Kel 31 (MAD2T*Pagi*15 Ogos*Tahun 1)
Keluaran 31
Penjelasan Singkat
Musa menerima dua loh batu
Isi Pasal
Kemah Suci dan para pekerjanya. Hari Sabat dijadikan tanda di antara Allah dan Israel.
Judul Perikop
Bezaleel dan Aholiab ditunjuk (31:1-11)
Peringatan untuk menguduskan hari Sabat (31:12-17)
Musa menerima kedua loh hukum (31:18-18)
Tafsiran: Allah telah menetapkan serangkaian peraturan pembuatan kemah suci dan semua perabotannya dalam Kel. pasal 25-30. Kini Allah menetapkan dua orang yang dikhususkan-Nya, yaitu Bezaleel anak Uri dari suku Yehuda dan asistennya, Aholiab anak Ahisamakh dari suku Dan (ayat 31:1-6) untuk mengerjakan semua itu.
Bezaleel, yang arti namanya adalah "dalam lindungan Allah," memiliki keahlian merancang peralatan yang terbuat dari emas, perak dan tembaga, menatah batu permata, dan mengukir kayu (lihat 35:30-33). Sedangkan Aholiab, ahli dalam menenun kain ungu dan kain yang berwarna-warni (lihat Kel. 38:23). Keahlian mereka itu dikuduskan Allah dengan menaruh Roh-Nya dalam hati mereka sehingga keduanya mampu membuat kemah suci dan perabotannya tepat seperti kehendak Allah (Kel. 31:11b).
Allah konsisten dengan firman-Nya. Meskipun mereka sedang bekerja bagi Allah sesuai dengan perintah-Nya, bukan berarti mereka boleh melanggar perintah Tuhan yang lainnya, yakni peraturan hari Sabat (ayat 13). Mereka tetap harus menghormati peraturan ini dan meninggalkan semua pekerjaan mereka itu pada hari ketujuh (ayat 15). Pelanggaran terhadap peraturan hari Sabat akan Mengakibatkan hukuman mati (ayat 14) karena peraturan hari Sabat merupakan perjanjian kekal antara Allah dengan umat pilihan-Nya, yang berlaku dari generasi ke generasi (ayat 16-17).
Melayani Tuhan melalui pekerjaan rohani adalah hal yang berkenan bagi-Nya. Akan tetapi, ini bukanlah suatu kompromi atau dispensasi untuk menghindari hukum-hukum Tuhan lainnya. Tuhan menyediakan waktu untuk kita bekerja dan Ia juga menuntut waktu untuk kita beristirahat dan beribadah kepada-Nya. Kita harus menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan beribadah agar hidup kita senantiasa berkenan kepada Tuhan.
Camkan: Bekerja bagi Tuhan dan beristirahat untuk berbakti kepada-Nya adalah ibadah yang berkenan kepada-Nya.