Matius 9 (MAD2T*Pagi*05 Jan* Tahun 1)

Matius 9

Penjelasan Singkat
Matius dipanggil

Isi Pasal
Menyembuhkan orang yang lumpuh. Panggilan terhadap Matius. Menjawab orang-orang Farisi. Menyembuhkan wanita yang sakit pendarahan. Anak kepala rumah ibadat dibangkitkan dari kematian. Dua orang buta disembuhkan. Iblis diusir. Mengajar dan menyembuhkan di Galilea.

Judul Perikop
Orang lumpuh disembuhkan (9:1-8)
Matius pemungut cukai mengikut Yesus (9:9-13)
Hal berpuasa (9:14-17)
Anak kepala rumah ibadatPerempuan yang sakit pendarahan (9:18-26)
Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (9:27-31)
Seorang bisu disembuhkan (9:32-34)
Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak (9:35-38)

Tafsiran: Perjalanan Yesus bukan tanpa perencanaan. Ia memiliki misi untuk menyatakan kuasa kerajaan surga kepada manusia. Ia memilih Kapernaum (Mrk. 2:1) untuk menyatakan otoritas dan kuasa-Nya mengampuni dosa. Melalui interaksi-Nya dengan berbagai kelompok di kota tersebut, Ia sedang menyatakan siapa diri-Nya. Kepada keluarga atau teman si lumpuh, Ia menghargai iman mereka (2a). Kepada si lumpuh, Ia mengampuni dosanya serta menyembuhkan kelumpuhannya (2b). Kepada ahli-ahli Taurat yang ada di situ, Yesus membuktikan diri-Nya adalah Anak Allah, yang tahu pikiran manusia yang tersembunyi (Matius 9:4) dan berhak mengampuni dosa (Matius 9:6). Pikiran ahli Taurat itu tidak sama sekali salah. Memang, hanya Allah yang memiliki hak untuk mengampuni dosa. Kepada orang banyak yang menyaksikan karya-Nya Ia membukakan pikiran dan hati mereka sehingga mereka memuliakan Allah (Matius 9:8).

Yesus juga menyatakan kasih yang tidak memandang bulu. Ia mengubah pandangan teologis yang mengajarkan bahwa yang akan diselamatkan adalah yang melakukan Taurat. Keselamatan merupakan anugerah. Orang berdosa, seperti Matius si pemungut cukai (Matius 9:9-13), yang dibenci karena dianggap pengkhianat bangsa, merupakan sasaran anugerah Allah. Dalam anugerah-Nya, Matius dipilih menjadi murid.

Yesus menegaskan makna berpuasa sebagai bukan sekadar kebiasaan agama yang dijalankan secara kaku. Orang Yahudi menjalankan puasa sebagai "pameran rohani" untuk pujian diri sendiri. Yesus menegaskan ada waktunya berpuasa, yaitu prihatin rohani karena dosa. Namun, saat Raja kerajaan surga hadir, seharusnya ada sukacita. Ilustrasi tambalan pada baju dan anggur pada kirbat menegaskan bahwa iman sejati adalah relasi yang benar dengan Tuhan. Relasi yang benar melahirkan sukacita, relasi yang salah mendatangkan dukacita.

Yesus menghadirkan kerajaan surga melalui pengampunan dan pemulihan orang berdosa. Respons sepadan dari setiap anggota kerajaan surga, yaitu bersukacita bersama Raja karena jiwa-jiwa yang dimenangkan.

Banyak orang Kristen memahami keselamatan terbatas hanya pada ?kalau mati masuk surga?. Padahal, karya keselamatan Kristus bukan hanya untuk keselamatan pada kehidupan yang akan datang, tetapi juga untuk kehidupan masa kini. Keselamatan sudah dapat dinikmati pada masa sekarang. Kuasa kerajaan surga itulah yang sedang dialami oleh mereka yang berjumpa dengan Yesus dalam perikop kali ini.

Dalam perikop ini dipaparkan tentang penyakit yang tak bisa lagi ditangani oleh dokter bahkan yang berujung pada kematian. Namun, belas kasih Yesus (Matius 9:36) dan kuasa-Nya (Matius 9:35) dicurahkan untuk membangkitkan seorang anak yang sudah mati (Matius 9:25), membebaskan seorang wanita dari pendarahan dua belas tahun (Matius 9:22), mencelikkan mata dua orang buta (Matius 9:30), serta melepaskan seorang bisu dari kerasukan setan (Matius 9:32).

Dari karya penyelamatan yang dilakukan Yesus, kita menemukan respons-respons berbeda. Kepala rumah ibadat itu percaya bahwa tangan Yesus berkuasa menghidupkan anak perempuannya yang baru meninggal (Matius 9:18). Wanita yang pendarahan itu percaya bahwa cukup menjamah jubah-Nya ia akan sembuh (Matius 9:21). Dua orang buta itu, sekalipun tidak melihat, tetapi imannya dapat menembus keterbatasannya mengakui bahwa Yesus adalah Mesias (Anak Daud) yang dijanjikan para nabi (Matius 9:28). Sahabat atau keluarga orang yang bisu itu percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya (Matius 9:32). Orang banyak yang menyaksikan kuasa Yesus, memahsyurkan nama-Nya ke seluruh wilayah (Matius 9:26, 31, 33). Justru, orang Farisi yang adalah pemuka agama merespons negatif dengan tuduhan Yesus memakai kuasa Iblis untuk mengusir roh jahat (Matius 9:34). Bagaimana respons kita?

Landasan karya Yesus, sang Raja kerajaan surga adalah belas kasih terhadap mereka yang "lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala" (Matius 9:36). Maka, Ia mengundang kita semua yang sudah mengalami belas kasih dan kuasa-Nya untuk berbagian dalam memberitakan karya-Nya dan menjadi saluran berkat kuasa-Nya kepada sesama kita. Maukah kita menjadi pekerja-pekerja untuk tuaian milik Allah?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)