Yohanes 5 (MAD2T*Pagi*06 Feb*Tahun 1)

Yohanes 5

Penjelasan Singkat
Orang lumpuh disembuhkan

Isi Pasal
Menyembuhkan seseorang di kolam Betesda. Yesus menjawab orang-orang Yahudi. Kesaksian rangkap-empat tentang Yesus.

Judul Perikop
Penyembuhan pada hari Sabat di kolam Betesda (5:1-18)
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya (5:19-47)

Tafsiran: Di mana ungkapan syukur itu? Di Yerusalem Tuhan Yesus bertemu dengan seorang yang lumpuh. Meski namanya tidak diberi tahu, namun keadaannya secara rinci diungkapkan. Ia telah lumpuh selama 38 tahun (ayat 5). Tidak jelas ia lumpuh sejak lahir atau sesudahnya. Jadi, kita tidak tahu apakah saat itu ia berusia 38 tahun atau sudah lebih tua. Lamanya ia menderita lebih penting ketimbang usianya.

Menderita 38 tahun bukanlah singkat. Ia sudah putus asa. Ia tidak hanya menderita secara fisik, tetapi juga secara sosial. Ia hidup sendiri. Ia tidak memiliki teman yang memperhatikannya atau menolongnya (ayat 7). Suatu penderitaan yang luar biasa! Ketika Tuhan Yesus menyapanya dan menawarkan kesembuhan, segera terungkap keputusasaannya dan kesendiriannya. Ia tidak mengharapkan Yesus mampu menyembuhkannya. Tetapi, Tuhan Yesus menyembuhkannya (ayat 8). Sekarang ia bisa berjalan. Tidak lumpuh lagi (ayat 9). Namun, kita kecewa kepadanya. Ia lupa berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Mungkinkah ia terlalu gembira sehingga lupa berterima kasih? Tetapi, ketika para pemimpin agama menuduhnya melanggar perbuatan yang dilarang pada hari Sabat karena mengangkat tilam, ia membela diri (ayat 10). Ia balik menuduh Tuhan Yesus sebagai sumber pelanggaran ini (ayat 11). Ia tidak hanya lupa berterima kasih kepada Tuhan Yesus, tetapi menjadikan Tuhan Yesus sebagai kambing hitam.

Ia tidak peduli pada Tuhan Yesus yang menyembuhkannya (ayat 13). Tetapi, Tuhan Yesus tidak membuangnya. Ia mencarinya. Mengapa? Karena Tuhan Yesus mengasihinya. Kala Tuhan Yesus memperingatkannya agar jangan berbuat dosa lagi, sebenarnya Ia sedang mengundangnya untuk percaya kepada-Nya (ayat 14). Tidak percaya kepada Yesus adalah dosa. Jika tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka hukuman akan datang. Hukuman ini lebih dahsyat daripada kelumpuhan yang dialami oleh orang itu selama 38 tahun. Orang yang tidak percaya kepada Yesus adalah orang yang terasing. Ia terasing dari hadirat Allah. Ini adalah penderitaan yang dahsyat sekali. Bagaimana respons orang lumpuh yang disembuhkan ini? Ia tidak peduli dengan tawaran dan undangan Tuhan Yesus (ayat 15). Ia tetap tidak mau percaya kepada-Nya.

Renungkan: Mengalami mukjizat penyembuhan dari Tuhan Yesus tidak secara otomatis melahirkan iman pada Yesus.

Yohanes memulai injilnya dengan topik hubungan Bapa dengan Putra. Pada nas ini Yesus memulai khotbah pengajaran-Nya yang pertama juga dengan tema yang sama.

