Markus 6 (MAD2T*Mlm*17 Jan*Tahun 1)

Markus 6

Penjelasan Singkat
Kristus berjalan di atas air

Isi Pasal
Dua belas rasul diutus untuk berkhotbah. Pembunuhan Yohanes Pembaptis. 5000 orang diberi makan. Yesus berjalan di atas air. Yesus menyembuhkan banyak orang di Genesaret.

Judul Perikop
Yesus ditolak di Nazaret (6:1-6)
Yesus mengutus kedua belas rasul (6:6-13)
Yohanes Pembaptis dibunuh (6:14-29)
Yesus memberi makan lima ribu orang (6:30-44)
Yesus berjalan di atas air (6:45-52)
Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (6:53-56)

Tafsiran: Tak ada tempat seistimewa Nazaret. Selama tiga puluh tahun Anak Allah tinggal di kota itu. Selama itu pula penduduk Nazaret menyaksikan bagaimana Dia hidup.

Yesus meninggalkan Nazaret sebagai tukang kayu. Ia kembali ke sana sebagai seorang rabbi, lengkap dengan murid-murid. Saat Yesus mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat mungkin merupakan saat pertama kali orang-orang di daerah itu mendengar Dia mengajar. Bagaimana reaksi mereka? Mereka heran dan bertanya-tanya. Sepengetahuan mereka, Yesus adalah anak tukang kayu. Di dalam budaya Yahudi pada waktu itu, anak seorang tukang kayu akan diajar untuk menjadi tukang kayu juga. Lalu dari mana Yesus mendapat kemampuan dan kuasa untuk mengajar? Pengenalan mereka terhadap keluarga dan kehidupan Yesus sebelumnya membuat mereka sulit menerima bahwa Ia bukan manusia biasa. Keheranan mereka bukanlah wujud kekaguman melainkan suatu gugatan karena tidak dapat menerima kenyataan itu. Bagaimana reaksi Yesus? Yesus menerima penolakan itu sebagai bagian dari harga yang harus dibayar (ayat 4). Penolakan orang Nazaret untuk percaya pada Yesus membuat Yesus tidak mengadakan banyak mukjizat di tempat itu (ayat 5-6a). Ketidakpercayaan mereka membuat Tuhan tidak berkarya. Karya Tuhan bukan untuk ditonton, tetapi untuk diimani.

Salah satu tekanan dalam Injil Markus adalah Yesus melakukan mukjizat sebagai respons terhadap iman dalam diri seseorang (band. Kis. 14:9-10). Yang dimaksud bukanlah orang yang belum percaya, melainkan orang yang menolak untuk percaya. Orang-orang semacam ini bukan belum mengenal Yesus sama sekali. Mereka sudah mendengar pengajaran Yesus. Mereka juga sudah mendengar berita-berita tentang mukjizat yang Dia lakukan. Namun respons mereka adalah tidak mau percaya. Lalu untuk apa Tuhan menunjukkan karya dan kuasa-Nya terhadap orang semacam itu? Bila berharap mukjizat-Nya terjadi atas diri kita, mari kita tanya diri sendiri: makin berimankah kita pada Yesus?

Beberapa pelayan Tuhan frustasi ketika pelayanan mereka tidak berhasil. Hal ini diakibatkan karena mereka ingin menentukan tempat, cara, dan hasil pelayanan mereka.

Konsep pelayan Kristus terletak pada teladan Kristus (6b). Mereka dipanggil secara pribadi, tetapi diutus "berdua- dua". Dalam ladang pelayanan, mereka diperlengkapi dengan kuasa Allah untuk mengalahkan roh Jahat (Markus 6:7). Selain itu, pelayan tidak boleh mengandalkan hal- hal lahiriah (Markus 6:8). Mereka dapat membawa tongkat sebagai lambang pelayanan yang tidak mudah. Mereka hanya boleh memakai sandal (sesuatu yang ringan untuk perjalanan jauh dan tanpa menambah beban) (Markus 6:9). Kalau pelayanan mereka diterima, itu karena kabar baik yang diberitakan. Kalaupun kondisi ladang pelayanan buruk, mereka harus bertahan sampai Tuhan perintahkan mereka pergi. Andaipun mereka gagal membawa jiwa maupun ditolak, maka mereka sebaiknya meresponsnya dari sudut pandang Tuhan dan bukan dari kekecewaan pribadi (Markus 6:11).

