agar Timotius berjuang dalam pelayanan dengan iman dan hati nurani yang murni (1 Timotius 1:18) sehingga ia mampu menghadapi para penyesat (1 Timotius 1:19-20).
Anugerah Allah yang dialami oleh John Newton dan Paulus telah mengubahkan kehidupan mereka. Mereka yang dahulu hidup dalam perbudakan dosa, membenci Allah dan pengikut-Nya, diubahkan menjadi pelayan-pelayan Allah. Tidak ada kata terlambat bagi siapapun untuk menerima anugerah Allah yang mengubahkan kehidupan. Bagi setiap orang yang telah mengalami anugerah itu, jangan berdiam diri! Layani Dia sepenuh hati dan jadilah berkat bagi orang lain. [MFS]