Matius 19 (MAD2T*Pagi*10 Jan*Tahun 1)


Matius 19

Penjelasan Singkat
Kristus menyembuhkan yang sakit

Isi Pasal
Kristus dan pertanyaan tentang perceraian. Anak-anak kecil diberkati. Orang muda yang kaya. Tempat para rasul nantinya di dalam Kerajaan.

Judul Perikop
Perceraian (19:1-12)
Yesus memberkati anak-anak (19:13-15)
Orang muda yang kaya (19:16-26)
Upah mengikut Yesus (19:27-30)

Tafsiran: Sejak dulu, definisi dan peran seks diselewengkan. Seks bukan lagi ekspresi jasmani dari kasih suami dengan istrinya, tetapi turun derajat ke berbagai bentuk yang menghina natur manusia sebagai gambar Allah, mulai dari aktivitas rekreasi penuh hawa nafsu di luar lembaga pernikahan, tanda dominasi kekuasaan, bahkan diperjualbelikan. Kondisi ini kian parah karena multimedia menyebarluaskan persepsi sesat ini. Peran seks pun dirancukan: bukan lagi potensi manusiawi yang bisa dinikmati sepenuhnya dalam konteks hubungan suami-istri, tetapi diabsolutkan seakan jadi kebutuhan konsumtif mutlak dan dilepaskan dari pernikahan.

Nas ini tak hanya bicara perceraian, tetapi terutama tentang hubungan ideal antara suami-istri. Yesus mengawali ulasan-Nya dengan menggarisbawahi pengertian dasar tentang pernikahan, bahwa Allah yang menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan (Matius 19:4), bahwa seorang lelaki dan istrinya bersatu jadi satu daging (Matius 19:5), dan bahwa keduanya dipersatukan oleh Allah (Matius 19:6). Frasa "satu daging" (Matius 19:5-6), pertama-tama menunjuk pada hubungan seksual antara suami dengan istrinya, juga pada keintiman relasi antarpribadi yang mewarnai setiap sendi kehidupan keduanya di dalam berkeluarga. Karena alasan ini, apa yang telah Allah persatukan "tidak boleh diceraikan oleh manusia" (Matius 19:6) dan juga, bahwa anak-anak yang lahir dari keluarga seperti ini, mesti disambut dan tidak dihalang-halangi (Matius 19:14-15). Setelah memberi pemahaman dasar ini, Yesus menjelaskan keberadaan provisi tentang perceraian dalam Taurat, yang dikaitkan dengan "ketegaran hati" manusia (Matius 19:8). Lalu Yesus merespons komentar murid-Nya tentang pilihan seksualitas lain selain pernikahan, yaitu selibat. Tak semua orang "dikaruniai" panggilan untuk hidup selibat "oleh karena Kerajaan Sorga".

Seksualitas bukanlah musuh orang Kristen dan bukan elemen hawa nafsu yang perlu dihindari, tetapi bagian kesaksian kita. Kasih kepada suami/istri dan anak jika kita dipanggil untuk berkeluarga, kemurnian pengabdian jika kita dipanggil untuk selibat, adalah media untuk memproklamasikan bahwa Kerajaan Allah hadir kini, di sini.

Pada umumnya, orang datang ke gereja dengan kerinduan ingin bertemu Tuhan. Namun, ada juga mereka yang mengikut Tuhan karena kepentingan tertentu.

Terdapat tiga motivasi mengikut Yesus yang tampil di nas ini. Pertama, menganggap diri paling layak mengikut Tuhan, yang diwakili oleh sikap para murid Yesus. Mereka menganggap diri sebagai pengikut-Nya yang paling baik, paling tinggi rohaninya, paling berkuasa, sampai-sampai merasa berhak menentukan siapa yang boleh mendekati Yesus (ayat 13-15). Kedua, menganggap diri paling baik. Ini diwakili oleh seorang muda yang kaya. Pemuda ini merasa dirinya telah menjalankan semua perintah Allah dan mengikuti tata peraturan agama (ayat 16, 18, 20). Oleh karena itu, ia ini yakin bahwa dia pasti masuk surga. Pertanyaannya kepada Yesus bukan lahir dari ketulusan melainkan pameran kebaikan di hadapan orang lain. Ketiga, merasa paling banyak berkorban, diwakili Petrus. Bukankah harga sudah dibayar, tentu hasil melimpah harus diraup dan dinikmati (ayat 27).

Terhadap motivasi keliru ini Yesus menjawab tegas bahwa Dia melihat hati! Dia mengetahui siapa yang tulus hati seperti anak kecil sehingga beroleh anugerah Kerajaan Surga (ayat 14). Orang yang rendah hati, tidak terikat pada kekayaan adalah orang yang dikaruniai Kerajaan Surga (ayat 21). Sedangkan orang yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus, akan mendapatkan dirinya diperkaya dengan keluarga besar Allah (ayat 28-29). Sebaliknya mereka yang bertahan dalam motivasi keliru, kehilangan semuanya (ayat 30).

Gereja banyak berisikan orang-orang yang bermotivasi keliru dalam mengikut Yesus. Yang dicari bukan kemuliaan Tuhan, tetapi nama, kehormatan, dan keuntungan pribadi. Tuhan mengenal hati setiap anak-Nya. Hanya mereka yang tulus di hadapan-Nya akan menerima kasih karunia menikmati Kerajaan Surga.

Yang kulakukan: Menjaga motivasi diri tetap murni mengikut Tuhan.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)