Yohanes 8 (MAD2T*Mlm*07 Feb*Tahun 1)
Yohanes 8
Penjelasan Singkat
Ajaran Kristus dibenarkan**
Isi Pasal
Wanita yang didapati berzinah. Percakapan setelah perjamuan tentang Yesus sebagai Terang dunia. Setan, pendusta dan pembunuh yang sejati, dan persaudaraan dengan Setan.
Judul Perikop
Yesus adalah terang dunia (8:12-20)
Yesus bukan dari dunia ini (8:21-29)
Kebenaran yang memerdekakan (8:30-36)
Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah (8:37-47)
Yesus sudah ada sebelum Abraham (8:48-59)
Tafsiran: Karena masih diburu oleh keinginan untuk menangkap Yesus, para pemimpin agama Yahudi mencari cara untuk menjerat Dia. Pada waktu itu masih pagi sekali, dan Yesus sudah mengajar orang banyak (ayat 2). Namun ahli Taurat dan orang Farisi sudah memperhadapkan seorang perempuan yang kedapatan berzina (ayat 3-4). Menurut Taurat, hukuman bagi zina adalah mati (Im. 20:10). Akan tetapi, Yesus tahu bahwa kedatangan mereka bukan disebabkan oleh semangat untuk menegakkan hukum Taurat. Mereka hanya ingin memasukkan Yesus ke dalam perangkap (ayat 4-6). Berhasilkah?
Mereka menunggu respons Yesus. Ia malah duduk sambil menulis-nulis di tanah (ayat 6). Akhirnya Ia berkata bahwa siapa yang tidak berdosa dari antara mereka, dialah yang berhak pertama-tama melemparkan batu kepada si perempuan. Jawaban itu sungguh tak terduga! Jawaban yang menyebabkan mereka meninggalkan arena penghakiman satu persatu (ayat 7-8). Mereka sadar bahwa mereka bukan tanpa dosa.
Para pemimpin agama itu gagal. Mereka sesungguhnya tidak tertarik pada kebenaran, keadilan, dan kekudusan. Mereka hanya ingin menjerat Yesus, tetapi berakhir dengan terjeratnya mereka oleh kondisi moral dan kemunafikan mereka sendiri. Mereka lupa bahwa mereka juga berdosa. Mereka mengira diri mereka berada di atas Taurat sehingga memakainya hanya untuk menghakimi orang lain. Mereka lupa bahwa isi Taurat bukanlah hukuman tetapi aturan yang menunjukkan bagaimana umat dapat dekat dengan Tuhan.
Kepada perempuan yang berzina itu, Yesus menyatakan anugerah bahwa Ia tidak akan menghukum dia. Sungguh berbeda sikap Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi. Yesus yang paling layak untuk melempari perempuan itu dengan batu, menyatakan pengampunan-Nya dengan memperbolehkan perempuan itu pergi dalam pertobatan.
Tuhan Yesus juga bersedia mengampuni segala dosa kita. Namun perlu pengakuan dan pertobatan. Dengan pertolongan-Nya, kita dapat berubah.
Apa gunanya terang bagi dunia? Terang berfungsi memberi cahaya pada dunia dan manusia. Teranglah yang membuat manusia hidup dan beraktivitas. Terang yang sejati adalah Yesus Kristus, seperti kesaksian yang Dia nyatakan kepada orang banyak, "Akulah terang dunia ..." (ayat 12).
Namun, orang Farisi tidak bisa melihat hal itu. Bagi mereka, kesaksian seseorang tentang dirinya sendiri tidak dapat dibenarkan (ayat 13). Yesus menunjukkan bahwa Ia punya kualifikasi untuk memberikan kesaksian tentang diri-Nya sendiri. Ia dapat melihat kekekalan (ayat 14), Ia menghakimi dengan benar (ayat 15-16), dan kesaksian-Nya didukung oleh Bapa (ayat 17-18). Mengacu pada Taurat, kesaksian dua orang adalah sah. Meski manusia tidak mengakui kebenaran kesaksian-Nya bukan berarti manusia benar. Kebenaran manusia mengikuti ukurannya sendiri. Kebenaran Allah hanya dapat diukur oleh Allah sendiri. Padahal pengenalan akan Bapa hanya dapat terjadi melalui pengenalan akan Anak terlebih dulu (ayat 19).
Kesaksian Yesus selanjutnya mengarah pada perbedaan keberadaan manusia dan diri-Nya. Yesus berasal dari atas, yaitu Surga, tempat di mana tak ada dosa. Manusia berasal dari bumi dan akan mati dalam dosa. Perbedaan tempat hidup manusia dan Allah mencerminkan perbedaan kebenaran yang terjadi. Namun demikian Allah dan Putra-Nya yang benar. Ini akan dibuktikan di salib. (ayat 28). Penjelasan Yesus itu membuat para pendengar-Nya semakin marah.
Yesus juga menunjukkan ketergantungan-Nya pada Bapa. Ajaran-Nya berasal dari Bapa (ayat 28). Ia selalu melakukan kehendak Bapa (ayat 29). Ketaatan ini Dia perlihatkan bahkan sampai Ia mati di kayu salib. Ia tidak berupaya membelokkan atau mengelak dari kehendak Bapa. Keseluruhan hidup-Nya Dia arahkan pada penggenapan kehendak Bapa di dalam dan melalui diri-Nya, yakni menjadi terang bagi dunia, bagi manusia. Sudahkah Anda percaya kepada terang dunia itu? Jika sudah, jadilah terang juga bagi dunia yang masih gelap ini, yaitu dunia di sekitar Anda.
