Markus 8 (MAD2T*Mlm*18 Jan*Tahun 1)

Markus 8

Penjelasan Singkat
Memberi makan orang banyak

Isi Pasal
4000 orang diberi makan. Arti tentang ragi dijelaskan. Orang buta di luar Betsaida disembuhkan. Pengakuan iman Petrus. Nilai satu jiwa.

Judul Perikop
Yesus memberi makan empat ribu orang (8:1-10)
Orang Farisi meminta tanda (8:11-13)
Tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes (8:14-21)
Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida (8:22-26)
Pengakuan Petrus (8:27-30)
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia (8:31--9:1)

Tafsiran: Pengalaman adalah guru yang paling baik, demikian kata pepatah. Melalui pengalaman, seharusnya orang bisa mempelajari banyak hal.

Pengalaman murid-murid Yesus ketika melihat mukjizat pemberian makan untuk lima ribu orang rupanya tidak membuat mereka belajar mengenal Yesus. Sudah tiga hari orang banyak mengikuti Yesus, tetapi murid-murid tidak mengingatkan Dia bahwa orang banyak itu perlu makan. Tampaknya belum peka hati mereka terhadap orang banyak. Ketika Yesus menyatakan belas kasihan-Nya kepada orang banyak itu, murid-murid tidak memberikan tanggapan positif. Meski perkataan Yesus seharusnya mengusik mereka, para murid melupakan bahwa Yesus berkuasa dan mampu melakukan apa yang tidak mungkin dilakukan manusia biasa. Mereka apatis dan pasif. Seolah tidak mau susah-susah memikirkan bagaimana mereka bisa memberi makan orang sejumlah empat ribu di tempat yang terpencil seperti itu. Betapa sabar Yesus menghadapi murid-murid-Nya yang kurang beriman dan kurang kenal hati-Nya. Meski mereka melupakan pelajaran yang telah Dia berikan, Dia bersedia mengulanginya kembali agar murid-murid-Nya sungguh-sungguh mengenal Dia.

Mungkin kita heran, begitu cepatkah para murid melupakan mukjizat Yesus yang menakjubkan itu? Bukankah peristiwa itu begitu luar biasa dan sulit dilupakan? Namun mari kita menengok ke dalam diri kita sendiri. Cobalah mengingat-ingat perkara-perkara yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Sudah berapa kali doa kita dijawab Tuhan? Sudah berapa kali Tuhan menolong kita? Bukankah setelah itu pun masih ada masa-masa kita merasa apatis, putus asa, atau mengira bahwa Tuhan tidak akan menolong? Lalu harus bagaimana? Tetap labuhkan jangkar iman Anda pada Dia. Tetaplah berjalan memegang tangan-Nya meski keraguan terkadang menggoda Anda. Dia adalah Guru yang setia, yang senantiasa sabar untuk membimbing kita tetap beriman pada-Nya.

Biasanya seseorang dapat mengerti kalau sudah melihat, mendengar, dan melakukan sesuatu, kecuali dia menolak untuk mempertahankan pengertiannya.

Dalam teks ini, ada 2 kelompok yang "belum mengerti" tentang Yesus. Yang pertama, orang Farisi. Mereka sengaja datang untuk menguji Yesus. Mereka datang bukan untuk melihat kuasa-Nya melalui "tanda dari sorga", melainkan mencari kelemahan-Nya untuk menjatuhkan-Nya (Markus 8:11). Hal ini membuat Yesus bersedih hati atas kemarahan dan kekerasan hati mereka menolak percaya kepada-Nya (Markus 8:12).

Yang kedua, para murid Yesus. Lalu Yesus pergi bersama murid-murid-Nya ke seberang (Markus 8:13). Yesus mengingatkan mereka tentang bahaya pengajaran orang-orang Farisi dan Herodes yang baru mereka temui. Orang Farisi dapat mengatakan yang benar dari pengajaran Musa, tetapi mereka mencampurkannya dengan tradisi Yudaisme (Markus 8:15). Tetapi istilah "ragi" yang Yesus sebutkan membuat para murid saling mempersalahkan satu sama lain karena mereka hanya membawa 1 roti dalam perjalanan (Markus 8:14, 16). Yesus menegur keras karena mereka belum mengerti (Markus 8:17, 21), bahkan disebut "degil hati ". Yesus menyebut mata dan telinga mereka yang telah melihat dan mendengar seharusnya mengerti siapakah Yesus itu (Markus 8:17). Ia baru saja mengubah roti dan ikan dalam jumlah sedikit menjadi sangat banyak untuk dikonsumsi 5000 dan 4000 orang, bahkan banyak sisanya (Markus 8:18-20).