Tuhan Yesus menegaskan adanya perbedaan dan kesatuan diri-Nya dengan Allah Bapa. Ia menyebut diri sebagai Anak dari Bapa, yaitu Allah sendiri. Namun, antara Ia dan Bapa terdapat kesatuan dalam tindakan, yaitu apa yang Bapa kerjakan, itu juga yang Anak kerjakan (ayat 19). Tuhan Yesus tidak bertindak terpisah apalagi menyimpang dari Allah Bapa. Kesatuan dalam tindakan ini diikat oleh kasih. Karena Allah Bapa mengasihi Anak maka Anak akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Bapa bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi (ayat 20), yaitu tindakan penyelamatan (ayat 21) dan penghakiman (ayat 22). Oleh karena kesatuan ini maka menghormati Anak sama dengan menghormati Bapa, melawan Anak sama dengan melawan Bapa. Oleh sebab itu, orang yang melawan Anak tidak akan luput dari penghukuman kekal (ayat 23). Sebaliknya, orang yang percaya kepada pemberitaan Anak memperoleh pengampunan Bapa dan mendapatkan keselamatan kekal (ayat 24). Sekarang Tuhan Yesus menjadi sumber hidup yang berkuasa untuk menghidupkan orang-orang yang mati dalam dosa (ayat 25-26). Pada akhir zaman, Tuhan Yesus akan menghakimi semua manusia untuk mendapatkan ganjaran masing-masing.

Tuhan Yesus lebih daripada nabi. Dia adalah Anak Manusia (ayat 27) yang diutus Allah Bapa, datang ke dalam dunia ini untuk menyatakan kehendak Allah bagi keselamatan manusia dan menggenapinya melalui karya penyelamatan-Nya di kayu salib. Hanya Tuhan Yesus yang memiliki otoritas Allah untuk menghakimi dan menyelamatkan. Tugas kita adalah memberitakan kabar baik ini, agar manusia memilih untuk bertobat sehingga ia tidak dihakimi melainkan diselamatkan.

Renungkan: Kuasa-Nya membangkitkan orang mati kepada hidup kekal. Karena itu, pergi dan beritakan kabar baik ini!

Di dalam Ulangan 19:15 dituliskan bahwa "... baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan." Berdasarkan hal ini, Yesus yang telah bersaksi kepada orang Yahudi bahwa Ia adalah Anak Allah (Yoh. 5:19-29), memaparkan kesaksian lain tentang diri-Nya (Yohanes 5:31-47).

Pertama, kesaksian Yohanes Pembaptis (Yohanes 5:33-35). Dia adalah saksi yang benar, tetapi para pemimpin agama tidak menerima kesaksiannya. Kedua, kesaksian dari karya-karya Yesus (Yohanes 5:36) yang memperlihatkan belas kasihan dan kasih karunia-Nya kepada mereka yang membutuhkan. Sementara orang-orang Yahudi menginginkan seorang mesias yang akan menggunakan mukjizat untuk melepaskan Israel dari musuh mereka. Itulah sebabnya mereka tidak mau menerima kesaksian dari karya-karya Yesus. Ketiga, kesaksian dari Bapa (Yohanes 5:37-38) bahwa Yesus adalah Anak Allah, dalam setiap karya dan perkataan Yesus.

Meski ada kesaksian dari Yohanes Pembaptis, karya-karya Yesus, kitab suci, dan Bapa sendiri, para pemimpin Yahudi tetap menolak Yesus. Namun orang yang menolak Yesus akan mendapat dakwaan. Bukan oleh Yesus, tetapi oleh orang yang memberikan kesaksian tentang Yesus, yaitu Musa (bdk. Ul. 18:15-19), orang yang mereka hormati, yang hukum-hukumnya mereka pertahankan dengan begitu ketat. Dengan menolak Yesus, berarti mereka menolak kesaksian Musa (Yohanes 5:45-46).

Ternyata membaca dan mempelajari kitab suci saja tidaklah cukup. Para pemimpin Yahudi juga melakukannya, tetapi mereka kehilangan makna utamanya yaitu janji tentang kedatangan Mesias, yang adalah Yesus. Karena itu kita harus berpaut pada firman dengan iman. Di dalam dan melalui Alkitab, kita akan menemukan Kristus lalu mengasihi dan menaati Dia. Maka ingatlah, Alkitab diberikan bukan supaya kita menimbun pengetahuan tentang Allah, melainkan supaya kita dapat mengenal, mengasihi, dan melayani Dia. Kiranya Roh Allah memampukan kita untuk menemukan Kristus di dalam Alkitab. Kiranya Roh menolong kita agar dapat mendengarkan suara Kristus melalui Alkitab yang kita baca setiap hari.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)