Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)
Kejadian 44
Penjelasan Singkat
Akal Yusuf bagi saudara-saudaranya
Isi Pasal
Saudara-saudara Yusuf diuji lagi. Ditangkap karena mengambil cawan.
Judul Perikop
Piala Yusuf hilang dan didapati (44:1-17)
Yehuda membela Benyamin (44:18-34)
Tafsiran: Sesudah reuni berlangsung, saudara-saudara Yusuf pasti terkejut ketika melihat kepala rumah Yusuf dan pengawalnya mengejar mereka. Mereka tidak menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat sehingga mereka menjadi sangat terkejut ketika kepala rumah Yusuf menuduh mereka telah melakukan kejahatan. Salah satu saudara mereka dituduh telah mencuri piala perak milik penguasa Mesir. Mereka benar-benar terkejut ketika piala perak itu didapati di karung gandum Benyamin. Mereka sadar bahwa Benyamin akan mendapat hukuman mati dan mereka akan menjadi budak sesuai dengan janji mereka kepada kepala rumah Yusuf (Kejadian 44:9-10).
Mereka tidak sadar kalau Yusuf sedang menguji rasa persatuan keluarga mereka. Ia ingin memastikan apakah mereka akan mengurbankan Benyamin atau tidak. Itulah sebabnya ia sengaja menempatkan piala peraknya di dalam karung gandum Benyamin. Mengapa hanya Benyamin? Karena Benyamin adalah saudara seibu baginya. Jadi sangat mudah bagi saudara-saudara Yusuf yang tidak seibu untuk mengurbankan Benyamin ketika ada kesulitan yang menimpanya.
Ternyata mereka sudah berubah! Mereka tidak mengatakan apa-apa, tindakan mereka berbicara lebih keras dari kata-kata. Mereka mengoyakkan jubah mereka sebagai tanda kesedihan dan kesusahan yang mendalam, dan bersama-sama kembali ke kota untuk menghadap Yusuf (Kejadian 44:13). Mereka sebenarnya dapat jalan terus tanpa Benyamin, tetapi mereka berketetapan untuk kembali dan menghadapi akibat apa pun bersama-sama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah berubah dan sungguh-sungguh sangat perhatian terhadap saudara dan ayah mereka. Berbeda dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap Yusuf sebelumnya (Kej. 37:23-36). Mereka telah menanggalkan keegoisan mereka dan bersatu padu untuk menyelamatkan Benyamin, saudara mereka. Bagaimana dengan keluarga kita? Apakah kita juga memiliki rasa persatuan yang kuat dan saling menanggung beban seperti yang ditunjukkan oleh saudara-saudara Yusuf ini?
K ualitas karakter seseorang teruji ketika ia mendapat tantangan, tekanan dan kesulitan. Disini Yehuda kembali memperlihatkan kualitas karakternya. Ia berani mengambil risiko untuk melindungi Benyamin, adiknya. Ia yang maju untuk menghadapi Yusuf ketika Benyamin akan dijadikan budak oleh Yusuf karena di dalam karungnya kedapatan piala perak Yusuf (Kej. 44:12).
Ungkapan "Yehuda dan saudara-saudaranya" (Kej. 44:14) mengingatkan kita bahwa Yehuda sekarang menjadi juru bicara untuk keluarga. Terasa sekali bedanya ketika Yehuda masih muda, ia tidak mengasihi saudaranya ataupun ayahnya. Dia telah meyakinkan saudara-saudaranya untuk menjual Yusuf sebagai budak (Kej. 37:27), kemudian ia bersama-sama saudara-saudaranya membohongi ayahnya tentang nasib Yusuf (Kej. 37:32). Yehuda juga telah tidur dengan Tamar menantunya (Kej. 38). Namun oleh kasih karunia Allah, Yehuda telah diubah! Pria yang telah menjual salah satu adiknya untuk menjadi budak, sekarang berani menawarkan diri untuk menjadi budak ganti adiknya. Dia begitu peduli akan ayahnya dan begitu mengasihi adiknya sehingga ia bersedia mati untuk mereka.
Pembelaan Yehuda ini merupakan pembelaan manusia yang terpanjang di dalam kitab Kejadian dan merupakan salah satu pidato paling mengharukan yang ada di dalam Alkitab. Yehuda tahu risiko yang dihadapinya untuk membela keselamatan adiknya. Ia tahu bahwa Yusuf bisa saja membunuhnya. Namun Yehuda berani maju untuk membela keluarga dan memohon belas kasihan Yusuf.
Yehuda telah berjanji kepada Yakub bahwa ia akan menjamin keamanan Benjamin muda (Kej. 43:9). Sekarang Yehuda punya kesempatan untuk menepati janji itu. Menjadi budak adalah nasib buruk, tetapi Yehuda bertekad untuk menepati janjinya kepada ayahnya. Dia menunjukkan keberanian yang besar dalam melaksanakan janjinya. Menepati janji berarti menjalankan apa yang telah dijanjikan secara bertanggung jawab dengan tekad dan keberanian, termasuk bila harus berkurban.