Lukas 24 (MAD2T*Mlm*03 Feb*Tahun 1)

Lukas 24

Penjelasan Singkat
Kebangkitan Kristus

Isi Pasal
Kebangkitan Kristus. Pelayanan Kristus yang bangkit. Amanat-Nya untuk penginjilan. Kenaikan.

Judul Perikop
Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus (24:13-35)
Yesus menampakkan diri kepada semua murid (24:36-49)
Kenaikan Yesus (24:50-53)

Tafsiran: Ada orang yang mengalami keputusasaan dalam hidupnya sehingga harapannya sirna. Ada yang hidupnya sesuai dengan yang diharapkannya. Bahkan ada juga yang mengalami hal yang melampaui harapannya. Dalam kisah ini, para perempuan datang ke kubur untuk merempah-rempahi tubuh Yesus yang baru meninggal. Mereka membawa rempah-rempah sesuai kebiasaan waktu itu (Lukas 24:1). Mereka berharap untuk dapat menemukan jenazah Yesus.

Ternyata, batu besar yang menghalangi pintu masuk ke kubur sudah terguling (Lukas 24:2). Halangan pertama teratasi tanpa penjelasan bagi mereka. Mereka tambah terkejut karena tidak menemukan mayat Tuhan mereka (Lukas 24:3). Mereka pun "termangu-mangu" (BIMK: "...bingung memikirkan hal itu..." (Lukas 24:4). Ini respons yang wajar, "Kemana jenazah-Nya? Siapa yang mengambil?"

Banyak pertanyaan yang belum terjawab ketika, "...tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat dengan mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan" (Lukas 24:4). Mereka membawa kabar yang di luar perkiraan, kabar yang melampaui harapan. Mereka mencari Yesus yang mati, tetapi mendapati Yesus yang bangkit. Harapan yang terlampaui merupakan penghiburan dan anugerah yang besar dalam hidup kita. Kita layak bersyukur sekaligus berbagi. Seperti para perempuan itu berbagi berita kebangkitan dengan para rasul (Lukas 24:10).

Allah mengizinkan kita mendapat lebih dari yang diharapkan. Tujuannya antara lain agar kita memuliakan Dia dan semakin percaya pada-Nya. Para rasul kala itu tidak percaya pada berita kebangkitan (Lukas 24:11) karena itu melebihi perkiraan mereka. Mereka lupa apa yang pernah Yesus katakan pada Marta, "bukankah sudah Kukatakan kepadamu, jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?" (Yoh 11:40). Percayalah bahwa Allah sangguh bekerja melebihi harapan, karena itu andalkanlah Dia dalam hidupmu.

Pasti topik hilangnya mayat Yesus menjadi perbincangan hangat, paling tidak dikalangan para murid Yesus. Kleopas dan kawannya, yang sedang dalam perjalanan ke Emaus, juga membicarakan hal itu. Selain kubur kosong, yang merupakan bukti kebangkitan Yesus, mereka juga tahu berbagai perbuatan ajaib yang Yesus lakukan dan pengharapan mesianis yang pupus karena Yesus disalib (Lukas 24:19-27). Sayangnya semua itu tidak membuat mereka mampu mengenali bahwa yang datang mendekati mereka adalah Yesus yang bangkit.

Para murid lamban dan bodoh dalam mengenali serta menyadari kemenangan dan penyertaan Tuhan. Kita pun bisa saja demikian. Kita bisa saja menjalani hidup seolah Tuhan tidak pernah bangkit. Kita mengalami kehidupan yang murung dan banyak kegagalan sebab tidak mengalami realitas kebangkitan Tuhan secara nyata. Syukur kita tidak perlu berlarut dalam kekelaman demikian. Tuhan tidak akan membiarkan para murid-Nya tetap dalam ketidaktahuan, kemurungan atau kegagalan. Ia akan datang dan memberikan hadirat-Nya menjadi pengalaman nyata kita. Namun, bagaimana hadirat-Nya yang mengubahkan hidup itu dapat kita alami? Perikop ini memaparkan dua hal yang membuat kita dapat mengalami kebangkitan Kristus dalam hidup kita. Pertama, melalui penggalian dan perenungan firman Tuhan, Roh Kudus berkenan memberikan pengertian tentang firman yang kita baca dan renungkan sampai kita berjumpa Yesus. Kedua, Tuhan hadir dan membangkitkan kepekaan kita akan kemenangan-Nya melalui pemecahan roti perjamuan, di dalam mana Tuhan melayani umat-Nya.

Dalam ibadah dan khususnya waktu kita ambil bagian dalam perjamuan kudus, kita berpartisipasi dalam Kristus yang mati dan bangkit. Bila kita memelihara disiplin menggali firman Tuhan dan beribadah penuh syukur, mata rohani kita akan terbuka melihat dan mengalami pengutusan Tuhan secara baru.

