Yohanes 20 (MAD2T*Mlm*13 Feb*Tahun 1)

Yohanes 20

Penjelasan Singkat
Kebangkitan Kristus

Isi Pasal
Kebangkitan Kristus.

Judul Perikop
Kebangkitan Yesus (20:1-10)
Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena (20:11-18)
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya (20:19-23)
Yesus menampakkan diri kepada Tomas (20:24-29)
Maksudnya Injil ini dicatat (20:30-31)

Tafsiran: Salah satu baris lagu Sebab Dia Hidup, bertuliskan: "Kubur kosong membuktikan Dia hidup." Benarkah kubur kosong membuktikan Ia hidup? Simaklah pengalaman dan respons beberapa murid yang menyaksikan kubur kosong itu.

Maria Magdalena merupakan saksi pertama yang melihat kubur Yesus yang sudah terbuka itu dan mungkin ia tidak masuk ke dalam kubur itu. Ia segera berlari memberitahu Petrus dan dan murid yang dikasihi Yesus seraya berkata bahwa tubuh Yesus telah dicuri, tetapi ia tidak tahu di mana tubuh Yesus itu berada. Ini adalah respons umum yang dapat diterima secara logika oleh banyak orang karena mustahil seseorang bangkit dari kematian.

Petrus dan murid yang dikasihi Yesus berangkat ke kubur itu dan masuk ke dalamnya. Petrus masuk lebih dahulu dan melihat dalam ruang kubur yang kosong hanya terdapat kain kafan dan kain peluh pembungkus tubuh Yesus. Namun, murid yang dikasihi Yesus kemudian masuk dalam kubur kosong itu dan menyaksikan kejadian tersebut. Penulis Injil Yohanes mencatat respons murid itu adalah percaya (ayat 8). Ia percaya bahwa Yesus sudah bangkit sebagaimana pernyataan Perjanjian Lama yang sudah menubuatkan hal ini (ayat 9) dan perkataan Yesus sendiri yang sudah mengajarkan hal itu kepada para murid-Nya.

Bagi murid yang dikasihi Yesus, kubur kosong membuktikan kebenaran nubuat Perjanjian Lama dan pengajaran Yesus bahwa Dia adalah Kebangkitan dan Hidup (Yoh. 11:25). Namun bagi Maria, diperlukan perjumpaan pribadi dengan Yesus yang sudah bangkit itu supaya Maria sungguh percaya akan kebangkitan-Nya. Apakah Anda memerlukan bukti untuk percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit dari kematian?

Doaku: Tuhan, kuatkan imanku untuk sungguh-sungguh percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang hidup dan sudah mengalahkan kuasa maut. Kuatkan imanku agar aku dapat bersaksi dengan berani tentang-Mu.

Mengapa Maria tidak segera mengenali Yesus ketika pertama kali Yesus menyapanya? Ada penafsir Alkitab yang memperkirakan linangan air mata mengaburkan mata Maria untuk mengenali sosok Tuhannya itu. Namun mungkin lebih tepat, jika kita mengatakan bahwa Maria tidak mengharapkan bertemu dengan Yesus yang sudah bangkit.

Dalam pemahaman Maria yang sederhana, juga jauh dari kebenaran rohani, mayat Yesus telah hilang diambil orang.Hal lain yang menyebabkan Maria tidak langsung mengenali Yesus adalah karena Yesus pascakebangkitan tidak lagi sama dengan Yesus sebelum kematian-Nya. Kini, Dia adalah Yesus Sang Pemenang atas kuasa dosa dan maut. Namun, kasih dan perhatian-Nya terhadap para murid-Nya, juga Maria tak berubah. Perhatian-Nya itu diungkapkan-Nya dengan memanggil Maria dengan namanya (ayat 16; band. Yoh. 10:3). Maria segera mengenali panggilan itu berasal dari Tuhannya. Karena itu ia segera menjawab "Guru!" Mengapa Yesus melarang Maria memegang-Nya? Sangat mungkin ketika Maria mengenali Yesus, ia segera sujud menyembah dan mencium serta memegang kedua kaki-Nya dengan erat seakan-akan Yesus tidak akan dilepaskannya lagi. Maria takut jangan-jangan sekali lagi ia bisa kehilangan Tuhannya. Namun, Yesus menegaskan Maria bahwa Ia belum pulang kepada Allah Bapa (ayat 17a). Tugas Maria adalah memberitahukan kebangkitan Yesus dan saat-Nya untuk pulang ke rumah Bapa kepada murid yang lainnya (ayat 17b).

Apakah kita seperti Maria, mencari Yesus yang hidup di kubur yang kosong? Sekarang waktunya untuk mengikrarkan iman kita bahwa Dia sudah bangkit dari kematian. Dia akan datang lagi untuk menjemput setiap orang percaya masuk dalam hidup yang kekal. Inilah waktunya bagi kita untuk memberitakan kebenaran itu.

Renungkan: Tugas kita adalah menjadi saksi kebangkitan Kristus dengan kata-kata dan melalui hidup kita yang sudah diubah-Nya.

Bagi Tomas, iman harus dapat dipegang dengan tangan, dilihat dengan mata, dirasakan dengan pancaindra; rasional dan bisa dimengerti oleh akal. Tetapi, sebenarnya iman berada di atas akal, walaupun tidak bertentangan dengan akal. Percaya kepada sesuatu yang bisa dilihat, dipegang dan dirasa, sebenarnya sulit sekali untuk dinamakan "percaya". Oleh sebab itu firman Allah mengatakan: "Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya". Apakah kita percaya karena kita melihat, ataukah kita percaya walau tidak melihat?

Mengabaikan persekutuan. Tomas tidak hadir dalam persekutuan, karena itu, ia tidak melihat Yesus ketika Ia menampakkan diri di tengah-tengah para murid. Arti Paskah dan pengalaman akan dampak Paskah, dibukakan Yesus dalam sebuah persekutuan. Itulah wadah para murid mengerti dan mendalami arti sebuah persekutuan yang sesungguhnya. Dalam persekutuan itu pulalah para murid menyaksikan penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Seperti halnya Tomas, bukankah kita seringkali mengabaikan persekutuan, sehingga kita juga tidak bertemu dengan Yesus yang menampakkan diri?

Renungkan: Orang beriman yang berbahagia adalah orang yang mendapatkan kepastian iman dengan tidak bergantung pada tanda dan pengalaman indra.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)