Yohanes 7 (MAD2T*Pagi*07 Feb*Tahun 1)

Yohanes 7

Penjelasan Singkat
Kristus mengajar di Bait Allah

Isi Pasal
Yesus didesak untuk pergi ke perjamuan. Perjalanan terakhir Yesus dari Galilea. Yesus di hari raya pondok daun. Nubuat mengenai Roh Kudus.

Judul Perikop
Yesus pergi ke Yerusalem untuk hari raya Pondok Daun (7:1-13)
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya (7:14-24)
Pertentangan tentang asal Yesus (7:25-36)
Air sumber hidup (7:37-44)
Yesus dibela oleh Nikodemus (7:45-52)
Perempuan yang berzinah (7:53--8:11)

Tafsiran: Yesus bekerja bukan untuk mencari popularitas. Juga bukan untuk mengikuti kemauan banyak orang. Sebaliknya Ia senantiasa bekerja menuruti kehendak Bapa.

Hari Pondok Daun adalah hari berkumpulnya orang Yahudi di Bait Allah untuk mengucap syukur atas hasil panen. Sangat banyak orang yang akan hadir di sana. Saudara-saudara Yesus mendorong Dia menggunakan kesempatan itu untuk menampakkan diri kepada dunia. Mereka berkata demikian bukan karena ingin memotivasi Yesus, sebab mereka sendiri tidak percaya kepada Dia (ayat 3-5). Mereka mungkin hanya menyindir. Yesus memang tidak pergi karena tahu bahwa Ia harus melakukan segala sesuatu sesuai waktu yang Bapa tetapkan. Ia tidak mau mendahului waktu yang Bapa tetapkan sebab ada pekerjaan yang Dia harus lakukan, yaitu memberi kesaksian tentang pekerjaan-pekerjaan dunia yang jahat. Karena itulah Ia akan dibenci (ayat 7).

Walau tidak pergi bersama saudaranya, Yesus berangkat juga ke Bait Allah. Bukan karena Yesus terbujuk oleh saudara-saudara-Nya. Ia datang karena sebagai orang Yahudi, Ia patut ambil bagian dalam perayaan tsb. Untuk tidak menimbulkan kejutan, Ia datang diam-diam (ayat 10). Ternyata di sana, gaung popularitas Yesus sampai juga. Meski tidak berani bicara keras-keras karena takut terhadap orang-orang Yahudi (ayat 13), orang banyak tetap membicarakan Yesus. Opini publik terbagi dua. Ada yang menyebut Dia orang baik. Pendapat ini muncul mungkin karena telah melihat kebaikan yang Yesus lakukan kepada orang-orang sakit dan kepada semua orang yang memerlukan pertolongan. Namun ada juga yang tidak setuju. Mereka mencap Dia sebagai penyesat rakyat (ayat 12).

Bila Anda berada di tengah-tengah mereka saat itu, termasuk kelompok yang manakah Anda? Bila Anda berada di tengah-tengah ancaman, kelompok yang manakah Anda? Percaya Yesus dan mengikut Dia memang membuat kita harus menentukan sikap dan berani berbeda sikap dari orang-orang di sekitar kita. Beranikah Anda?

Dapatkah Anda melihat kontras antara sikap orang-orang Yahudi dan Yesus dalam hari raya Pondok Daun? Dalam perayaan itu terlihat bahwa orang-orang Yahudi dapat digolongkan menjadi tiga kelompok. Ada orang-orang yang menganggap Yesus sebagai orang baik; ada yang mengganggap Yesus sebagai penyesat (Yoh. 7:12), dan ada yang secara terbuka bermaksud membunuh Yesus (Yoh. 7:1).

Kelompok yang melihat Yesus sebagai orang baik dan yang melihat Yesus sebagai penyesat tidak berani bicara terbuka tentang Yesus, sebab mereka takut terhadap Yahudi yang bermaksud membunuh Yesus (Yoh. 7:13). Orang-orang Yahudi yang bermaksud membunuh Yesus juga menutupi maksud mereka sekalipun telah diketahui orang banyak, bahkan oleh Yesus sendiri.

Berbeda dengan Yesus. Ketika orang banyak secara diam-diam membicarakan dan ada juga yang bermaksud membunuh Dia, Yesus justru secara terbuka mengajar di Bait Allah (Yohanes 7:14) dan secara terbuka menyatakan asal ajaran-Nya (Yohanes 7:16-18). Namun pernyataan-pernyataan Yesus ditanggapi secara negatif. Ketika Yesus menyatakan bahwa Ia berasal dari Allah, orang banyak menganggap Dia kerasukan setan (Yohanes 7:20). Ketika Yesus menyatakan bahwa tindakan-Nya menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat (Yoh. 5:1-18) tidak melanggar Taurat, orang jadi mempertanyakan asal-usul-Nya. Walau demikian, Yesus tidak berhenti menyatakan kebenaran. Ia menunjukkan bahwa mereka menghakimi orang dengan tidak adil karena didasarkan pada apa yang kelihatan (Yohanes 7:24). Ternyata walaupun keselamatan-Nya terancam, Yesus tetap memilih untuk menyatakan kebenaran dengan cara benar.