Perikop ini mengulangi pengalaman kedua murid yang berjumpa dengan Tuhan dalam perjalanan ke Emaus, tetapi kali ini dalam skala yang lebih besar, yaitu kepada murid-murid yang tengah berkumpul di Yerusalem bersama kesebelas rasul. Tuhan Yesus menunjukkan bukti-bukti bahwa sungguh Dia sendirilah yang hadir dengan menyodorkan tangan dan kakinya yang terluka akibat penyaliban. Dia ingin mereka melihat dan merasakan bukti-bukti itu. Namun Tuhan tidak berhenti di situ karena mukjizat dan kekaguman tidak pernah cukup. Dia ingin murid-murid memiliki pemahaman yang benar tentang Kitab Suci.

Kita bisa bayangkan bahwa adegan yang terjadi di ayat 37-43 terjadi cukup singkat. Adegan ini lalu diikuti dengan ayat 44-45 yang terjadi dalam kurun waktu yang jauh lebih panjang. Tuhan memaparkan kembali semua yang telah Ia ajarkan pada masa sebelum penyaliban (perhatikan kata "telah" di ayat 44). Informasi-informasi yang Tuhan paparkan bukanlah hal-hal baru. Karena sebagai orang Yahudi, murid-murid (kesebelas rasul dan orang-orang yang ada bersama dengan mereka) telah tahu banyak soal Kitab Suci mereka. Kitab Suci itu terdiri dari tiga bagian: Hukum Musa, Kitab Nabi-nabi dan Nyanyian (yang buku pertamanya adalah Mazmur). Maka yang Tuhan lakukan adalah menaruh informasi-informasi itu di dalam konteks yang baru dan segar untuk murid-murid. Jadi ayat 44-45 mengatakan bahwa Tuhan mengajar murid-murid bagaimana seharusnya mereka memahami Kitab Suci yang ada pada mereka, yang sekarang kita sebut sebagai Perjanjian Lama.

Pemahaman Alkitab secara menyeluruh, Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, adalah satu hal yang perlu bagi pertumbuhan iman Kristen yang sehat. Atas dasar pemahaman inilah Tuhan melanjutkan dengan ringkasan di ayat 46 dan aplikasi dan penugasan kepada murid-murid di ayat 48-49. Melalui perikop ini kita melihat betapa Tuhan menaruh bobot yang sangat penting kepada pemahaman Alkitab yang utuh, bahkan bagi murid-murid yang telah mengenal Dia bertahun-tahun dan telah melihat mukjizat kebangkitan dengan mata mereka sendiri.

"Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa (Lukas 2:10)." Kalimat itu sering kita dengar pada masa Natal. Sebagai dokter, Lukas mengutarakan ide dengan kata-kata yang spesifik. Di dalam kedua buku yang dia tulis, Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, tepat tiga kali Lukas menuliskan "kesukaan besar" (yang sayangnya ketika diterjemahkan menjadi berbeda): Lukas 2:10 ("kesukaan besar"); 24:52 ("sangat bersukacita") dan Kisah 15:3 ("sangat menggembirakan hati").

Hari Kenaikan Tuhan, kendati dirayakan sebagai hari raya keagamaan di Indonesia, sering diabaikan orang. Tampaknya karena kurang pemahaman terhadap pentingnya Kenaikan Tuhan. Kita mengira "kesukaan besar" itu telah genap pada saat Natal. Lukas 2:10 mengatakan, "... aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa." Saat Natal, kesukaan besar itu baru dijanjikan, belum jadi kenyataan. Kapan kesukaan besar itu direalisasikan? Setelah karya Yesus tuntas, yaitu melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Pada Hari Kenaikan Tuhan Yesus, murid-murid menjadi sadar akan realitas keselamatan dan mereka juga beroleh pemahaman baru untuk hidup beriman berdasarkan sesi pemahaman Alkitab yang Tuhan berikan.

Ayat 52 mengatakan bahwa murid-murid "pulang ke Yerusalem dengan sukacita yang besar." Apa yang dijanjikan oleh malaikat di padang di luar kota Betlehem 33 tahun sebelumnya telah menjadi nyata di sebuah bukit di luar kota Yerusalem. Murid-murid, dengan pemahaman yang telah diperbarui oleh Tuhan, kini memandang dunia mereka dengan kacamata baru yang Tuhan berikan. Dengan ayat 13-49 sebagai latar belakang, suka cita besar itu bertunas, mulai dari dalam diri murid-murid.

Di Kisah Para Rasul 15:3 kita melihat ketika murid-murid tersebar ke banyak kota, banyak bangsa kemudian jadi percaya. Penyebaran Injil pun membawa kegembiraan yang besar bagi lebih banyak orang, sampai kepada kita hari ini di Indonesia. Semua itu bertunas di Hari Kenaikan Tuhan. Maka janganlah kita mengabaikan hari raya yang mulia itu. Renungkan maknanya bagi kekristenan kita.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)