Matius 14 (MAD2T*Mlm*07 Jan*Tahun 1)
Matius 14
Penjelasan Singkat
Yohanes Pembatis dipenggal
Isi Pasal
Kekacauan hati Herodes dan pembunuhan Yohanes Pembaptis. 5000 orang diberi makan. Yesus berjalan di atas air.
Judul Perikop
Yohanes Pembaptis dibunuh (14:1-12)
Yesus memberi makan lima ribu orang (14:13-21)
Yesus berjalan di atas air (14:22-33)
Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (14:34-36)
Tafsiran: Benda apa yang biasanya dijadikan sebagai hadiah? Macam-macam. Mulai dari benda yang kecil, seperti sapu tangan, sampai yang canggih seperti telepon genggam.
Namun siapa yang pernah menyangka bila anak perempuan Herodias meminta kepala Yohanes Pembaptis sebagai hadiah atas kepandaiannya menari pada hari ulang tahun Herodes (ayat 6-8). Mungkin saja orang akan heran dan bertanya-tanya, mengapa gadis itu begitu sadis. Ternyata ada dalang yang mengatur permintaan tak berperikemanusiaan itu. Dialah Herodias, istri Herodes, yang sebenarnya tidak sah. Tidak sah? Ya, karena Herodias sebenarnya adalah istri dari saudara Herodes. Lalu mengapa Herodias menginginkan kepala Yohanes Pembaptis? Karena Yohanes berulang kali memperingatkan Herodes mengenai perkawinan yang salah itu. Herodes yang marah kemudian memenjarakan Yohanes. Sebenarnya dia ingin membunuh Yohanes, hanya saja dia takut pada reaksi orang banyak. Namun Herodias rupanya tidak puas bila Yohanes hanya dipenjarakan. Karena itu dia memikirkan cara terbaik untuk melenyapkan Yohanes dari muka bumi ini supaya tidak ada lagi yang meributkan perkawinannya.
Meski termasuk kelompok bangsawan, perilaku Herodias tak beda dengan pelaku kriminal. Status sebagai anggota keluarga kerajaan membuat Herodias merasa bisa melakukan apa saja, termasuk mengambil nyawa orang! Tak ada rasa bersalah sedikit pun!
Sungguh berbahaya orang yang hati nuraninya mati. Dan matinya hati nurani Herodias sebenarnya sudah terlihat sejak ia menikahi saudara suaminya. Namun kita yang telah mengenal Kristus hendaknya tidak memelihara dosa dan membiarkannya tumbuh subur di hati kita. Bila kita telah melakukan dosa, jangan pernah melarikan diri dari rasa bersalah yang muncul di hati kita. Melainkan datanglah pada Tuhan Yesus, Penebus dosa kita. Akuilah kesalahan yang telah kita lakukan dan mintalah pengampunan-Nya. Dan sesudah itu, jangan berbuat dosa lagi!
Pemahaman awal yang membatasi pengenalan selanjutnya. Kadang-kadang pertemuan pertama dengan seseorang memberikan penilaian tertentu dan tidak jarang membuat kita malas mengadakan pertemuan selanjutnya. Sebaliknya bila pertemuan awal dengan seseorang memberikan kesan positif, membuat kita begitu antusias untuk mengadakan pertemuan demi pertemuan selanjutnya. Para murid telah bertemu dan bersama Yesus beberapa lamanya, tetapi masih memiliki pemahaman awal sehingga membatasi pengenalan selanjutnya. Para murid masih mengenal- Nya sebagai Guru, manusia biasa.
Yesus ingin para murid-Nya semakin mengenal-Nya, bukan hanya sebagai Guru, tetapi sebagai Anak Manusia dan Mesias yang dinantikan.
Pertama, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan bagi kebutuhan jasmani sehari-hari (ayat 17-21). Sebelumnya murid-murid mengenal-Nya sebagai Guru yang berkuasa atas segala penyakit. Mereka tidak pernah mengira bagaimana Yesus dapat melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan sehingga memuaskan beribu-ribu orang. Pemahaman awal bahwa Yesus hanya sebagai Tabib telah membatasi para murid untuk menyerahkan 5 roti dan 2 ikan pada kuasa Yesus.
Kedua, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang berkuasa atas alam (ayat 25-33). Ketika mereka berada di tengah kegelapan malam, di tengah ombak angin sakal, mereka terkejut dan sangat ketakutan melihat Seorang berjalan di atas air. Pemahaman mereka bahwa setan yang biasa melakukan hal-hal yang supranatural telah membatasi pengenalan mereka akan Yesus. Tak seorang murid pun mengenali Yesus. Baru setelah Yesus menyatakan diri-Nya, maka semuanya tenang.
Ketiga, Yesus menyatakan bahwa hanya bersama Dia maka mereka dapat mengatasi ketakutan, kekuatiran, dan pergumulan hidup. Petrus mulai tenggelam ketika mengalihkan perhatiannya bukan lagi kepada Yesus tetapi kepada gelombang, sehingga merasakan bahwa ia sendirian menghadapi tiupan angin dan gelombang.
Pengenalan akan Yesus seharusnya merupakan proses yang dinamis, bila kita tidak membatasinya dengan pemahaman awal yang salah. Tidak ada sesuatu pun yang mustahil bagi-Nya dari dulu, kini, dan selama- lamanya. Ia adalah Allah yang dinamis, yang tidak terbatas, yang selalu baru, dan yang kekal. Renungkan: Pemahaman-pemahaman awal apakah yang seringkali membatasi pengenalan kita akan Dia?