Markus 15 (MAD2T*Pagi*22 Jan*Tahun 1)
Markus 15
Penjelasan Singkat
Penyaliban Kristus
Isi Pasal
Yesus di hadapan Pilatus. Barabas dibebaskan bukannya Kristus. Penyaliban.
Judul Perikop
Yesus di hadapan Pilatus (15:1-15)
Yesus diolok-olokkan (15:16-20)
Yesus disalibkan (15:20-32)
Yesus mati (15:33-41)
Yesus dikuburkan (15:42-47)
Tafsiran: Dalam hidup, kita sering dihadapkan dengan dua pilihan: memilih yang baik atau yang jahat. Sudah tentu bahwa setiap orang akan memilih yang baik menurut pandangannya. Menentukan pilihan berarti mengambil suatu keputusan untuk menyatakan sikap.
Dalam pembacaan ini dipaparkan tentang pilihan yang ditawarkan oleh Pilatus kepada orang banyak untuk memilih Yesus atau Barabas yang akan dibebaskan. Sebenarnya, Pilatus tidak perlu memberi tawaran pilihan sebab dalam diri Yesus tidak ia temukan kesalahan yang setimpal dengan hukuman mati. Karena itu Pilatus harus membebaskan Yesus, tetapi bagaimana caranya? Ia menyandingkan Yesus dengan penjahat bernama Barabas dengan harapan rakyat akan memilih Yesus. Tetapi ternyata orang banyak berteriak memilih Barabas untuk dibebaskan. Itu berarti Yesus harus disalibkan. Mereka lebih suka memihak pada kejahatan dari pada memihak pada keadilan.
Ini adalah kedua kalinya Yesus menerima teriakan umat. Teriakan pertama ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, orang banyak itu mengeluelukan dan menghormati Dia sebagai seorang raja (bdk. Mrk 11:1-11). Teriakan kedua ketika Yesus di hadapan pengadilan Pilatus. Kata-kata sanjungan yang Yesus terima ketika masuk Yerusalem telah diganti dengan olok-olokan. Persahabatan telah diganti dengan permusuhan. Penghormatan diganti dengan penghinaan.
Dalam menentukan pilihan terhadap berbagai alternatif yang dihadapkan kepada kita, kita dituntut untuk berhati-hati dan waspada sehingga tidak salah memilih yang terbaik bagi pertumbuhan iman kita. Ingat bahwa tidak semua yang berkilau adalah emas.
Renungkan: Tidak semua tawaran yang mengiurkan membawa keselamatan dan kesejahteraan. Oleh sebab itu berwaspadalah!
Saatnya telah tiba. Proses penyaliban Yesus dimulai (Markus 15:20a). Di sepanjang jalan menuju salib, Ia dihina dan penuh kesakitan. Dalam keterbatasan kekuatanNya menanggung kayu salib yang berat itu, Simon dari Kirene pun dipaksa oleh para serdadu untuk membantu memikulnya (Markus 15:21). Dari pandangan para imam, ahli Taurat, serdadu-serdadu, dan orang-orang yang lewat di sana, penderitaan Yesus adalah sebuah kekonyolan.
Banyak orang menghujat (Markus 15:29-30) dan mengolok-olok Dia (Markus 15:31-32). Mereka juga berpikir bahwa Yesus tidak dapat menggenapi apa yang dikatakan-Nya tentang diri-Nya sendiri (Markus 15:29-32). Mereka tidak tahu bahwa penggenapan itu belum saatnya, karena sesungguhnya di atas kayu salib Yesus sedang menggenapi apa yang dikatakan oleh para nabi tentang Mesias yang menderita. Ia membiarkan mereka mengolok-olok dan menyiksa diri-Nya karena Yesus sedang menggenapi apa yang dikatakan Daud (Mrk 15:24 bdk. Mzm. 22:19; Mrk. 15:29 bdk. Mzm. 22:8, 109:25) dan Yesaya (Mrk. 15:27-28 band. Yes. 53:12). Ia menggenapinya dalam penderitaan.
Sebenarnya Yesus bisa saja mengambil cara yang sedikit "lebih enak" untuk menderita, yaitu dengan meminum anggur bercampur mur yang diberikan serdadu kepada-Nya (Markus 15:23). Anggur bercampur mur adalah minuman yang biasa diberikan kepada orang-orang yang akan disalib karena minuman itu akan membuat orang tersebut mati rasa dan tidak terlalu sakit ketika disalib. Namun minuman itu pun ditolak-Nya (Markus 15:23). Artinya, Yesus menanggung penderitaan sepenuhnya, memilih merasakan segala kesakitan demi kita yang dikasihi-Nya.
Sering kali kita lebih suka memakai cara yang gampang dan enak. Ingin mengikut Tuhan tetapi tidak mau menyangkal diri. Ingin bertumbuh dalam kerohanian tetapi tidak mau baca firman Tuhan. Ingin berkat tetapi tidak mau berdoa dan berusaha.
Renungkan: Jalani hidup kekristenan kita dengan sepenuh hati. Meski susah dan menderita, berjalanlah bersama Tuhan dalam kehendak-Nya. [MF]
Banyak orang mempertanyakan ke-Allah-an Yesus. Kadang orang percaya pun sampai terpengaruh dan ikut meragukan Tuhan. Apa yang dapat menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah? Kematian-Nya di kayu salib telah membuka mata pasukan Romawi sehingga ia dapat berkata, "sungguh orang ini adalah Anak Allah" (ayat 39). Peristiwa penyaliban menegaskan ke-Allah-an Yesus.
Secara khusus Markus mencatat kejadian demi kejadian di seputar penyaliban Yesus untuk menegaskan bahwa peristiwa salib sesuai dengan waktu Allah (ayat 25, 33, 34). Yesus menggenapi rencana Allah melalui kematian-Nya. Kegelapan yang melingkupi seluruh lokasi penyaliban menggambarkan penghukuman Allah atas dosa-dosa manusia yang Yesus tanggung (ayat 33). Sedemikian dahsyat kemurkaan Allah yang ditanggung Yesus sehingga keluarlah teriakan-Nya, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (ayat 34; lih. Mzm. 22:2).
Peristiwa penting terjadi saat kematian Yesus: terbelahnya tirai Bait Allah. Ada dua tirai di Bait Allah Herodes. Tirai pertama memisahkan ruang mahakudus, yang hanya boleh dimasuki imam besar pada hari raya pendamaian dari ruang utama. Tirai kedua memisahkan bangunan bait Allah yang hanya boleh dimasuki orang Yahudi dari pelataran untuk nonYahudi. Dari kesaksian kepala pasukan Romawi, kita tahu bahwa tirai kedualah yang dibicarakan Markus. Kematian Yesus bukan hanya membuka penghalang manusia untuk menghampiri Allah yang kudus, melainkan juga menghancurkan tembok pemisah rasialisme Yahudi yang eksklusif. Sehingga terjadilah keselamatan bagi semua orang yang percaya. Walau Yesus mati seperti penjahat, tetapi Ia dikubur secara terhormat (ayat 46).
Bagi orang yang tidak mengerti, penyaliban dan kematian Yesus adalah kekalahan dan bukti bahwa Yesus bukan Anak Allah. Memang hanya anugerah Tuhan yang dapat mencelikkan kebutaan rohani, untuk memandang Dia yang tersalib dan mengaku, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"