Yohanes 4 (MAD2T*Mlm*05 Feb*Tahun 1)

Yohanes 4

Penjelasan Singkat
Perempuan Samaria

Isi Pasal
Yesus dan wanita Samaria. Roh yang tinggal di dalam/menetap. Anak pegawai istana disembuhkan.

Judul Perikop
Percakapan dengan perempuan Samaria (4:1-42)
Kembali ke Galilea (4:43-45)
Yesus menyembuhkan anak pegawai istana (4:46-54)

Tafsiran: Penginjilan bisa menjadi isu sensitif di negeri ini mengingat keragaman masyarakatnya. Di sisi lain, sebagai pengikut Kristus kita mengemban apa yang disebut sebagai Amanat Agung, yaitu amanat Kristus bagi murid-murid-Nya untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya (Mat. 28:19-20). Lalu bagaimana solusinya? Mari kita lihat cara Yesus.

Sebuah hal sederhana, yaitu permintaan air minum (Yohanes 4:7) ternyata berlanjut dengan pembicaraan tentang air hidup. Permintaan itu direspons dengan keheranan karena yang meminta adalah seorang laki-laki Yahudi yaitu Yesus, sementara yang dimintai air adalah seorang perempuan Samaria (Yohanes 4:8). Tanggapan Yesus tidak menjelaskan alasan-Nya meminta minum dari perempuan itu. Ia malah menunjukkan bahwa perempuan itulah yang sesungguhnya membutuhkan "air hidup", yang dapat Dia berikan kepadanya (Yohanes 4:10). Mendengar keterangan bahwa "air" itu tidak akan membuat dia haus lagi, si perempuan Samaria jadi ingin mendapatkan "air" itu (Yohanes 4:15). Tujuannya, agar ia tidak merasa haus lagi dan tidak perlu datang lagi ke sumur itu untuk mengambil air. Ternyata si perempuan Samaria belum memahami apa yang dimaksud Yesus dengan "air", tetapi percakapan sudah sampai pada pernyataan diri Yesus bahwa Dia adalah Mesias (Yohanes 4:25-26).

Di sini kita melihat bahwa metode penginjilan yang dilakukan oleh Yesus dimulai dari suatu topik yang menjadi kebutuhan bersama, yaitu air. Ia lalu menangkap ketertarikan si perempuan akan topik tersebut dengan menyatakan siapakah diri-Nya sesungguhnya. Yesus menyampaikan tanpa basa-basi, juga tanpa kalimat berbunga-bunga atau bujukan. Namun topik pembicaraan disesuaikan dengan situasi yang dihadapi orang yang diajak bicara. Maka ketika menginjili orang lain, hendaknya kita tidak melakukannya secara hantam kromo (asal berbuat). Pelajarilah dahulu konteks orang-orang yang akan kita beritakan Injil, baik itu tentang kebutuhannya maupun hal lainnya. Namun yang tak kalah penting adalah meminta hikmat dan pertolongan Tuhan saat kita menyatakan bahwa Yesuslah air hidup yang dibutuhkan umat manusia.

Sebagai ciptaan Tuhan yang unik, manusia baru memiliki kepuasan hidup bila ada dalam persekutuan dengan-Nya. Dosa menyebabkan kekosongan dalam hidup ini.

Kekosongan itulah yang dirasakan perempuan Samaria ini. Kekosongan ini dibongkar oleh Tuhan Yesus agar Ia dapat mengisinya secara penuh dengan Air Hidup. Perempuan itu mengalami kekosongan kasih sejati. Ia mencari kasih melalui lima pernikahannya yang gagal, tapi akhirnya ia terdampar dalam suatu hubungan bebas yang juga tanpa kasih (ayat 18). Ketika ia mengakui bahwa ia tidak mempunyai suami, Yesus memujinya berkata jujur. Perempuan itu telah membuka kehidupannya yang salah itu dengan jujur. Air Hidup Kristus mengisi kekosongan hidupnya dengan kasih sejati, yaitu kasih Allah. Perempuan itu kini maju lebih jauh lagi. Ia mengetahui Yesus adalah nabi, suatu pengakuan yang sangat besar artinya bagi orang Samaria yang tidak mengakui nabi lain kecuali Musa. Secara tidak langsung ia telah mengakui Yesus lebih besar daripada Yakub (ayat 12). Walaupun demikian, ia tetap belum mengenal siapa sesungguhnya Yesus. Ini seiring dengan ketidakjelasannya tentang penyembahan kepada Allah. Yesus membimbingnya untuk menyadari bahwa menyembah Allah bukan soal tempat, tetapi soal pengenalan akan Allah. Penyembahan dalam pengenalan akan Allah itu adalah penyembahan dalam roh dan kebenaran.

Artinya hanya orang-orang yang rohnya sudah diperbarui Roh Allah yang dapat menyambut kebenaran yang Yesus beritakan.

