1 Kor 15 (MAD2T*Pagi*30Maret*Tahun 1)

1 Korintus 15

Penjelasan Singkat
Mengenai kebangkitan Kristus

Isi Pasal
Kebangkitan Kristus dan kebangkitan kembali orang-orang percaya sebagai hasil darinya.

Judul Perikop
Kebangkitan Kristus (15:1-11)
Kebangkitan kita (15:12-34)
Kebangkitan tubuh (15:35-58)

Tafsiran: Apa hal penting yang menduduki peringkat pertama dalam hidup kita pribadi, menentukan jatuh bangunnya gereja, bahkan menentukan nasib kekal manusia? Yang sangat penting itu ialah Injil Yesus Kristus. Banyak hal mendesak yang orang anggap penting untuk segera dibereskan dalam dunia masa kini. Ambillah contoh berikut ini: soal lingkungan hidup, soal perdamaian dunia, kerukunan, pengadaan perumahan rakyat, peningkatan pendidikan, pengadaan lapangan kerja, dlsb. Semuanya itu memang mendesak bahkan penting, namun bukan sangat penting. Hanya Injil Yesus Kristus yang sangat penting sebab Injil menentukan hidup kekal manusia yang akan mempengaruhi total radikal kehidupan setiap manusia baik kelak maupun kini di dunia ini. Gereja yang berdiri teguh ialah gereja yang tidak melupakan fondasinya yaitu Injil Yesus Kristus. Gereja ada karena Injil Yesus diberitakan dan disambut dalam iman. Bila hal yang sangat penting itu dilupakan, gereja dan kehidupan Kristen kita terancam bahaya. Oleh Injil itulah kita diselamatkan. Kematian dan kebangkitan-Nya telah melepaskan kita dari kuasa dosa dan dari murka Allah. Hal-hal mendesak yang tiap hari harus kita hadapi seharusnya kita perhadapkan di bawah terang Injil dan bukan membuat keyakinan kita akan Injil menjadi goyah!

Kasih karunia Allah. Banyak orang meragukan kebenaran Injil. Rupanya hal itu sudah terjadi bahkan sejak zaman Paulus. Benarkah Yesus saja satu-satunya jalan? Benarkah Dia bangkit dari kematian? Banyak lagi pertanyaan orang ajukan terhadap kebenaran Injil, namun yang terutama ialah kebenaran tentang kebangkitan-Nya. Paulus sebenarnya tidak pernah berjumpa Yesus sewaktu Yesus hidup. Untuk apa ia mati-matian menjadi penganjur dari Orang yang tidak pernah dikenalnya bahkan pernah dimusuhinya, bila ia tidak benar-benar pernah mengalami sesuatu dari Yesus ini?

Renungkan: Bersaksi adalah akibat dari fakta bahwa Yesus sungguh hidup dalam diri seseorang.

Dalam kekristenan, kebangkitan adalah sangat penting. Fakta bahwa Yesus bangkit pada hari yang ke-3, mempunyai arti yang sangat penting. Karena kebangkitan-Nya membuktikan keilahian-Nya.

Persoalan yang terjadi dalam Jemaat Korintus adalah mereka percaya bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, tetapi sulit untuk memercayai adanya kebangkitan orang mati (1 Korintus 15:12, 13, 16). Bagi Paulus, hal ketidakpercayaan akan kebangkitan orang mati ini tidak sepele, karena akan mendistorsi berita kebangkitan Kristus. Dengan kalimat yang tegas ia mengatakan "Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati"(1 Korintus 15:32). Dengan kata lain tidak ada perbedaan antara kehidupan orang Kristen dan orang tidak percaya, karena sama-sama akan mengalami kebinasaan.

Yang membuat perbedaan adalah pentingnya kebangkitan Kristus yang menjadi dasar iman Kristen. Paulus memberikan penegasan kepada mereka bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan para rasul dan iman kita (1 Korintus 15:14). Jika Kristus tidak dibangkitkan maka kita tetap tinggal dalam dosa (1 Korintus 15:17). "kamu masih hidup dalam dosamu". Dosa yang membuat manusia terpisah dari Allah, yang membuat manusia mati dan binasa (1 Korintus 15:21, 22).

Fakta kebangkitan Kristuslah yang membuat setiap orang percaya dibebaskan dari belenggu dosa dan kebinasaan. Inilah perbedaan antara orang yang percaya Kristus dengan yang menolak-Nya, yaitu pengharapan di dalam Kristus. Kebangkitan-Nya membuat kita tidak hidup dalam kesia-siaan tetapi dalam pengharapan, yaitu bahwa kita semua yang percaya kepada-Nya akan dibangkitkan seperti Dia, yang sulung, dibangkitkan (1 Korintus 15:20).

Oleh karena itu kita orang-orang percaya yang telah memiliki kepastian akan kebangkitan Kristus, dituntut untuk hidup dalam kebenaran. Kebenaran inilah yang menuntun kita hidup dalam keteguhan iman, yang diproyeksikan menghasilkan kekudusan dan ketaatan total kepada Allah, sehingga hidup kita ini menyenangkan Dia.

Paulus mengajak orang Korintus untuk berpikir bijaksana dalam mempelajari kebenaran. Ada orang-orang yang kesulitan untuk mengerti bagaimana seseorang bisa dibangkitkan, dan dengan tubuh seperti apa mereka akan dibangkitkan.

"Hai orang bodoh!" (1 Korintus 15:36) merupakan teguran yang keras, bukan untuk menghina melainkan mengajak mereka membuka wawasan berpikir yang sangat sempit tentang kemahakuasaan Tuhan dalam dunia ciptaan. Analogi yang Paulus berikan diharap dapat membuka pengertian mereka yang sempit (1 Korintus 15:35-38).

Kemuliaan tubuh sorgawi lebih dari tubuh duniawi (1 Korintus 15:40). Tubuh alamiah kita seiring berjalannya waktu akan semakin lemah, manusia lahiriah kita akan semakin merosot. Sedangkan manusia batiniah, yang menjadi persiapan tubuh yang tidak kelihatan itu, bersifat mulia (1 Korintus 15:42-44). Sebagaimana kita mengambil rupa Adam ?ditaburkan dalam tubuh alamiah ? kita juga akan memakai rupa dari yang sorgawi, yaitu Kristus sendiri. Jadi meskipun tubuh fisik kita semakin rusak, kehidupan rohani kita boleh terus diperbarui (1 Korintus 15:45-49). Yang menjadi pengharapan kita pada akhir zaman adalah bahwa kita kelak pada kebangkitan akan memakai rupa dari yang sorgawi (1 Korintus 15:49). Paulus juga mengatakan, bahwa sesungguhnya kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubah dalam sekejap mata pada waktu bunyi nafiri yang terakhir (1 Korintus 15:51-52).

Maut dikalahkan sebagai musuh terakhir. Maut telah ditelan oleh kemenangan (1 Korintus 15:54). "Sengat maut adalah dosa", maut adalah di mana Tuhan tidak hadir dalam hidup seseorang, dan ketika seseorang berdosa, ia sedang mencicipi maut. Ia tidak dalam bahaya hilang dari hadirat Tuhan (1 Korintus 15:55-56).

Pengharapan ini semestinya mendorong kita untuk lebih giat dalam melayani Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa kita harus berjaga-jaga (menjaga kualitas hidup kristen yang beriman), mengembangkan talenta (sebagai tuntutan untuk memberikan yang terbaik) untuk menyambut kedatangan kembali Sang Tuan. Tuhan Yesus akan datang, maka kita harus semakin bergiat dalam pekerjaan Tuhan (1 Korintus 15:58).

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)