Cara mengebaskan debu mengikuti tradisi Yahudi ortodoks yang menunjukkan bahwa tanah atau orang tersebut bukanlah umat Tuhan. Pelayan Tuhan harus memberi respons panggilan dengan pergi dan memberitakan pertobatan (Markus 6:12). Mereka wajib mengusir roh-roh jahat. Pengolesan minyak dapat menjadi simbol penyertaan Roh Kudus, meski secara fisik Tuhan dapat memberi kesembuhan kepada pribadi-pribadi yang membutuhkan tanda dari Tuhan (Markus 6:13).

Setiap pelayan harus memiliki panggilan yang jelas. Pelayanan juga membutuhkan rekan kerja dan dukungan dari orang lain. Keterbatasan dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan mengajar pelayan untuk merendahkan diri dan mengandalkan Tuhan saja. Banyak pelayan berharap pelayanan mereka berhasil karena memenangkan banyak jiwa. Tetapi dalam teks ini, pelayan diajar untuk merendahkan hati bahkan diri mereka. Yang diutamakan bukan kecakapan pribadi, melainkan isi berita keselamatan yang membawa pertobatan atas dosa. Saat melayani Tuhan, lakukanlah dengan cara Tuhan! [TNT]

Siapa bilang Herodes sudah mati hati nuraninya? Buktinya saat ia mendengar berita marak tentang Yesus yang semakin populer, ia langsung menyimpulkan bahwa Yesus itu adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari kematian. Kesimpulan ini pasti timbul dari rasa bersalah yang menghantui Herodes karena telah membunuh Yohanes.

Ada hal menarik saat kita mempelajari relasi Herodes dengan Yohanes Pembaptis. Di satu sisi, Herodes menganggap Yohanes orang suci, berita-beritanya berasal dari Tuhan. Berita Yohanes adalah berita pertobatan dan mengarahkan orang kepada Mesias yang akan datang. Herodes ?senang? mendengarkan Yohanes (Markus 6:20). Di sisi lain, Herodes marah terhadap Yohanes karena Yohanes telah mempermalukannya dengan menegur di depan umum akan perzinaannya dengan Herodias (Markus 6:17-19). Itu sebabnya Herodes memenjarakan Yohanes, tetapi tidak sampai membunuhnya. Lain cerita dengan Herodias yang sakit hati dan dendam, ia mencari kesempatan untuk menyingkirkan Yohanes. Kesempatan itu datang saat putri Herodias mendapatkan janji dari Herodes untuk meminta apa saja. Herodes yang terjebak janjinya sendiri tidak berani menolak permintaan yang seharusnya gugur demi kebenaran, yaitu membunuh orang benar. Herodes lebih mementingkan status dan jabatan sebagai Raja karena itu yang menjadi pusat hidupnya.

Tanpa pertobatan sejati, nurani kita hanya akan menghantui kita. Dosa yang tidak dibereskan membawa rasa bersalah berkepanjangan. Bisa jadi nurani itu kemudian diredam sampai tidak terasa lagi, kebal. Saat itu, kesempatan bertobat pun menipis. Apa lagi orang dalam posisi atau jabatan seperti Herodes. Perbuatan dosanya pasti berdampak bukan hanya pada dirinya atau keluarganya, tetapi juga pada masyarakat yang dipimpinnya. Oleh karena itu, siapa pun Anda jangan pernah menyimpan dosa dan menekan hati nurani Anda. Bereskan dosa Anda di hadapan Tuhan. Minta Dia menyucikan hati nurani Anda. Jangan biarkan gengsi meredam kesempatan bertobat!

Pelayanan Yesus selalu didasari belas kasih-Nya kepada orang-orang yang sesat bak domba tanpa gembala (Markus 6:34). Begitu padat pelayanan Yesus, begitu banyak kebutuhan yang mau dilayani, sehingga waktu untuk beristirahat maupun makan tidak sempat (Markus 6:31). Bahkan rencana Yesus dan para murid menarik diri ke tempat sunyi dan beristirahat tidak bisa terealisasi dengan baik. Orang banyak mendatangi tempat mereka akan beristirahat.