Air Hidup Tuhan Yesus memenuhi hidup perempuan Samaria itu dan memberikan pembaruan rohani yang membuatnya mengalami mata air yang memancar keluar dari hatinya. Demikian kuatnya pancaran air rohani itu sampai-sampai ia harus pergi mewartakannya kepada penduduk kotanya (ayat 28-29). Inilah perbuatan yang seharusnya terjadi dalam hidup kita yang sudah dipenuhi Air Hidup Kristus.

Doaku: Jadikan aku saluran Air Hidup-Mu agar banyak orang dipuaskan dahaganya oleh mata air kehidupan-Mu.

Beberapa tembok perintang antara Tuhan Yesus dan perempuan itu telah dengan sengaja Tuhan runtuhkan. Rintangan geografis, religius, dan moral tidak Tuhan biarkan menjadi penghalang dalam menemukan orang yang mencari pemuasan hidup secara salah. Tindakan Tuhan tersebut sungguh luar biasa dan membuat para murid kaget (ayat 27). Namun mereka tidak berani mengutarakan keheranan yang menyeruak ke dalam hati mereka. Mereka hanya bisa mengajak Yesus makan.

Jawaban Tuhan Yesus membukakan pengajaran penting bagi para murid-Nya. Bagi Tuhan Yesus, yang mengenyangkan dan menguatkan bukan saja makan makanan biasa, melainkan juga saat mewujudkan dan melakukan kehendak Allah. Artinya terlibat dalam misi ilahi untuk menyelamatkan orang-orang yang belum menemui makna hidup sejati. Inilah misi hidup Yesus. Menggenapi misi ini merupakan prioritas utama kehidupan-Nya dan yang menjadi sumber kesukaan dan kekuatan bagi Dia.

Para murid, juga kita, cenderung menyesuaikan prioritas dan misi dengan kondisi dan kenyataan yang sedang terjadi. Kita beranggapan belum saatnya melakukan penginjilan bila orang belum menunjukkan tanda terbuka pada Injil. Anggapan ini persis seperti anggapan bahwa musim menuai belumlah tiba karena masa menabur baru saja mulai. Namun gejala bahwa orang hidup dalam kesia-siaan dan pencarian makna merupakan tanda bahwa dunia sangat memerlukan Injil! Kita lihat bahwa perempuan itu kemudian mengalami perubahan hidup. Bahkan ia juga menyebabkan penuaian ke seluruh penduduk kampungnya segera mulai (ayat 28-30, 41-42).

Tuhan ingin agar orang yang mengikut Dia pun memiliki misi yang diprioritaskan seperti juga misi yang Ia telah jalani dan teladankan! Oleh karena itu pastikan bahwa dalam segala segi, hidup dan tindakan Anda menjadi semacam berita yang menunjuk kepada Yesus Kristus dan membawa berkat bagi orang lain!

Sambutan orang-orang Samaria terhadap Yesus (Yoh. 4:1-42) begitu baik. Mereka percaya pada Yesus meski tak ada satu mukjizat pun yang Dia lakukan. Berbeda dengan orang-orang di Yerusalem dan Galilea. Mereka tertarik mengikuti Yesus karena mukjizat yang Dia lakukan (ayat 45). Sambutan salah mereka kelak akan bermuara pada penolakan terhadap Yesus, yang datang dengan misi utama menggenapi rencana penyelamatan Allah, bukan berbuat mukjizat. Namun mengapa Yesus tetap menuju Galilea, meski Ia tahu bahwa Ia akan tidak diterima?

Peristiwa anak pegawai istana ini menunjuk pada transisi yang benar. Semula pegawai istana mencari Yesus karena butuh mukjizat. Ia tipikal semua orang Galilea yaitu percaya kalau ada tanda. Namun oleh anugerah Allah melalui teguran Yesus, orang itu akhirnya percaya karena perkataan Yesus (ayat 50). Inilah iman sejati yaitu iman yang berdasarkan firman dan menyambut Yesus, dengan atau tanpa mukjizat.

Yesus menyuruh dia pulang karena anaknya hidup. Lalu dengan iman pada perkataan Yesus ia kembali ke rumah (ayat 50). Benar saja, ketika di dalam perjalanan ia diberi tahu bahwa anaknya hidup (ayat 51). Pegawai istana menyaksikan mukjizat (ayat 52) dan ia percaya. Iman pegawai istana ini dikaitkan dengan perkataan Yesus, bukan dengan mukjizat (ayat 50, 53). Perkataan yang berkuasa itulah yang membuat ia dan seluruh keluarganya menjadi percaya (ayat 53).

Yohanes secara selektif mencatat mukjizat yang Yesus lakukan. Mukjizat pertama adalah air menjadi anggur di pesta nikah di Kana. Penyembuhan ini adalah tanda kedua. Kedua tanda itu memperjelas fakta bahwa Yesus adalah pembaru hidup (ayat 4:14). Mukjizat Yesus dalam catatan Yohanes bukan sekadar keajaiban, tetapi petunjuk yang mengarahkan orang untuk percaya pada Yesus, Sang pemberi hidup.

Janganlah kebutuhan akan pertolongan dan mukjizat bagi kebutuhan sementara kita membuat fokus dan motif iman kita bergeser, tidak lagi pada yang kekal dan pada Yesus!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)