Tuhan mengetahui dasar hati manusia. Tiada hal apapun yang tertutup bagi-Nya. Tuhan sedih ketika kita memilih untuk mengeraskan hati meski sudah banyak mendengar Firman. Orang-orang yang lebih lama mengenal dan melayani bersama Yesus belum tentu memiliki iman dan pengertian yang lebih benar akan Tuhan. Karya Tuhan di masa lampau dalam kehidupan kita bertujuan untuk meletakkan dasar iman yang teguh.

Ingatlah karya Tuhan yang telah dialami di waktu lampau. Berhati-hati akan pengajaran yang tidak berasal dari Tuhan! Jangan keraskan hati untuk percaya kepada-Nya! [TNT]

Mengapa orang buta tersebut tidak langsung mengalami kesembuhan setelah dijamah Yesus? Apakah kuasa Tuhan Yesus kurang? Atau iman orang buta tersebut kecil? Atau adakah pembelajaran tertentu yang hendak disampaikan Tuhan Yesus melalui peristiwa penyembuhan ini?

Kuasa Tuhan Yesus pasti tidak kurang untuk menyembuhkan orang buta ini. Bukankah karya-karya mukjizat Yesus sebelum ini menghasilkan kesembuhan sempurna. Dari pertanyaan Yesus kepada orang buta itu (Markus 8:23), kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa orang buta ini mungkin kurang beriman. Ia ragu sehingga ia belum mengalami kesembuhan sempurna. Ini mungkin mirip dengan kejadian di Nazaret (Mrk. 6:1-5). Yaitu, karena kurangnya iman penduduk Nazaret, Yesus pun tidak bisa berbuat banyak untuk mereka.

Namun, sudah pasti peristiwa penyembuhan orang buta ini memiliki fungsi pengajaran untuk para murid Yesus dan para pembaca Injil Markus. Kisah penyembuhan ini diletakkan di antara kisah-kisah sebelumnya yang memaparkan kebutaan atau kepicikan rohani para murid dan juga pemuka agama, dan kisah-kisah sesudahnya seperti pengakuan iman Petrus (Markus 8:27-30) dan kisah pemuliaan Tuhan Yesus (Markus 9:2-13) yang menyatakan anugerah Tuhan yang mencelikkan mata rohani para murid. Kisah penyembuhan ini menjadi suatu petunjuk bahwa kalau bukan anugerah Tuhan, tidak mungkin seseorang bisa celik rohani. Demikian juga iman berperanan dalam kesembuhan tersebut. Hanya anak-anak Tuhan yang menyambut karya Tuhan dengan hati terbuka akan melihat kesempurnaan karya Tuhan dalam hidup mereka.

Mari kita jujur dengan diri kita sendiri dan tentu kepada Allah karena Dia Mahatahu. Adakah keraguan dalam iman kita yang mengaburkan penglihatan kita akan kuasa dan karya-Nya yang dahsyat? Kalau ya, segera tundukkan kepala Anda dan mohon pengampunan-Nya. Mintalah iman kepada Dia yang pasti akan memberikannya kepada yang meminta dengan tulus! Nyatakan iman itu dengan tindakan memercayai Yesus dan hidup melayani-Nya dengan sungguh-sungguh.

Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kaisarea Filipi. Tempat ini adalah tempat politik penting di mana kaisar diakui sebagai Tuhan. Tempat ini juga merupakan supermarket berhala, tempat orang-orang memilih dewa-dewi untuk dibeli dan disembah. Maka, kita melihat bahwa pertanyaan Yesus mengenai siapa diri-Nya diajukan pada konteks yang tepat.

