Lukas 4 (MAD2T*Mlm*24 Jan*Tahun 1)

Lukas 4

Penjelasan Singkat
Kristus dicobai oleh Setan

Isi Pasal
Pencobaan terhadap Yesus. Yesus di rumah ibadat di Nazaret. Mengusir setan dari seseorang di Kapernaum. Menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain.

Judul Perikop
Pencobaan di padang gurun (4:1-13)
Yesus kembali ke Galilea (4:14-15)
Yesus ditolak di Nazaret (4:16-30)
Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum (4:31-37)
Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain (4:38-41)
Yesus mengajar di kota-kota lain (4:42-44)

Tafsiran: Adam diciptakan menurut gambar Allah (Kej. 1:26). Namun menghadapi pencobaan dari Iblis, Adam gagal dan jatuh ke dalam dosa. Kejatuhan yang membuat semua manusia tercemar dosa. Itulah Adam, nama yang disebut terakhir dalam silsilah Yesus (Luk. 3:38). Lalu bagaimana bila Yesus sendiri yang menghadapi pencobaan dari Iblis?

Setelah berpuasa selama empat puluh hari, tak ada yang lebih menarik selain makanan. Tentu akan dimaklumi bila saat itu Ia mengubah batu menjadi roti (Lukas 4:2-3) untuk memuaskan rasa lapar-Nya. Namun kalau kita cermati, perkataan Iblis "Jika Engkau Anak Allah......" sesungguhnya merupakan godaan agar Yesus bertindak demi diri-Nya sendiri, dan lepas dari ketergantungan kepada Bapa. Jelas, ini merupakan bentuk tiadanya iman. Maka jawaban Yesus yang dikutip dari Ulangan 8:3, "... Manusia hidup bukan dari roti saja" mengajarkan bahwa manusia hidup karena kebaikan Allah yang memelihara dan memenuhi kebutuhan manusia. Maka hidup berarti bergantung penuh pada Allah meski situasi tidak menjanjikan apapun. Pencobaan kedua merupakan tawaran untuk menggapai kuasa. Namun tawaran itu tidak gratis karena Iblis menuntut imbalan agar Yesus menyembah dia. Padahal jelas, Iblis tak layak disembah dan tidak memiliki kuasa sedemikian besar untuk ditawarkan kepada Yesus (Lukas 4:6). Maka dengan mengutip Ulangan 6:13, Yesus menegaskan bahwa hanya Allah saja yang patut disembah. Pencobaan ketiga merupakan godaan untuk menguji perlindungan Allah karena itu berarti meragukan kesetiaan Allah. Tentu saja Yesus tidak mau memaksa Allah untuk melakukan mukjizat. Lalu Yesus mengutip Ulangan 6:16 untuk melawan perkataan Iblis (Lukas 4:12). Iblis pun gagal (Lukas 4:13).

Kunci kemenangan Yesus adalah mengikuti pimpinan Allah kemanapun Allah mengarahkan Dia. Ini pelajaran penting karena kita pun akan mengalami saat-saat kritis dalam perjalanan iman kita yang memungkinkan kita mempertanyakan kebaikan dan kesetiaan Allah. Maka berpeganglah pada firman Allah dan percaya penuh pada-Nya apapun situasi yang kita hadapi.

Perikop ini memuat tema utama Injil Lukas, yakni misi pelayanan Yesus untuk "menyampaikan kabar baik kepada orang miskin" sebagai penggenapan dari Yes. 61:1-2 (Lukas 4:18-21). Tema utama ini melandasi seluruh tindakan dan ajaran Yesus yang Lukas tuturkan di dalam Injilnya.

Yesus adalah Mesias, yang diurapi dan diutus Allah untuk melaksanakan misi penyelamatan Allah. Dengan tegas Ia memproklamirkan diri ketika menyatakan bahwa, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Ia telah mengutus Aku." Tugas "menyampaikan kabar baik" terdiri atas empat kegiatan (Lukas 4:18-19), yang sekaligus menjelaskan siapa yang dimaksud dengan "orang miskin", yakni mereka yang "tertawan, buta, dan tertindas". Dalam masyarakat zaman itu, yang termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang tersisih, terkucil, tanpa status sosial, dan tanpa kuasa.

Yesus memberitakan "pembebasan" kepada yang tertawan dan tertindas, (Lukas 4:19 a, c). Dalam konteks Injil Lukas pembebasan selain arti rohani (pengampunan dari dosa), juga bermakna sosial. Ia menghadirkan "tahun rahmat Tuhan" (Lukas 4:19 d). Ungkapan ini sering dipakai untuk tahun Yobel (Im. 25:10), yakni tahun pembebasan bagi kaum miskin yang ditindas oleh sebab utang-utang mereka. Kepada yang buta, Yesus membawa penyembuhan (Lukas 4:19 b), baik dari kebutaan fisik (bdk. Luk. 18:35-43) maupun kebutaan rohani. Mereka yang buta rohani akan melihat "terang keselamatan dari Tuhan" di dalam Yesus (Luk. 1:78-79; 2:29-32; 3:6). Yesus membawa kabar baik Kerajaan Allah, tidak terbatas untuk orang Yahudi saja, tetapi juga untuk orang bukan Yahudi, seperti yang telah dirintis oleh nabi Elia dan Elisa (Lukas 4:25-27).

