Kel 23 (MAD2T*Pagi*11 Ogos*Tahun 1)
Keluaran 23
Penjelasan Singkat
Hukum mengenai saksi palsu, dll
Isi Pasal
Peraturan tentang hari raya nasional. Peraturan tentang penaklukan Kanaan.
Judul Perikop
Peraturan tentang hak-hak manusia (23:1-13)
Peraturan tentang kebaktian dan hari-hari raya (23:14-19)
Janji dan tegoran kepada Israel (23:20-33)
Tafsiran: Kadang kala kasih dimengerti sebagai sikap toleransi terhadap kesalahan atau solidaritas antarsatu kelompok, keluarga, kerabat, atau suku. Sikap dan tindakan seperti ini tidak berkenan kepada Tuhan. Kasih dan keadilan harus menjadi pilar kebenaran anak-anak Tuhan. Ini akan melahirkan integritas dan keberpihakan kepada kebenaran dan kepada orang yang benar (ayat 2-3).
Berbohong atas dasar apa pun adalah salah. Kebenaran harus menjadi yang utama, apa pun risikonya. Orang miskin harus dikasihi dan ditolong karena ia sesama manusia. Namun, orang miskin yang melakukan tindakan mencuri, merampok, dan menipu adalah salah dan harus menerima hukuman (ayat 3). Tujuan baik yang dilandaskan pada cara yang salah tidak akan menghasilkan kebaikan. Sebaliknya, kebenaran yang ditegakkan akan membuat orang yang lemah dan orang yang tersingkir mendapatkan kembali hak-hak mereka (ayat 6-7). Menerima suap, membuat hati nurani tumpul. Memutarbalikkan kebenaran akan menyebabkan orang benar menjadi korban (ayat 8). Perbuatan kasih kepada orang yang menjadi musuh kita berarti meneladani kasih Allah yang menurunkan hujan dan panas matahari kepada orang baik dan jahat (ayat 4-5; band. Mat. 5:44-45). Umat Allah diajak untuk mengingat semua kebaikan-Nya yang mereka alami saat mengalami kelepasan dari perbudakan Mesir, agar dengan kasih yang sama mereka dapat memperlakukan orang asing (ayat 9).
Kunci agar dapat menerapkan peraturan-peraturan ini adalah menjaga hati nurani kita peka akan hati Allah yang penuh kasih dan keadilan. Kita patut bersyukur kepada Allah karena di dalam Kristus, anak-anak Tuhan memiliki Roh Kudus yang memampukan kita hidup menyuarakan kebenaran dan kasih. Selain itu, kita memiliki firman Tuhan yang menolong kita mengerti kehendak Tuhan dan memberikan teladan Yesus dalam mempraktikkan kebenaran dan kasih.
Camkan: Tidak ada alasan bagi anak Tuhan untuk tidak bertindak dalam kebenaran dan kasih!
Memelihara keseimbangan dalam hidup adalah penting. Anak Tuhan harus ingat bahwa alam ini milik Tuhan yang harus dipelihara dan dijaga keasriannya. Ibadah merupakan bagian dari cara hidup manusia mengakui Allah sebagai pemilik yang berdaulat penuh atas alam.
Perintah untuk tidak menabur pada tahun ketujuh (ayat 11) senada dengan perintah untuk tidak bekerja pada hari Sabat (ayat 12). Keduanya menekankan kepedulian kepada tanah yang sudah dipakai agar kesuburannya pulih; agar kaum miskin bisa mendapatkan sisa-sisa panen; untuk memberi makan binatang hutan; untuk menjaga kelestarian alam; agar ternak dan kaum budak bisa beristirahat dan kesegaran tubuh serta kekuatan tenaga mereka pulih kembali.
Demikian juga perintah untuk menunaikan ritual ibadah di rumah Tuhan tiga kali setahun, selain untuk menyembah Allah serta menaikkan syukur atas kebaikan Allah dalam hidup umat, juga merupakan kesempatan istirahat dari semua pekerjaan sehari-hari (ayat 14-17). Oleh karena itu, ibadah harus diselenggarakan dengan serius dan saksama (ayat 18-19). Ragi tidak boleh dipakai dalam persembahan karena melambangkan dosa; lemak kurban harus dipersembahkan sampai habis karena itulah bagian yang menyenangkan Tuhan; persembahan umat Tuhan haruslah hasil yang terbaik dari panen mereka karena Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk mereka; persembahan mereka pun harus bebas dari segala unsur magis (anak kambing yang dimasak dengan air susu induknya biasanya dipakai untuk ritual magis oleh agama kafir tertentu).
Perintah-perintah detail ini mengajarkan kita betapa seriusnya hidup ini dan berharganya semua ciptaan Tuhan. Tidak ada hal terlalu kecil atau remeh yang melalui sikap kita terhadapnya tidak mengungkapkan sikap dan keasyikan ibadah kita kepada Tuhan.
Janji besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia. Janji dapat membangkitkan semangat dan meningkatkan mutu kehidupan seseorang, sejauh janji itu bukan janji kosong. Jika janji dari pihak manusia begitu besar pengaruhnya, terlebih janji Tuhan. Allah yang tak pernah mengecewakan itu, berjanji akan menyertakan malaikat, utusan-Nya. Dengan malaikat itu, Ia akan membuat Israel berhasil, menaklukkan bangsa-bangsa; Tuhan juga berjanji akan mencukupkan kebutuhan mereka.
Janji Bersyarat. Janji Tuhan bersyarat. Janji itu hanya akan dialami bila syarat-syaratnya ditaati oleh bangsa Israel. Syarat yang Tuhan berikan itu tidak berat sebab wajar sifatnya. Bila orang benarbenar mempercayakan diri pada Tuhan, bukankah semua kepercayaan palsu tidak lagi diperlukan? Permintaan agar Israel menghancurkan berhala-berhala bangsa kafir dan menyembah Allah saja, adalah wajar. Justru hal itu menunjukkan kasih setia Allah yang penuh untuk umat-Nya.
Renungkan: Kasih dan janji Allah hanya layak diterima oleh orang yang sebulat hati berserah kepada-Nya.
Doa: Bongkarlah segala bentuk kepercayaan palsu yang mungkin masih mengelabui hatiku, ya Tuhan.