Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)
Kejadian 32
Penjelasan Singkat
Yakub dan Malaikat
Isi Pasal
Yakub menjadi Israel. Persiapan menjumpai Esau. Bergulat melawan malaikat.
Judul Perikop
Yakub takut bertemu dengan Esau (32:1-21)
Pergumulan Yakub dengan Allah (32:22-32)
Tafsiran: Tidak mudah kembali ke tempat yang mengingatkan kita pada masa lalu yang kelam dan pahit. Banyak orang yang merasa lebih baik melupakan masa lalu yang gelap.
Kembalinya Yakub ke kampung halamannya, Kanaan, ternyata tidak membangkitkan kesukaan besar. Perjalanan pulang ke tanah waris, yang merupakan tanah perjanjian Allah kepada kakek dan bapaknya, bukan merupakan perjalanan mudah bagi Yakub. Justru memperhadapkan dia pada masalah yang pernah ia timbulkan terhadap Esau. Benar ia mendapatkan warisan, tetapi dengan meninggalkan luka pada pihak lain. Kini ia harus menghadapi segala konsekuensi penipuan yang sebelumnya ia lakukan terhadap kakaknya.
Sebelum menerima "sambutan" kakaknya yang membuat Yakub gentar dan cemas, ia disambut sepasukan malaikat di Mahanaim (Kejadian 32:1-2). Ini tentu memberikan penghiburan dan penguatan sangat berarti bagi Yakub. Ini membuatnya berani mengarahkan rombongannya ke tempat Esau di Seir, Edom. Kalau dulu ia pengecut, kini dengan berani ia mencari Esau. Sebelum memasuki Kanaan, ia ingin terlebih dulu mengupayakan rekonsiliasi dengan orang yang pernah ia tipu. Ini satu lagi perubahan besar yang terjadi dalam diri Yakub.
Melalui utusannya, Yakub membahasakan diri merendah sebagai "hamba". Ia berpesan bahwa ia membawa banyak kekayaan yang diperoleh melalui perjuangan berat, bukan melalui penipuan (Kejadian 32:4, 5). Pesan tersebut menyiratkan bahwa ia telah berubah, bukan lagi Yakub yang dulu. Sayang pesan Yakub dibalas dengan berita bahwa Esau dan pasukan perangnya mendatangi Yakub. Gentarkah Yakub? Ya, sebab itu ia berdoa. Ia mengakui ketakutannya kepada Esau dan memohon agar Allah meluputkan dia (Kejadian 32:9-12). Lalu ia mengirimkan pemberian untuk Esau. Dengan 580 ekor ternak Yakub berharap bisa berdamai dengan Esau yang telah dia rugikan.
Adakah pihak di masa lalu kita yang kita perlu berdamai? Sudahkah Anda mengizinkan anugerah dari Yesus untuk mendamaikan Anda dengan masa lalu Anda?
Ini episode mendebarkan dalam hidup Yakub! Akhirnya Yakub sadar bahwa bukan harta kekayaan atau istri dan anak yang dapat melindungi dia dari Esau atau yang dapat diandalkan menyelesaikan masalah lama itu. Ia sendiri harus bergumul dengan Allah untuk menyelesaikan semua itu!
Seseorang bergulat dengan Yakub semalaman sampai fajar menyingsing. Tidak dikatakan siapa orang itu, tetapi ada beberapa petunjuk untuk kita simpulkan. Sesudah bergulat tanpa bisa dihentikan, Yakub akhirnya sadar dengan siapa ia sedang bergulat. Ia lalu meminta berkat (Kejadian 32:26). Orang itu memiliki kuasa sehingga berhak menanyakan dan mengubah nama Yakub menjadi Israel, tetapi "namanya" sendiri tetap rahasia. Ia berhak memberi atau mengubah nama, Yakub tidak punya kuasa untuk mengetahui "namanya".
Jika Ia Allah, bagaimana mungkin Yakub kuat semalaman bergulat melawan Dia? Jika Ia Allah yang berdaulat mengubah nama Yakub jadi Israel, bagaimana mungkin Yakub sang-gup "memaksa" Dia untuk memberkati? Hos. 12:4-5 menegaskan bahwa "Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sana Dia berfirman kepadanya: yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya."
Yakub perlu diubah dari mengandalkan kekuatan otot dan akal jadi bergantung pada anugerah dan berkat Allah. Jika ia yang penuh dosa sanggup bergulat dengan Allah, tentu karena secara misterius Allah yang yang melawan dia itu juga yang membantu dia bertahan. Kini ia tidak lagi mengandalkan keahlian manusia berdosa dengan mengatur tipu daya. Ia memohon Allah sendiri memberkatinya. Dalam pergumulan doa yang serius dan akhirnya membuat otot dan akalnya takluk, ia akhirnya sanggup memahami hakekat berkat dalam hidup. Dan saat itu ia diubah Allah menjadi Israel.
Ketika masalah terasa berat dan diri terasa lemah, bertekun dan bergumullah dalam doa, sebab Ia menanti dengan berkat-Nya dan secara ajaib melawan-membela kita!