Perkataan Yesus adalah kebenaran, sehingga banyak orang percaya kepada-Nya (ayat 30). Namun, kepercayaan mereka baru sebatas pengetahuan dan belum ada komitmen. Jika mereka sungguh percaya dan memercayakan diri kepada Tuhan Yesus barulah mereka merdeka dari dosa (ayat 31-32).
Berdasarkan pemahaman fakta jati diri mereka sebagai keturunan Abraham, mereka memprotes ucapan Yesus bahwa mereka perlu kebenaran yang memerdekakan. Sebab meski dijajah Roma mereka tetap merasa merdeka. Namun, yang Yesus maksud adalah penjajahan dosa yang tidak dapat dilawan dengan cara apa pun termasuk dengan keyakinan jati diri. Dosa membuat siapa pun tak terkecuali orang Yahudi sejati menjadi terasing dari Allah (ayat ##A Yohanes 35: tidak tinggal di dalam rumah). Hanya Yesus yang dapat memberi mereka hubungan serasi dengan Allah dan menjadikan mereka anak-anak Abraham (ayat 36). Bukti bahwa mereka belum sungguh-sungguh percaya kepada Yesus adalah mereka masih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan "bapa" mereka (ayat 38). Mereka hendak membunuh Yesus (ayat 37). Itu bukan pekerjaan kebenaran melainkan pekerjaan dosa (ayat 39-40). Mereka bukan anak-anak Allah karena kasih Allah tidak ada pada mereka (ayat 42-43). Jika mereka anak Allah, mereka pasti mengasihi Allah dan mengasihi Yesus. Faktanya mereka memiliki tanda-tanda pekerjaan Iblis, yaitu kebencian, hasrat membunuh, dan mendustai diri sendiri (ayat 44-46). Mereka adalah anak-anak Iblis. Terlebih lagi, sesudah Yesus membukakan semua fakta ini mereka tetap tidak percaya dan tidak mendengarkan firman-Nya (ayat 46-49).
Menjadi Kristen berarti harus memercayakan diri penuh kepada Yesus yang diutus Allah untuk memerdekakan kita dari dosa. Berkeras pada keinginan, pengertian, dan cara kita sendiri membuktikan kita masih menjadi hamba dosa, milik Iblis. Siapa menjadi milik Yesus, pasti mengasihi Allah dan Yesus serta mau taat pada firman-Nya.
Renungkan: Siapakah "bapa" Anda sesungguhnya, Allah atau Iblis, akan tampak dari perbuatan-perbuatan Anda!
Hati orang Yahudi sungguh membatu sehingga terus hidup menurut tingkah laku Iblis sehingga firman Tuhan tidak pernah ada di dalam hati mereka. Mereka bukan hanya menutup hati terhadap Yesus, tetapi juga melancarkan dua tuduhan baru. Pertama, Yesus adalah orang Samaria (Yohanes 8:48). Ini merupakan tuduhan yang bersifat rasis karena orang Yahudi membenci dan menganggap orang Samaria sebagai blasteran. Kedua, Yesus telah kerasukan setan (Yohanes 8:48, 52), karena dianggap suka menyampaikan perkataan yang tidak masuk akal dan tidak sesuai fakta.
Tuduhan kerasukan setan muncul (Yohanes 8:48) karena Yesus menyatakan bahwa mereka bukan anak-anak Abraham, melainkan anak-anak Iblis (Yohanes 8:44-47). Tuduhan itu muncul juga karena Yesus menawarkan hidup kekal kepada mereka yang mau percaya padahal menurut mereka, Abraham dan para nabi yang percaya dan taat firman Allah tetap mati. Dengan demikian, mereka menganggap Yesus telah menempatkan diri-Nya jauh lebih besar daripada mereka semua.
Menjawab tuduhan itu, Yesus kembali menegaskan hubungan-Nya dengan Bapa: Dia memuliakan Bapa, tetapi mereka tidak memuliakan Dia dan Bapa yang mengutus-Nya. Namun, Yesus tidak mencari kemuliaan bagi diri-Nya karena hanya Bapa yang patut dimuliakan dan akan memuliakan Dia. Bapa yang demikian tidak mereka kenal, tetapi Yesus kenal dan hidup sesuai firman-Nya (Yohanes 8:55). Dalam hal ini, Abraham bersukacita karena akan dan telah menyaksikan kedatangan Yesus yang jauh lebih besar daripada dirinya. Karena sebelum Abraham ada di dunia, Yesus telah ada, bahkan sebelum segala sesuatu diciptakan dan tidak pernah ada sesaat pun Dia tidak ada (Yohanes 8:58). Namun sebagai keturunan Abraham, mereka tetap tidak percaya karena sejak awal mereka menolak Dia, bahkan ingin melempari-Nya dengan batu.
Banyak orang yang terus menolak serta menyerang Yesus dan berita Injil karena mereka terus mengeraskan hati. Adakah kita prihatin atas sikap mereka? Doakanlah agar kasih karunia Tuhan menjamah mereka.