Matius 23 (MAD2T*Pagi*12 Jan*Tahun 1)
Matius 23
Penjelasan Singkat
Orang-orang Farisi diungkap
Isi Pasal
Yesus mengutuk orang-orang Farisi karena kemunafikan mereka. Ratapan-Nya atas Yerusalem.
Judul Perikop
Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi (23:1-36)
Keluhan terhadap Yerusalem (23:37-39)
Tafsiran: Doktrin tanpa aplikasi adalah pengetahuan yang gersang (Matius 23:1). Lebih banyak orang pintar daripada orang baik. Demikian pula di kalangan para pemimpin rohani, terlebih mudah kita mencari hamba Tuhan yang pandai di mimbar daripada yang kaya teladan hidup rohani. Seringkali kita mendengar semakin dekat seorang bergaul dengan hamba Tuhan, semakin ia kecewa dengan kemunafikannya, karena apa yang diperbuat tidak sesuai dengan apa yang dikatakan.
Yesus mengenal dengan baik bagaimana kehidupan para pemimpin agama Yahudi: penindas (Matius 23:4), haus pujian (Matius 23:5), gila hormat (Matius 23:6-7), munafik dan batu sandungan (Matius 23:13-15), dan membuat peraturan rohani yang tidak benar (Matius 23:16-22). Mereka yang seharusnya menjadi panutan ternyata memakai topeng kesucian rohani untuk menyelubungi kebobrokan dan kemunafikan. Maka Yesus memperingatkan para murid- Nya untuk tidak mencontoh mereka (Matius 23:3) dan mengajarkan bagaimana seharusnya dedikasi murid-murid-Nya (Matius 23:8-10). Prinsip kebenaran bagi murid-murid-Nya bertolak belakang dengan prinsip dunia yang mengajarkan bahwa semakin tinggi kedudukan semakin dihormati dan ditinggikan (Matius 23:11- 12). Prinsip inilah yang seharusnya mendasari kehidupan para pemimpin rohani, bukan jabatan dunia yang penting tetapi jabatan di mata Allah yang diraih melalui kerendahan hati dan kesediaan direndahkan. Semakin seorang murid belajar bagaimana menyangkal keakuan dan kehormatan diri, maka dia akan semakin meninggikan Yesus, Gurunya. Seorang pelayan menyediakan dirinya melakukan segala pekerjaan demi menyenangkan tuannya, demikianlah seorang pelayan Tuhan yang berdedikasi kerendahan hati.
Tepat sekali bila Yesus berkali-kali menggunakan kata 'celakalah' untuk mengecam para pemimpin agama Yahudi. Sepertinya memang tidak ada lagi kata lain yang lebih tepat. Akibat perbuatan mereka yang paling fatal adalah menghalangi orang-orang masuk Kerajaan Sorga (Matius 23:13), karena mereka bukan membawa orang percaya kepada Yesus tetapi kepada diri mereka sendiri (Matius 23:15). Allah sendiri yang akan menghukum mereka karena penyesatan yang telah mereka lakukan.
Renungkan: Kesombongan rohani karena memiliki pengetahuan doktrin yang mendalam tanpa aplikasi hidup sesuai firman Tuhan, akan membawa jemaat dan diri sendiri tersesat dari jalan kehidupan kekal.
Kecaman keras Tuhan Yesus kepada pemuka-pemuka agama Yahudi ini menggunakan kata "celakalah!" dan menyebut mereka "munafik." Celaka artinya "sungguh mengerikan, sungguh berat Allah akan menghukum." Mereka dikecam keras karena kemunafikan mereka. Tindakan mereka menyimpang dari hukum Allah. Seharusnya hukum Allah menjadi kunci yang mereka pegang untuk menjaga Kerajaan Surga. Namun mereka justru menyalahgunakan kunci tersebut untuk kepentingan diri sendiri dan dengan demikian menghalangi orang-orang untuk masuk ke dalamnya (Matius 23:13).
Dengan kedok kesalehan mereka memeras para janda (Matius 23:14). Mereka mengambil keuntungan dari orang-orang yang lemah, yang memercayai mereka dan yang semestinya mereka tolong. Semangat misi mereka mempertobatkan orang pada kefarisian yang legalistik (Matius 23:15). Hasilnya adalah pengikut-pengikut dengan semangat legalistik. Mereka melemahkan keseriusan dan kekudusan sumpah/nazar (Matius 23:16-22). Motivasi mereka sendiri ialah untuk mendapatkan emas dan kurban dari mereka yang bersumpah. Mereka terjebak ritualisme dan mengabaikan keadilan sosial (Matius 23:23-24; bdk. Am. 5:21-24). Hati mereka penuh kebusukan padahal penampilan luar begitu mulia. Yesus mengilustrasikannya sebagai cawan yang luarnya bersih, tetapi di dalamnya penuh kotoran (Matius 23:25-26); dan kuburan yang luarnya bercat putih, tetapi dalamnya penuh tulang belulang (Matius 23:27-28). Mereka menolak pengajaran yang benar dari para nabi, walaupun mereka kelihatan sangat menghormatinya. Sejarah mencatat bagaimana mereka menganiaya dan membunuh para nabi tersebut.
Rangkaian sabda "celaka" ini ditutup dengan ratapan mengenai Yerusalem (Matius 23:37-39). Kemunafikan pemuka agama ini telah menggerogoti juga umat Tuhan! Betapa dahsyatnya hukuman yang akan menimpa pemimpin yang pada akhirnya menjadikan pengikut mereka jahat, bahkan lebih jahat daripada mereka (lihat ayat 15).
Maka jauhkanlah diri Anda dari kemunafikan dan legalisme yang pada akhirnya dapat menghancurkan!