Lukas 7 (MAD2T*Pagi*26 Jan*Tahun 1)

Lukas 7

Penjelasan Singkat
Kesaksian Kristus tentang Yohanes

Isi Pasal
Hamba perwira disembuhkan. Anak janda dibangkitkan. Pertanyaan dari Yohanes Pembaptis di dalam penjara dan kesaksian Yesus. Yesus diurapi di rumah orang Farisi. Perumpamaan tentang pemberi utang dan dua orang yang berutang.

Judul Perikop
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (7:1-10)
Yesus membangkitkan anak muda di Nain (7:11-17)
Yesus dan Yohanes Pembaptis (7:18-35)
Yesus diurapi oleh perempuan berdosa (7:36-50)

Tafsiran: Kita dapat menarik dua pelajaran penting dari cerita tentang seorang perwira di Kapernaum dan janda di Nain. Pertama, seorang perwira, bukan orang Israel, memiliki hamba yang sedang sakit keras dan hampir mati (ayat 9). Ia memiliki relasi yang sangat baik dengan orang-orang Yahudi (ayat 3), bahkan ikut berpartisipasi dalam pembangunan sinagoge (ayat 5). Ia juga memiliki suatu pengenalan yang benar tentang Yesus. Ia tahu Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan tanpa harus datang, melihat ataupun menjamah hambanya yang sedang sakit keras dan hampir mati. Oleh karena itu, ketika permintaannya dipenuhi oleh Yesus, dan Yesus berjalan menuju rumahnya, ia mengutus sahabat-sahabatnya kepada Yesus, supaya Yesus tidak perlu ke rumahnya, cukup berkata saja, ia percaya bahwa hambanya akan sembuh. Pengenalannya yang tepat tentang Yesus yang adalah Mesias membuat perwira tersebut merespons secara aktif dan tepat terhadap Yesus.

Kedua, ketika Yesus pergi ke Nain, di dekat gerbang kota, Ia melihat rombongan orang yang mengusung orang mati. Mestinya yang dilihat oleh Yesus pertama kali bukan orang mati yang diusung, tapi ibu dari orang mati tersebut. Seharusnya si ibu berjalan di depan, disusul usungan orang mati. Dia tidak memiliki suatu pengenalan yang tepat tentang siapa Yesus, sehingga dia tidak tahu harus bagaimana merespons kepada Yesus. Ketika berhadapan dengan Yesus, janda ini pasif. Namun dalam situasi seperti ini Yesus berinisiatif aktif terhadap janda ini. Dia menyentuh dan berkata kepada anak muda “bangkitlah.”

Dua pelajaran: Orang yang mengenal siapa Yesus, seharusnya memiliki respons iman seperti perwira. Kepada orang yang kurang mengenal Yesus, Yesus sendiri akan secara aktif memperkenalkan diri-Nya kepadanya.

Renungkan: Seberapa jauh dan dalam, pemahaman tentang Yesus? Pikirkan dan renungkanlah dalam hidupmu.

Kecewa dan ragu? Mungkin itu yang ada dalam benak Yohanes. Ketika di penjara, ia tidak melihat dan mendengar Yesus berperilaku seperti Mesias yang dinubuatkannya (Lukas 3:15-17). Yesuskah Mesias itu (Lukas 7:19)?

Pertama, jawaban Yesus tegas mengutip Nabi Yesaya (Lukas 7:22)! Memang bayangan Mesianik yang politis dan keras tidak ada sama sekali pada sosok Yesus, namun justru itulah keunikan cara Allah yang tidak boleh diragukan. Bagi orang tidak beriman hal itu mengecewakan (dalam bhs. Yunani: skandalon, berarti batu sandungan) (Lukas 7:23). Yesus menantang Yohanes untuk memercayai cara Allah berkarya.

Kedua, Yesus membandingkan kemuliaan pelayanan Yohanes dengan diri-Nya. Pelayanan Yohanes memang luar biasa. Dia adalah pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias dan memperkenalkan Mesias kepada umat (Kel. 23:20). Ia juga adalah nabi Allah yang mempersiapkan umat bertemu dengan Mesias (Mal. 3:1). Namun, Mesias yang datang jauh lebih mulia dan dahsyat pelayanan-Nya dibandingkan dengan Yohanes (Luk. 7:28). Pelayanan Mesias adalah penyucian dan penyelamatan orang berdosa. Sayangnya, pelayanan Yesus ini diterima hanya oleh para pemungut cukai dan orang berdosa lainnya, sedangkan para pemimpin agama justru menolaknya, sama seperti mereka menolak pelayanan Yohanes (Lukas 7:29-30). Mereka yang menolak ini sesungguhnya menolak untuk mengambil komitmen apapun terhadap rencana dan karya Tuhan, baik melalui Yohanes, apalagi melalui Yesus (Lukas 7:31-35).

Cara Allah dalam tindakan penyelamatan-Nya sering tidak terduga dan memang tidak konvensional, namun pasti tepat sasaran. Kita dipanggil terlibat dalam pelayanan dengan belajar menyesuaikan diri dengan kreativitas-Nya serta percaya bahwa rencana-Nya paling baik dan pasti berhasil.

Renungkan: Manusia melihat keterbatasannya. Allah dapat memakai manusia menembus batas-batas tersebut.

Pernahkah Anda mengasihi seseorang sedemikian rupa sehingga Anda bersedia melakukan apa saja untuk dirinya? Biasanya hal itu kita temukan pada pasangan yang sedang jatuh cinta. Mereka akan bersedia melakukan apa saja untuk membahagiakan pasangannya, sehingga berfalsafah "Gunung kan kudaki, laut pun kan kuseberangi".

Namun perempuan yang dicap pendosa dalam bacaan hari ini, meminyaki kaki Yesus bukan karena adanya perasaan kasih seorang perempuan kepada seorang laki-laki. Sebenarnya tidak mudah bagi perempuan dengan reputasi semacam itu untuk masuk ke dalam rumah seorang Farisi (Lukas 7:37). Ia butuh keberanian untuk mengekspresikan kasihnya kepada Yesus. Begitu terharu hatinya ketika menjumpai Yesus sehingga ia menangis dan air matanya membasahi kaki Yesus. Menyadari hal itu, ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya (Lukas 7:38). Begitu besar penghormatannya kepada Yesus sampai-sampai ia merelakan rambutnya difungsikan bagai kain lap pembersih. Ia juga meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi untuk rambut (Lukas 7:46). Seolah minyak wangi itu hanya layak dipakai untuk mengurapi kaki Yesus. Betapa besar penghargaannya terhadap Yesus.

Ini berbeda dari perlakuan Simon terhadap Yesus. Sebagai tuan rumah, seharusnya Simon membasuh kaki Yesus, mencium Dia sebagai ucapan salam, lalu meminyaki kepala Yesus (Lukas 7:44-46). Maka waktu Simon meragukan kenabian Yesus karena menerima perlakuan perempuan pendosa itu (Lukas 7:39), Yesus mengajar melalui suatu perumpamaan bahwa orang yang banyak kesalahannya, ketika diampuni akan lebih besar rasa syukurnya.

Kita tentu tidak perlu berbuat dosa lebih banyak agar ketika diampuni akan mengasihi Tuhan lebih besar. Yang kita perlukan adalah lebih menyadari status kita sebelumnya sebagai orang berdosa yang telah menerima kasih karunia yang begitu besar dari Tuhan hingga kita diselamatkan. Bila Anda sudah menyadarinya, nyatakanlah syukur yang besar itu dengan ekpresi kasih yang besar pula. Apa yang akan Anda lakukan?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)