Matius 8 (MAD2T*Mlm*04Jan*Tahun 1)

Matius 8

Penjelasan Singkat
Mujizat-mujizat Kristus

Isi Pasal
Yesus menyembuhkan orang sakit kusta, hamba perwira dan ibu mertua Petrus. Pernyataan murid-murid diuji. Meredakan angin ribut. Mengusir setan di Gadara.

Judul Perikop
Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (8:1-4)
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (8:5-13)
Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (8:14-17)
Hal mengikut Yesus (8:18-22)
Angin ribut diredakan (8:23-27)
Dua orang yang kerasukan disembuhkan (8:28-34)

Tafsiran: Matius mengatur Injilnya secara berselang-seling antara pengajaran Yesus mengenai kerajaan surga dan tindakan-Nya yang nyata sebagai wujud kehadiran kerajaan surga di bumi ini. Setelah pasal 5-7 menghadirkan pengajaran akan karakteristik kerajaan surga, pasal 8-9 memaparkan kuasa kerajaan surga di dalam tindakan Yesus demi penyelamatan umat manusia, yang bukan terbatas pada umat Yahudi saja. "Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama? di kerajaan sorga" (Matius 8:11).

Kuasa Yesus sebagai Raja dalam kerajaan surga nyata lewat karya-Nya. Pertama, Ia melenyapkan penyakit kusta (Matius 8:3), kelumpuhan (Matius 8:13), dan demam (Matius 8:15). Kusta melambangkan dosa dan kenajisan. Penderita kusta bukan hanya secara fisik menderita, secara sosial pun tersingkirkan dari masyarakat. Karya kerajaan Allah adalah pemulihan baik fisik, sosial, maupun rohani. Si pemilik hamba yang sakit lumpuh adalah orang asing. Karya kerajaan surga berlaku bagi orang nonYahudi, berlaku universal. Demam, sebagai penyakit biasa, maupun berbagai penyakit karena kuasa kegelapan takluk pada Sang Raja kerajaan surga. Suatu demonstrasi kuasa yang mengatasi langit dan bumi.

Kedua, Sang Raja kerajaan surga berdaulat menentukan siapa yang menjadi anggota kerajaan-Nya (Matius 8:18-22). Seorang penafsir mengatakan bahwa seorang ahli Taurat mau menjadi pengikut Yesus adalah suatu mukjizat (Matius 8:19). Menjadi anggota kerajaan surga bukan pilihan atau usaha manusia, tetapi ketetapan dan anugerah Allah. Ketiga, alam yang dahsyat dan menakutkan tunduk pada otoritas Sang Raja dan Penguasa alam semesta (Matius 8:26).

Karya Yesus di awal pelayanan-Nya ini mendemonstrasikan kuasa kerajaan surga, yaitu penegakan kembali kedaulatan Allah dalam dunia ini. Setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah anggota-anggota Kerajaan Allah. Bukan hanya kita akan mengalami kuasa-Nya yang nyata dalam mengatasi setiap pergumulan atau krisis hidup kita, tetapi juga kita bisa menyatakan kehadiran-Nya dengan bersandar pada kuasa Allah tersebut.

Belajar mengenal Yesus tidak cukup hanya dengan mempelajari tentang diri-Nya, ajaran-Nya, dan perbuatan-Nya, tapi juga mengalami-Nya dalam hidup. Itu sebabnya Yesus mengajak para murid berpetualang bersama Dia, agar cara dan gaya hidup-Nya nyata di depan mereka, sekaligus kuasa dan otoritas-Nya benar-benar mereka alami.

Peristiwa di tengah danau Galilea adalah peristiwa penting buat para murid. Mereka belajar menyadari bahwa Yesus berdaulat atas alam semesta. Dialah Tuhan atas seluruh ciptaan-Nya. Mereka belajar mengalami otoritas dan kuasa-Nya atas hidup mereka. Itu sebabnya, Yesus menegur mereka sebagai "kurang percaya" (ayat 26). Selama ini, mereka melihat karya kuasa Yesus dialami orang-orang di sekeliling mereka. Dalam peristiwa ini mereka ada di perahu yang terhempas ombak tanpa daya dan mengalami kuasa-Nya menyelamatkan mereka!

Peristiwa di Gadara membuka mata rohani mereka bahwa Yesus bukan hanya berkuasa atas roh-roh jahat, tetapi khususnya kepedulian-Nya pada manusia. Ia mengizinkan roh-roh jahat yang merasuk dua orang Gadara itu pindah ke kawanan babi yang diternak oleh penduduk setempat (ayat 32). Bagi pemilik babi, kerugian besar yang dialami mereka tidak sebanding dengan merdekanya anggota masyarakat mereka dari belenggu roh jahat. Yesus sebaliknya, melihat jiwa-jiwa yang dikasihi Allah, perlu dimerdekakan dengan bayaran setinggi apa pun. Yesus tidak main-main dengan jiwa manusia! Diri-Nya pun rela dikurbankan demi pengampunan dosa dan keselamatan manusia: Anda dan saya!

Kalau Anda sudah mengalami Yesus serahkan Diri-Nya sebagai kurban untuk keselamatan Anda, pasti Anda dapat melihat hidup ini dari kaca mata kasih dan kedaulatan-Nya. Tidak ada bahaya apa pun yang perlu Anda takuti, seakan-akan Tuhan tidak sanggup atau tidak mau menolong Anda. Anda juga belajar melihat dan mengasihi jiwa-jiwa terhilang yang jauh lebih berharga daripada kekayaan dunia ini.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)