Dari ketiga pihak tadi, manakah yang merefleksikan hidup kita? Apakah kita seperti orang yang tahu kebenaran, tetapi pilih diam karena takut? Atau seperti orang Yahudi yang tidak mau mengakui kebenaran Yesus karena merasa diri paling benar? Atau seperti Yesus, yang berani menyatakan kebenaran dengan cara benar sekalipun terancam? Kiranya Tuhan menolong kita untuk mengambil sikap dan tindakan yang benar.

Tidak mudah memberi penjelasan kepada orang yang mau tahu, tetapi tak mau mengerti. Sebenarnya orang-orang Yerusalem sedang bingung. Setahu mereka, para pemimpin agama menentang ajaran Yesus. Namun para pemimpin agama justru terlihat berdialog serius dengan Yesus di Bait Allah. Bukankan ini membingungkan? Jangan-jangan para pemimpin agama keliru tentang Yesus. Bila demikian, malah timbul kebingungan yang lain. Menurut para pemimpin agama, tidak seorang pun yang mengetahui asal usul Kristus, sementara sebenarnya mereka tahu keluarga Yesus. Mereka juga tidak boleh beralasan bahwa mereka tidak tahu ajaran PL tentang Mesias (Misalnya Mi. 5:2).

Di tengah-tengah kebingungan itu, Yesus menjelaskan keberadaan-Nya. Kembali muncul dua macam reaksi. Reaksi positif membuat orang datang dan percaya kepada Dia (ayat 31), meski terus bertanya-tanya benarkah Dia sama dengan Kristus yang dijanjikan itu. Reaksi negatif ditunjukkan dalam keinginan untuk menangkap dan membunuh Yesus. Mereka yang termasuk di dalamnya adalah orang-orang Farisi dan para imam. Meski saat kematian Yesus belum tiba (ayat 30), rencana jahat mereka terhadap Yesus memperlihatkan bahwa waktu-Nya makin dekat. Tinggal sedikit waktu lagi yang tersisa untuk tinggal bersama-sama dengan murid-murid-Nya karena Ia akan kembali kepada Bapa-Nya.

Sampai kini pun hidup dan ajaran Yesus selalu membagi orang ke dalam dua kelompok. Lebih-lebih kini, sesudah jelas bahwa jalan hidup Yesus yang menyelamatkan justru menjadi "kelemahan" dalam kematian-Nya. Banyak orang yang menolak bahwa kuasa Allah yang melepaskan manusia dari belenggu dosa terjadi di dalam salib yang lemah dan hina. Maka berbahagialah kita yang telah dimungkinkan Bapa untuk percaya akan kabar baik yang ajaib itu. Kita perlu tekun memberitakan bahwa di dalam salib Yesus itulah hal mustahil untuk manusia telah diubahkan Allah sehingga kuasa dan kedatangan-Nya justru terjadi melalui salib.

Pengajaran Yesus tentang air hidup (ayat 37-39) menimbulkan berbagai tanggapan. Perbedaan tanggapan memunculkan konflik di antara para pendengar Yesus (ayat 43).

Di antara orang banyak sendiri muncul tiga tanggapan. Kelompok pertama menganggap bahwa Yesus adalah nabi (ayat 40). Kelompok kedua mengakui Yesus sebagai Mesias (ayat 41). Sementara kelompok ketiga menolak kemesiasan Yesus karena sepanjang pengetahuan mereka, Yesus berasal dari Galilea dan bukan dari Betlehem (ayat 41-42, band. Mi. 5:2). Jika saja mereka menyelidiki lebih jauh, tentu mereka tidak akan memiliki kesimpulan yang salah. Ini membuktikan betapa sedikitnya pengenalan mereka tentang Yesus. Kelompok yang keempat ingin menangkap Yesus, tetapi tidak berani (ayat 44).

Para penjaga Bait Allah ada di dalam kelompok tersendiri. Mereka diperintahkan untuk menangkap Yesus, tetapi tidak berani. Tampaknya mereka jadi segan karena takjub pada ajaran-Nya. Orang Farisi adalah kelompok yang menyuruh penjaga Bait Allah untuk membawa Yesus. Mereka makin kesal karena menyadari pengaruh Yesus pada banyak orang. Yang cukup mencengangkan adalah reaksi salah seorang Farisi, yaitu Nikodemus. Ia menyatakan ketidakkonsistenan rekan-rekan sejawatnya. Ia meluruskan bahwa Taurat tidak mengizinkan hukuman terhadap orang yang belum memberikan kesaksian untuk melawan tuduhan kepadanya.

Bagaimana respons Anda sendiri? Undangan Yesus untuk menikmati kelimpahan air hidup, yaitu Roh Kudus ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Dia. Janji itu sejalan dengan peran Roh Kudus yang akan mengajar dan memberi pemahaman yang benar tentang siapa Yesus. Roh Kuduslah yang akan memimpin orang untuk sampai pada respons yang benar, yaitu mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bila Roh Kudus sudah menolong Anda untuk sampai pada respons itu, bersyukurlah. Namun jangan lupa, doakanlah agar Tuhan berbelaskasihan atas orang lain di sekitar Anda juga agar mereka dapat memiliki pengenalan akan Yesus.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)