Markus 16 (MAD2T*Mlm*22 Jan*Tahun 1)
Markus 16
Penjelasan Singkat
Kebangkitan Kristus
Isi Pasal
Kebangkitan dan kenaikan Yesus.
Judul Perikop
Kebangkitan Yesus (16:1-8)
Yesus beberapa kali menampakkan diri dan mengutus murid-murid-NyaYesus terangkat ke sorga (16:9-20)
Tafsiran: Perempuan pada masa Yesus hidup merupakan kaum terpinggirkan, yang secara status dan kedudukan tidak terlalu dipandang di tengah masyarakat Timur. Akan tetapi, perempuan dalam perjalanan kehidupan Yesus di dunia memberi peran yang sangat penting dan berharga.
Detik-detik terakhir Yesus di dunia, beberapa perempuan tetap disebut. Ketika Yesus disalib, beberapa perempuan tetap memperhatikan meski dari kejauhan (Mrk. 15:40). Ketika Yesus dikuburkan, Maria Magdalena dan Maria Ibu Yesus pergi melihat tempat Yesus dimakamkan (Mrk. 15:47). Perempuan-perempuan itulah yang sejak pagi-pagi bergegas pergi ke kubur Yesus untuk mengurus jenazah-Nya (Mrk. 16:1-2). Meski mereka sadar bahwa mereka tidak mampu menggulingkan batu pintu kubur dan bingung siapa yang akan melakukannya, namun mereka tetap pergi juga (Markus 16:4-5). Kebingungan mereka tidak berlarut-larut, karena batu pintu kubur telah terguling (Markus 16:5). Yang mengejutkan adalah kehadiran seorang muda di dalam kubur itu (Markus 16:5). Melalui orang muda itu, para perempuan yang kebingungan itu mengetahui apa yang telah terjadi: Yesus sudah bangkit! (Markus 16:6).
Melalui firman Tuhan kita belajar bagaimana meresponi kebangkitan Yesus. Pertama, jangan takut (Markus 16:6). Kematian dan kebangkitan Yesus bukan hal yang menakutkan. Kematian dan kebangkitannya seharusnya meneguhkan iman dan kepercayaan kita, sebagaimana yang Paulus dalam 1Kor. 15:14. Ia telah bangkit dari kematian sehingga kepercayaan kita tidaklah sia-sia. Kedua, pergi beritakan (Markus 16:7). Kematian dan kebangkitan Kristus seharusnya bukan berita yang kita simpan untuk diri sendiri. Berita kesaksian itu haruslah dikabarkan kepada semua orang sehingga banyak orang dapat mengenal dan percaya kepada-Nya. Para perempuan itu, meski dengan kegentaran, kedahsyatan, dan ketakutan dalam diri, mereka tetap menyampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan para murid lainnya (Markus 16:8).
Renungkan: Sudahkah kita memberitakan Juruselamat yang bangkit itu kepada orang lain di sekitar kita? [MF]
Menjadi saksi terkadang tidak mudah karena belum tentu orang lain percaya dengan kesaksian kita. Seperti itu yang dialami oleh Maria Magdalena dan dua orang murid. Ketiga orang ini menjadi saksi kebangkitan Yesus karena mereka mengalami perjumpaan dengan Yesus yang bangkit (Markus 16:9, 12).
Mereka tidak berdiam diri mengetahui kebangkitan Guru yang mereka kasihi. Baik Maria Magdalena maupun kedua murid Yesus, dalam momen terpisah, segera memberitahukan berita gembira itu kepada para murid lainnya yang sedang berduka (Markus 16:10, 13). Namun apa yang mereka dapat? Kesaksian mereka tidak dipercaya oleh para murid lainnya (Markus 16:11, 13). Hal ini dapat dimengerti karena perempuan dalam tradisi pada masa itu dianggap rendah dan tidak layak untuk menjadi sumber dari suatu berita apalagi kebenaran tentang kebangkitan Tuhan.
Mengetahui kedegilan dan ketidakpercayaan para murid, Yesus menampakkan diri kepada mereka semua dan menegur ketidakpercayaan mereka (Markus 16:14). Setelah peristiwa itu, barulah para murid percaya akan kebangkitan Yesus. Inilah saat bagi Yesus untuk memberikan amanat agungNya kepada mereka untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia (Markus 16:15-18) dan para murid pun menaati-Nya (Markus 16:20).
Seperti para murid, iman kita kepada Yesus mungkin sangat kecil. Mungkin ada saat di mana kita meragukan Dia sebagai Allah dalam kehidupan kita. Akan tetapi, Yesus tidak akan membiarkan kita berada dalam keraguan terus-menerus. Ia mungkin tidak menampakkan diri secara langsung seperti kepada para murid, namun Ia mampu memakai berbagai cara di hidup kita untuk membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang dapat diandalkan.
Renungkan: KebangkitanNya dari kematian menjadi bukti paling kuat bahwa maut pun mampu dikalahkan-Nya. Karena itu, jangan meragukanNya. Pergilah, beritakan kabar keselamatan itu kepada semua orang. [MF]