Dorongan kasihlah yang membuat Yesus tetap melayani mereka. Makan dan istirahat pun terlupakan. Yang terpenting saat itu adalah melayani kelaparan rohani orang banyak. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka (Markus 6:34). Menjelang malam, kegelisahan menyelimuti pikiran para murid tentang orang banyak. Mereka ini butuh makanan. Maka para murid mengusulkan agar orang banyak mencari makanan mereka masing-masing. Namun, Yesus menyuruh para murid untuk memberi orang banyak tersebut makan (Markus 6:37). Suatu hal yang rasanya tidak mungkin para murid lakukan. Kalau makan untuk diri mereka sendiri saja tidak bisa mereka penuhi, bagaimana dengan orang sebanyak itu? Darimana makanan datang? Setelah diperiksa ternyata ada lima roti dan dua ekor ikan. Makanan itulah yang dibawa kepada Yesus. Yesus memberkatinya, memecahkannya, dan membagikannya kepada para murid untuk didistribusikan. Orang banyak makan sampai kenyang bahkan masih bersisa sangat banyak. Suatu kenyataan yang luar biasa. Hal itu terjadi karena ketajaman mata rohani yang sangat dalam dari Yesus. Yesus menangani kelaparan rohani dan jasmani sekaligus. Sebuah pembelajaran buat para murid Yesus yang melihat dengan mata kepala sendiri pelayanan yang holistik ini dan juga buat kita yang membaca kisah ini.

Apakah pelayanan kita digerakkan oleh belas kasih Kristus yang terlebih dahulu sudah kita alami? Belas kasih itulah yang akan memampukan kita berkurban dalam melayani, menajamkan kepekaan hati kita dalam melihat kebutuhan orang banyak serta ketaatan untuk melakukan tindakan konkret. Semua demi kemuliaan Tuhan.

Banyak contoh para misionari yang mendatangi daerah-daerah sulit. Mereka mendatangi suatu daerah dengan kondisi yang sangat jauh berbeda dengan kondisi asal mereka, tetapi mereka tetap setia melayani bahkan mereka tinggal lama di sana dan hati mereka melekat di sana sampai mereka meninggal. Mengapa mereka melakukan hal tersebut? Karena kasih Allah menggerakkan mereka. Apa yang mereka lakukan adalah suatu pelayanan yang terus menerus bergerak mencari dan membawa orang kepada Tuhan Yesus. Hal ini sudah dicontohkan oleh orang-orang sebelum mereka, oleh para martir, oleh para rasul, juga oleh Yesus sendiri.

Bacaan hari ini menyatakan bahwa Yesus dan murid-muridnya tidak berhenti bergerak, melayani dari satu tempat ke tempat lain. Kebutuhan ada di mana-mana. Ke mana pun mereka pergi, banyak orang sudah menantikan mereka. Mereka pun terus menerus bergerak aktif melayani manusia yang membutuhkannya. Tuhan Yesus memberikan contoh bahwa Ia mengajar dan melayani di mana saja, di kampung, di desa, di kota, di pasar, dan di tempat lain-lain yang mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang termasuk juga pelayan Tuhan. Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya kepada semua orang yang datang kepada-Nya, bahkan lewat jumbai jubah-Nya pun kuasa-Nya menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Tuhan Yesus juga mengutus anak-anak-Nya untuk terus bergiat dalam pelayanan kasih-Nya. Mengapa? Karena Ia mengasihi semua manusia. Ia ingin menyatakan kasih dan kuasa-Nya melalui setiap orang yang sudah terlebih dahulu mengalaminya kepada mereka yang belum mengenal-Nya. Dia adalah sang empunya pelayanan dan sang pemilik hidup manusia. Mungkin kita tidak dipanggil untuk berkeliling memberitakan kabar baik dan menyatakan kuasa kasih-Nya. Akan tetapi, setiap kita pasti dipercayakan pelayanan-Nya. Maukah kita memiliki hati Kristus? Dengan setia melayani Dia di mana pun Tuhan tempatkan? Dengan bentuk pelayanan apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)