Yesus memulai dengan pertanyaan mengenai apa yang orang-orang katakan tentang Dia. Ini adalah kebiasaan masyarakat Mediterania purba. Zaman itu, identitas ditentukan bukan oleh diri sendiri, tetapi oleh komunitas. Identitas itu ditegaskan ulang oleh orang-orang lain. Maka, meskipun tentu Yesus mengetahui jawaban dari pertanyaan-Nya, di sini Ia benar-benar ingin mengetahui apa kata orang-orang dan ingin mendapatkan konfirmasi dan identifikasi dari murid-murid-Nya. Penilaian orang-orang lain menunjukkan ketidakmengertian mereka bahwa Yesus adalah yang akan menjadi penyelamat umat manusia sampai setuntas-tuntasnya.

Para murid pun ditanyai Yesus, "Menurut kamu ...". Petrus mewakili para murid dan menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, orang yang diutus dan diurapi Tuhan. Di sini Petrus menunjukkan bahwa bagi dirinya Yesus sungguh-sungguh bermakna. Kebenaran bukan hanya di otak, tetapi Petrus sungguh memahami bahwa Kristus itu adalah Mesias "bagi saya", "buat saya", "untuk saya". Sayang sekali, pemahaman Petrus keliru. Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah Mesias yang akan menderita, dan mati, tetapi akan menang. Petrus bingung. Ia tidak siap menghadapi kenyataan bahwa Mesias harus menderita. Memang, kebenaran itu sudah ditunjukkan dalam hubungan personal, hanya ia masih harus merevisinya.

Renungkan: Kristus bukanlah doktrin, tetapi Penyelamat Anda secara pribadi, sekarang dan di sini. Siapakah Kristus bagi Anda? Siapkah Anda merevisi pemahaman Anda tentang Dia?

Pengakuan kita terhadap seseorang menunjukkan bahwa kita bukan sekadar tahu namanya, tetapi juga diri orang tersebut secara menyeluruh.

Yesus mengkonfirmasi pengenalan para murid tentang siapakah diri-Nya sewaktu mereka di wilayah Kaisarea Filipi. Yesus menanyakan pendapat orang, kemudian pendapat murid-murid sendiri (Markus 8:27-29). Variasi penyebutan nama Yesus oleh orang lain maupun murid-murid menunjukkan pemahaman dan harapan mereka tentang Dia. Petrus menjawab Yesus adalah Mesias. Penyebutan ini harusnya disertai pemahaman tugas kemesiasan Yesus. Tetapi, Yesus tidak ingin identitas-Nya diberitakan saat itu (Markus 8:30). Hal ini mengingat penderitaan yang akan segera dialami-Nya (Markus 8:31). Keterusterangan Yesus dibantah oleh Petrus (Markus 8:32). Karena itu Yesus menegurnya secara keras dengan sebutan Iblis (Markus 8:33). Petrus memikirkan Mesias yang dikehendakinya, bukan yang diinginkan Allah.

Yesus memaparkan syarat- syarat mengikuti-Nya dengan cara menyangkal diri, memikul salib, dan rela kehilangan nyawanya (Markus 8:34-37). Yesus menuntut pengakuan akan diri-Nya di tengah-tengah orang berdosa ini (Markus 8:38-39). Yesus juga menyatakan ada orang di antara mereka yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah tanpa mengalami kematian [mungkin kematian fisik, lebih tepat kematian rohani] (Markus 9:1).

Tuhan menginginkan kita berani mengakui-Nya dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Pengakuan di mulut saja tidak cukup. Tuhan menginginkan kita juga memahami pikiran, rencana, dan syarat-syarat mengikut- Nya. Ketika kita mengakui Yesus sebagai TUHAN dan Mesias bagi diri kita, maka kita harus menerima cara-Nya menyelamatkan kita. Meski berat, itu semua menunjukkan pengakuan yang benar akan Tuhan sehingga dapat menjadi kesaksian bagi orang lain lewat kehidupan kita.

Akuilah Tuhan dalam hidupmu. Taati dan lakukan segala perintah-Nya! Jangan ciptakan Tuhan menurut pemikiran dan keinginan kita. Dengan begitu, Tuhan Yesus akan diakui dalam mulut dan tindakan kita. [TNT]

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)