Yohanes 21 (MAD2T*Pagi*14 Feb*Tahun 1)
Yohanes 21
Penjelasan Singkat
Kristus menampakkan diri kepada murid-muridNya
Isi Pasal
Kristus yang bangkit mengejutkan murid-murid-Nya dan mengarahkan ketika mereka menangkap ikan. Petrus diberi kesempatan untuk meneguhkan lagi kesetiaannya kepada Kristus.
Judul Perikop
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias (21:1-14)
Gembalakanlah domba-domba-Ku (21:15-19)
Murid yang dikasihi Yesus (21:20-23)
Kata penutup (21:24-25)
Tafsiran: Murid-murid Yesus kembali ke Galilea. Yohanes memang tidak menyebutkan alasannya, tetapi Yesus pernah berkata pada mereka untuk pergi ke situ dan menantikan dia (Mat. 26:32; 28:7, 10; Mrk. 14:28; Mrk. 16:7). Mungkin karena tidak ada sesuatu pun yang dapat mereka lakukan sepeninggal Yesus, maka Petrus memutuskan untuk menangkap ikan. Murid-murid yang lain pun mengikuti dia (ayat 3). Namun para nelayan yang berpengalaman itu gagal. Sepanjang malam mereka tidak mendapatkan apa-apa. Di dalam saat itulah, Tuhan Yesus datang menemui mereka.
Peristiwa itu tampaknya mempersiapkan mereka untuk mempelajari suatu hal penting dalam kemuridan mereka, bahwa terpisah dari Yesus mereka tidak dapat melakukan apa-apa (Yoh. 15:5). Titik balik terjadi ketika pagi menjelang. Yesus berdiri di pantai (ayat 4), dan tidak seorang pun mengenali Dia. Ia menanyai mereka tentang ikan yang mereka dapat. Mereka mengakui kegagalan mereka (ayat 5). Lalu Yesus memberi saran yang menjanjikan keberhasilan. Benar saja, mereka mendapatkan ikan dalam jumlah besar (ayat 6, 11).
Tentu Yesus tahu bahwa murid-murid mengalami kegagalan. Lalu mengapa Ia tidak menolong mereka lebih cepat? Jawabannya adalah: mereka memang perlu mengalami kegagalan. Namun kegagalan di sini bukan merupakan prasyarat untuk mencapai sukses. Jika Pria yang semula mereka tidak kenali itu memberikan saran sejak awal, mereka tentu akan menolak nasehat-Nya. Setelah mengalami kegagalan disepanjang malam, barulah mereka siap mendengarkan suara Tuhan.
Kadang-kadang Tuhan membiarkan kita mengalami kegagalan, padahal kita merasa memiliki kemampuan atau kekuatan. Namun dengan ini kita akan belajar bahwa hanya dengan mematuhi suara-Nya dan bersandar pada kuasa-Nya, kita dapat berhasil. Ini memperlihatkan pada kita, bahwa meskipun kita gagal, Kristus tidak meninggalkan kita. Kita dibiarkan gagal supaya tahu bahwa bila melakukan segala sesuatu di luar Tuhan, kita tidak akan pernah berhasil.
Membangun suatu hal yang baru jauh lebih gampang dibandingkan dengan memperbaiki yang sudah rusak. Memperbaiki yang rusak, berarti mengerjakan suatu pekerjaan dua kali. Banyak waktu telah disia-siakan, banyak tenaga yang mubazir. Tetapi itulah yang dibuat Yesus. Untuk itu Yesus mengajukan satu pertanyaan yang sangat jelas dan tegas kepada Simon Petrus, anak Yohanes: "Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" Pertanyaan ini sangat penting untuk memulihkan kasih Petrus kepada Yesus setelah ia menyangkali-Nya tiga kali.
Gembalakanlah domba-domba-Ku. Pertanyaan Yesus tentang kasih Petrus kepada-Nya, memang menjadi dasar utama bagi pelayanan penggembalaan yang akan dipercayakan-Nya kepada Petrus. Seorang gembala sejati adalah yang memiliki kasih kepada Gembala Agung, sehingga kasihnya pun nyata bagi jemaat gembalaannya. Ketika Petrus menjawab pertanyaan Yesus ketiga kalinya, dengan sedih hati ia menyadari siapa dirinya; seorang murid yang pernah menyangkali Gurunya, namun kini dilayakkan kembali untuk mengasihi Gurunya. Bahkan ladang pelayanan telah disiapkan-Nya bagi Petrus agar ia menjadi gembala bagi domba-domba-Nya.
Doa: Tuhan, jadikanku gembala yang mengasihi domba-domba-Mu.