Hidup dan tindakan Yesus adalah kepedulian dan campur tangan Allah menyelesaikan masalah-masalah manusia.

Renungkan: Yesus, Sang Juruselamat, menganugerahkan pengampunan dosa dan kesembuhan bagi semua orang.

Orang Nazaret menolak Yesus karena mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Maka Lukas kemudian memaparkan bukti-bukti kemesiasan Yesus.

Kemesiasan Yesus nyata ketika Ia berada di rumah ibadat di Kapernaum. Yesus berhadapan dengan setan yang merasuki seseorang (Lukas 4:33-34). Setan itu mengenal Yesus. Ini ironis, karena umat pilihan, yaitu orang-orang yang sekota dengan Yesus saja tidak menghargai siapa Yesus, meskipun Yesus sendiri telah menyatakannya. Hardikan Yesus kepada setan dan kepatuhan setan pada perintah Yesus memperlihatkan otoritas Yesus dengan begitu jelas (Lukas 4:35). Ini membuat orang banyak takjub (Lukas 4:36). Lalu dari mana otoritas itu? Setan sudah memberikan jawabannya, karena Dialah Yang Kudus dari Allah (Lukas 4:34).

Kemesiasan Yesus nyata bukan hanya ketika Ia berhadapan dengan setan. Ketika Yesus berhadapan dengan ibu mertua Simon Petrus yang sakit demam, Ia menyatakan otoritas-Nya dengan menghardik demam itu hingga demam itu meninggalkan ibu mertua Simon Petrus (Lukas 4:39). Otoritas itu semakin nyata terlihat ketika semua orang di kota itu membawa orang-orang yang menderita berbagai penyakit (Lukas 4:40) serta yang kerasukan setan-setan (Lukas 4:41). Setan-setan itu mengetahui bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Kalau kita perhatikan lebih saksama maka kita akan melihat bahwa otoritas Yesus atas penyakit dan setan-setan sebenarnya memperlihatkan otoritas-Nya atas hidup manusia yang membutuhkan pertolongan dan kuasa Allah. Selain melalui otoritas-Nya, kemesiasan Yesus juga nyata melalui belas kasihan-Nya. Ia peduli pada mereka yang ditawan oleh penyakit dan setan. Belas kasih dan kepedulian itu pula yang membawa Yesus pergi ke ke kota-kota lain, meski orang banyak berusaha menahan Dia (Lukas 4:42-44).

Bila demikian besar kuasa, belas kasihan dan kepedulian Yesus, masihkah kita bisa menolak fakta bahwa Dialah Mesias, Anak Allah yang sejati? Setan-setan saja mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, masa kita masih tidak mau untuk mengakui-Nya?

Kadangkala pelayanan yang terlalu banyak dan menyibukkan dapat membuat seorang pelayan Tuhan kehilangan fokus terhadap misi yang diembannya. Pelayanan hanya dilihat sebagai kesuksesan dan popularitas pribadi, bahkan untuk kepuasan diri semata-mata. Akibatnya, pelayanan tidak lagi dilakukan untuk tugas yang sesungguhnya. Hanya dengan selalu menyegarkan diri kembali pada panggilan dan misi yang Allah berikan, maka pelayanan yang dilakukan akan tetap terfokus pada pemberitaan firman-Nya.

Setelah peristiwa di hari Sabat di mana kuasa Allah yang menggemparkan dinyatakan, Yesus menjadi populer di Kapernaum. Ditambah lagi, basis pelayanan Yesus rumah Simon Petrus, adalah lokasi yang strategis. Orang banyak berbondong datang dengan membawa teman dan anggota keluarga yang menderita beragam penyakit. Bahkan mereka juga membawa orang-orang yang dirasuk setan. Misi kasih-Nya pun tidak perlu susah-susah dikampanyekan, orang-orang akan dan terus berdatangan untuk mendapat jamahan-Nya. Apalagi yang kurang? Dia sudah menjadi kebutuhan dan pusat kehidupan penduduk Kapernaum.

Namun, Yesus tetap menyadari bahwa fokus misi-Nya bukan hanya menjadi pengkhotbah dan pekerja mukjizat saja. Misi Yesus adalah memberitakan kabar baik ke seluruh Israel. Maka, Yesus harus meninggalkan Kapernaum, menuju kota-kota lain supaya Injil Kerajaan Allah diberitakan di sana (ayat 43-44).

Pelayanan yang begitu banyak dan antusiasme masyarakat tidak membuat Yesus melupakan misi utama-Nya. Yesus tidak kehilangan fokus pelayanan-Nya, bahwa ada banyak orang di tempat lain yang memerlukan pelayanan-Nya.

Renungkan: Ingat selalu misi pelayanan kita adalah untuk memberitakan kabar baik kepada orang lain, bukan untuk mengejar popularitas apalagi keuntungan pribadi kita!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)