Matius 17 (MAD2T*Pagi*09 Jan* Tahun 1)
Matius 17
Penjelasan Singkat
Transfigurasi Kristus
Isi Pasal
Transfigurasi Yesus Kristus. Murid-murid yang tidak mampu menyembuhkan orang yang gila, dan Kristus yang Mahakuasa. Kebangkitan sekali lagi diberitahukan. Mujizat tentang uang pajak.
Judul Perikop
Yesus dimuliakan di atas gunung (17:1-13)
Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan (17:14-21)
Pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus (17:22-23)
Yesus membayar bea untuk Bait Allah (17:24-27)
Tafsiran: Tidak mudah menjadi murid Yesus dan tidak mudah menyangkal diri untuk sepenuh hati memikul salib yang dibebankan oleh-Nya. Kadang bisa timbul keraguan, apakah kehendak-Nya memang yang benar dan yang terbaik.
Para murid baru saja menerima pelajaran keras, yaitu mengakui Yesus sebagai Mesias berarti siap menerima konsekuensi menderita demi Dia. Maka para murid memerlukan penguatan. Peristiwa Yesus dimuliakan bukan hanya penting untuk meneguhkan misi-Nya, tetapi juga untuk membuka mata rohani murid-murid-Nya bahwa Dia memang Mesias yang dipilih Allah. Apa makna Yesus dimuliakan itu?
Pertama, Yesus adalah Mesias yang sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Musa mewakili Hukum Taurat yang sejak awal menjanjikan seorang Nabi yang akan datang untuk mengajarkan kebenaran sejati (Lih. Ul.18:18-19). Elia mewakili para nabi yang mengarahkan hati umat Israel untuk mengantisipasi datangnya Sang Mesias (ayat 2-3). Tuhan Yesus sendiri menerangkan bahwa Yohanes berperan sebagai Nabi Elia mempersiapkan orang banyak untuk menyongsong kedatangan diri-Nya (ayat 11-13). Kedua, Allah Bapa menyatakan perkenan-Nya atas diri Yesus berupa awan hadirat dan suara restu-Nya. Bapa memerintahkan murid-murid, yang diwakili oleh ketiga murid terdekat untuk memercayai Yesus dan pemberitaan-Nya (ayat 5).
Tanda-tanda kemuliaan Allah apakah yang boleh menguatkan gereja masa kini? Pertama, pertobatan yang terjadi ketika gereja mewartakan kebenaran Injil. Kedua, orang-orang yang percaya dan diubahkan oleh pemberitaan firman Tuhan bahwa Yesus memang satu-satunya Juruselamat manusia. Semua itu menjadi bukti bahwa apa yang dipercayai gereja adalah benar. Sekaligus menjadi penguat gereja untuk tetap setia walaupun di tengah-tengah penganiayaan.
Renungkan: Mukjizat terbesar adalah pertobatan. Itu bukti Yesus adalah Mesias.
Ada saat untuk menikmati persekutuan yang indah dengan Yesus, dan waktu seperti itu memang kita butuhkan. Namun ada saat untuk kembali pada tugas dan tanggung jawab kita sebagai utusan Allah di dalam dunia ini. Yesus pun demikian. Dalam transfigurasi, Ia sedemikian dekat dengan para hamba Tuhan PL dan dengan Bapa. Namun masih ada tugas yang harus Ia selesaikan di dunia ini. Tugas mempersiapkan para murid untuk meneruskan pelayanan-Nya.
Para murid ternyata memiliki iman yang sangat kecil. Ternyata mereka tidak sanggup menyatakan otoritas Allah yang sudah diberikan kepada mereka (lih. 10:1) untuk menyembuhkan seorang muda yang sakit ayan. Padahal iman sekecil biji sesawi sudah cukup bagi mereka untuk dapat melakukan perkara besar (ayat 20). Ternyata memang ada hal-hal khusus yang harus dipelajari dalam rangka mendemonstrasikan kuasa Kristus dalam dunia ini (ayat 21).
Para murid belum mengerti akan misi Guru mereka untuk mati demi menebus manusia berdosa. Juga bahwa kematian-Nya itu bersifat sementara, kemudian Ia akan bangkit dalam kemuliaan dan kemenangan oleh kuasa Bapa dan Diri-Nya sendiri (bdk. Yoh. 10:17-18). Itu sebabnya mereka sangat sedih mendengar pemberitahuan Yesus tersebut (ayat 23b).
Sebenarnya secara prinsip Yesus tidak perlu membayar pajak Bait Allah (ayat 26) karena bukankah Dia Sang Bait Allah sesungguhnya? Namun sebagai warga Yahudi, Yesus memberikan teladan kepada para murid dan juga kita dengan tunduk pada aturan hukum Taurat (Kel. 30:13). Prinsipnya jangan sampai kita menjadi batu sandungan hanya karena mempertahankan hak. Para murid dan juga kita dapat belajar bahwa dalam pelayanan kita, menyangkal diri termasuk menyangkal hak-hak kita perlu dilakukan dalam kerangka yang lebih luas, yaitu pengembangan Kerajaan Sorga.
Mari berguru pada Sang Guru Agung dan menjadi murid yang meneladani Dia sehingga pelayanan kita pun menjadi berkat untuk sesama.