Lukas 14 (MAD2T*Mlm*29 Jan*Tahun 1)

Lukas 14

Penjelasan Singkat
Perjamuan besar

Isi Pasal
Yesus menyembuhkan di hari Sabat. Perumpamaan tentang tamu yang ambisius. Perumpamaan tentang perjamuan malam. Perumpamaan tentang penabur, tentang raja yang akan pergi berperang, dan tentang garam yang tawar.

Judul Perikop
Lagi penyembuhan pada hari Sabat (14:1-6)
Tempat yang paling utama dan yang paling rendah (14:7-11)
Siapa yang harus diundang (14:12-14)
Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih (14:15-24)
Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus (14:25-35)

Tafsiran: Orang munafik selalu merasa lebih baik daripada orang lain. Perasaan demikian muncul karena status, prestise, atau juga prestasi yang dilebih-lebihkan. Perasaan pede yang berlebihan ini mengakibatkan mereka lalai untuk memeriksa diri apakah tindakan mereka sesuai dengan status; prestasi mereka sepadan dengan prestise. Mereka juga akan cenderung curiga dan menganggap orang lain yang berhasil sebagai musuh atau saingan.

Sekali lagi Yesus mengkonfrontir orang-orang Farisi dengan kemunafikan mereka (ayat 3), mereka bungkam tidak bisa membantahnya (ayat 6). Sabat adalah larangan bagi orang lain, tetapi mereka akan selalu mencari alasan untuk membenarkan diri ketika melanggarnya. Ketidakpekaan terhadap orang lain selain membuat mereka tidak peduli pada orang lain, juga membuat akal sehat mereka tumpul. Yesus menunjukkan bagaimana orang sedemikian akan dipermalukan melalui perumpamaan pesta perkawinan (ayat 7-11). Kerendahan hati adalah kata kuncinya! Rendah hati berarti mengenali diri sendiri dan posisinya secara tepat, baik di mata Allah, maupun di hadapan orang lain.

Akhirnya, Yesus juga mengingatkan agar kemunafikan diganti dengan sikap peduli kepada orang lain. Orang munafik cenderung memilih-milih orang untuk dijadikan teman bergaul; pergaulan mereka dilakukan bukan atas dasar kemanusiaan, tetapi atas dasar prestise. Maka, perumpamaan di 12-14 ini sangat tepat untuk menyindir orang-orang munafik. Pergaulan sedemikian tidak menjadi berkat, baik bagi orang yang diundang maupun bagi diri sendiri. Sebaliknya orang yang kemanusiaannya tinggi bergaul dengan tidak memandang golongan, prestise sebagai alat ukur untuk orang lain.

Renungkan: Kemunafikan adalah racun kehidupan yang lambat tetapi pasti akan menghancurkan hidup, prestise, dan prestasimu.

Melalui pendekatan kisah Lukas pada perikop ini, kita mendapatkan gambaran tentang ciri-ciri orang munafik. Di antaranya adalah mereka cepat puas diri. Selalu menganggap bahwa diri mereka cukup baik sehingga tidak pernah atau mau berpikir untuk mengevaluasi diri dan prioritas-prioritasnya dan menganggap bahwa setiap keputusan yang mereka ambil selalu tepat.

Di rumah orang Farisi yang mengundang Yesus, seorang tamu berseru, "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Namun, segera Yesus menjawab dengan perumpamaan, yang intinya adalah tidak semua orang yang diundang akan dapat menikmati jamuan makan itu (ayat 16-23). Apa yang Tuhan Yesus maksudkan dengan perumpamaan ini? Pada masa itu bila seseorang mengadakan perjamuan besar dan mengundang tamu-tamu, maka pada hari H-nya tamu-tamu yang bersedia hadir akan dijemput oleh pelayan-pelayan dari tuan yang punya hajatan. Namun, ada tamu-tamu yang semula bersedia hadir ternyata membatalkan keinginan mereka untuk hadir karena ada keperluan lain yang mendesak yang dianggap lebih penting (ayat 18-20).

Melalui perumpamaan ini tersirat bahwa Yesus mengecam mereka yang pada saat-saat terakhir menolak untuk hadir. Sikap inilah yang Yesus maksudkan sebagai sifat munafik. Mereka puas karena diri mereka dianggap penting oleh orang lain sehingga diundang, tetapi mereka tidak mampu memberikan prioritas lebih lanjut atas kehormatan itu. Mereka memilih melakukan sesuatu bukan untuk kepentingan orang lain, tetapi untuk kepentingan diri sendiri, tanpa memperhitungkan akibat penolakan mereka bagi si pengundang.

Camkanlah!: Jika kita menganggap bahwa kita adalah milik Tuhan namun dalam kehidupan ternyata kita tidak memprioritaskan Tuhan, kita pun munafik!

Dietrich Bonhoeffer, dalam bukunya "The Cost of Discipleship" (Harga sebuah pemuridan) mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar dalam mengikut Yesus. Ia sendiri membuktikan hal itu dengan rela mati bagi Kristus. Begitu besarkah harga yang harus dibayar untuk mengikut Kristus?

Melihat orang yang berduyun-duyun mengikuti-Nya (Lukas 14:25), Yesus tentu tahu bahwa tidak semuanya memiliki kesungguhan hati. Mungkin ada yang hanya ingin menyaksikan mukjizat. Lalu bagaimana bila tidak ada mukjizat? Bisa saja ia berhenti mengikuti Yesus. Itulah sebabnya, Yesus menantang mereka untuk membenci bapak, ibu, istri, anak, saudara, bahkan nyawanya sendiri (Lukas 14:26), sebagai uji kesejatian seorang murid. Kata "benci" digunakan untuk menggambarkan prioritas hubungan. Jadi, murid sejati harus mengutamakan hubungan dengan Yesus. Loyalitas total ini sangat penting, terutama ketika menghadapi penolakan dan penganiayaan karena iman kepada Yesus. Jika seorang murid lebih peduli kepada keluarganya daripada kepada Yesus, maka saat keluarganya dianiaya karena iman, ia akan memilih untuk melawan Yesus demi membela keluarganya. Sementara memilih Yesus dan berpaling dari keluarga juga bukan perkara ringan. Itulah yang disebut sebagai pikul salib, yang sangat penting dalam sebuah proses pemuridan (Lukas 14:27).

Pemuridan memang merupakan perkara serius bagi Yesus. Untuk menjadi murid dan untuk menyelesaikan tugas sebagai murid, orang harus menghitung harganya terlebih dahulu. Itulah yang dijelaskan Yesus melalui ilustrasi orang yang membangun sebuah menara dan raja yang akan maju ke medan perang (Lukas 14:28-32). Lalu ilustrasi garam digunakan untuk menggambarkan seorang pengikut yang tidak hidup sebagaimana mestinya. Orang semacam ini bagai garam yang kehilangan "rasa asin", sehingga tidak ada gunanya (Lukas 14:34-35).

Karena itu, cobalah hitung-hitung, seberapa besar harga yang harus Anda bayar bila Anda harus menempatkan Yesus sebagai yang terutama? Ingatlah bahwa murid yang sukses adalah murid yang memprioritaskan Yesus di atas segala-galanya.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)