Yohanes 16 (MAD2T*Mlm*11 Feb*Tahun 1)
Yohanes 16
Penjelasan Singkat
Kristus mengingatkan murid-muridNya akan penderitaan mereka
Isi Pasal
Peringatan tentang penderitaan. Janji Roh Kudus dan pekerjaan rangkap-tiga-Nya. Yesus memberitahukan tentang kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kedatangan-Nya yang kedua.
Judul Perikop
Bertekun (16:1-4)
Pekerjaan Penghibur (16:4-15)
Dukacita yang mendahului kemenangan (16:16-33)
Tafsiran: Setiap orang yang mengikut Yesus akan menghadapi perlawanan dari dunia. Ini merupakan konsekuensi yang harus dihadapi oleh orang yang berpaut dengan Kristus.
Mengapa Yesus merasa perlu memberitahu murid-murid-Nya mengenai perlawanan yang akan mereka hadapi? Sebab Yesus akan segera pergi kepada Bapa. Oleh karena itu, Yesus harus mempersiapkan para murid untuk menghadapi segala sesuatu sepeninggal Dia. Maka Yesus memberitahukan bahwa setelah Ia pergi, mereka akan menghadapi penganiayaan yang ditujukan kepada para pengikut Yesus (ayat 2). Namun Yesus memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan ditinggal sendirian. Roh Kudus akan datang dan dicurahkan atas para murid.
Yesus tahu apa yang akan dihadapi para murid dikemudian hari. Mereka akan menghadapi tantangan dari orang-orang yang membenci Kristus dan Injil (ayat 3-4). Sebab itu Ia tidak ingin iman para murid menjadi goyah atau lemah karena keadaan tersebut. Itulah sebabnya Roh Kudus diberikan untuk menyertai orang percaya. Roh Kudus akan melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai Yesus.
Tiga tugas penting yang akan dilakukan oleh Roh Kudus ialah meyakinkan dunia akan dosa dan memanggil dunia untuk bertobat; menyatakan standar kebenaran Kristus kepada orang yang mau percaya; dan menyatakan penghakiman Kristus. Roh Kudus menolong orang percaya untuk membedakan yang benar dari yang salah. Roh Kudus juga menyatakan kepada para murid tentang segala perkara yang akan terjadi di masa mendatang (ayat 13).
Kita yang hidup di masa kini tidak perlu lagi menantikan Roh Kudus, karena begitu kita membuka hati terhadap Kristus maka Ia hadir dalam hidup kita. Tanda bahwa kita memiliki Roh Kudus bukan hanya bila memiliki karunia roh seperti bahasa lidah dll. Tanda yang penting dari keberadaan Roh Kudus dalam hidup kita adalah apabila kita menjadi pelaku dan penyaksi kebenaran.
Saat-saat menentukan. Dalam arti umum, penderitaan yang akan para murid alami memang bisa juga dilihat sebagai penderitaan yang menimpa semua orang beriman dari zaman ke zaman sebagai risiko iman. Yesus mengumpamakan penderitaan para murid waktu itu seperti sakit beranak yang singkat dan kemudian diikuti oleh sukacita besar. Penderitaan, tangisan, ratapan yang Yesus maksudkan akan para murid alami adalah terutama akibat apa yang mereka lihat terjadi pada diri Yesus (ayat 20) dan karena untuk sesaat mereka akan kehilangan Dia (ayat 16). Berarti yang Yesus maksud di sini adalah momen-momen menentukan dalam proses penyataan dan pewujudan keselamatan yang Yesus lakukan melalui penderitaan-Nya. Betapa pun kurangnya pengertian mereka, para murid mau tidak mau akan terlibat di dalam penderitaan yang Tuhan alami dan menyaksikan dahsyatnya peperangan ketika Yesus hendak dihabisi oleh si jahat. Itulah sebabnya di sini digunakan kata “meratap”, yaitu menangisi kematian orang yang kita kasihi. Tetapi, penderitaan dan ratapan itu hanya sekejap sebab mereka juga akan menyaksikan kemenangan Yesus. Ketika Yesus bangkit, naik ke surga, Roh dicurahkan, ratapan dan derita itu seolah sakit beranak saja. Sakit itu adalah proses mulainya suatu zaman baru, hidup baru, penggenapan janji-janji Allah terwujud sempurna.
Kesukaan bagi para murid akan terbit, menggantikan kedukaan. Pertama, karena mereka akan kembali berjumpa Yesus. Hubungan yang ada akan diperbarui, bahkan akan terjadi perubahan dalam hubungan itu. Kelak ketika Yesus telah bangkit dan Roh Kudus telah dicurahkan, mereka tidak perlu lagi menanyakan hal-hal yang selama ini mereka tanyakan (ayat 23). Semua ucapan Yesus yang sulit dimengerti dan semua penderitaan Yesus yang sulit diterima, akan mereka pahami sesudah Yesus bangkit. Lebih dari itu, mereka akan dipimpin oleh Roh sehingga mereka tahu apa yang menjadi kehendak Allah yang harus diminta dalam doa-doa mereka (ayat 23b-24). Selesai Yesus menyatakan itu, selangkah lebih jauh para murid alami dalam pengenalan mereka (ayat 29-33).
Renungkan: Bila banyak orang sedia berkorban atau menderita untuk alasan yang salah, mengapa para pengikut Kristus yang memiliki Kristus yang telah lebih dulu menderita cenderung enggan mengikuti teladan-Nya?