1 Kor 16 (MAD2T*Mlm*30 Maret Tahun 1)
1 Korintus 16
Penjelasan Singkat
Paulus memuji Timotius
Isi Pasal
Pemberitahuan dan salam Paulus yang terakhir.
Judul Perikop
Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem (16:1-4)
Rencana Paulus (16:5-9)
Beberapa pemberitahuan (16:10-18)
Salam (16:19-24)
Tafsiran: Gereja lahir karena kasih Allah dalam Kristus. Kasih ilahi itu harus terpancar sebagai ciri utama Gereja Tuhan. Bila kasih antar kekasih, sahabat, atau keluarga dirasa kuat untuk diungkapkan, lebih lagi kasih ilahi. Kasih itu sedemikian kuat dan konkrit sehingga jemaat purba rela berbagi harta yang mereka terima dari Tuhan (Kis. 2:44,45). Mereka berbuat demikian karena sadar, sudah selayaknyalah sesama milik Kristus saling meringankan beban.
Perlu pengaturan yang baik. Apa kecenderungan sikap dan tindakan kita dalam memberikan persembahan? Apakah kita sering ayal-ayalan? Kadang kita dengar berbagai penyalahgunaan persembahan. Untuk membina jemaat memberikan persembahan yang baik, Paulus memberi nasihat berikut. Berikan sebagian harta yang telah dikaruniakan Tuhan sebagai persembahan secara teratur setiap Minggu (ayat 2). Peruntukkan persembahan itu bagi kepentingan kehidupan jemaat Tuhan dan kirimkan utusan yang dapat dipercaya dengan surat untuk menyerahkannya.
Renungkan: Persembahan adalah milik Tuhan, jangan bersikap atau bertindak salah terhadap milik Tuhan itu!
Doa: Ajarku Tuhan memberi persembahan dengan kesungguhan hati.
Pelayanan Tim. Paulus menyadari bahwa dirinya bukan superman. Ia tidak serba bisa, juga tidak akan hidup selamanya. Itu sebabnya ia perlu melatih dan memberi kesempatan bagi Timotius (ayat 10), mengakui kontribusi pelayanan Apolos (ayat 12), dan digembirakan oleh kedatangan Stefanus (ayat 17). Jika Anda bertanya-tanya apa rahasia kebesaran Paulus, jawabnya ialah: ia menyadari kekecilan dirinya dan karena itu membuka diri untuk bekerja sama dengan banyak rekan pelayanan dan memberi diri untuk pelayanan membina generasi muda.
Paulus menutup suratnya dengan pemberitahuan akan kedatangan Timotius sebagai pembawa surat ini dan beberapa nasihat praktis. Nasihat Paulus ialah agar mereka memegang teguh prinsip-prinsip pelayanan yang didasari kasih Kristus.
Prinsip pertama ialah tidak membuat orang-orang di sekitar kita takut melayani sebaliknya mendorong mereka giat (1 Korintus 16:10). Paulus meminta agar jemaat Korintus menerima Timotius dengan baik, sehingga ia dapat melayani di sana tanpa takut karena yang dikerjakan Timotius adalah pekerjaan Tuhan.
Prinsip kedua ialah tidak merendahkan orang lain (1 Korintus 16:11). Paulus meminta jemaat tidak merendahkan Timotius. Mungkin ini berkaitan dengan kemudaan Timotius. Paulus tidak ingin jemaat meremehkan Timotius.
Prinsip ketiga ialah menjaga iman agar terus bertumbuh dalam Kristus (1 Korintus 16:13). Ia menasihati agar mereka berjaga-jaga, yaitu harus waspada terhadap godaan mengikuti hawa nafsu maupun bujukan dunia.Mereka semua harus berdiri teguh dalam iman. Dasar yang kuat agar iman terjaga bahkan bertumbuh adalah kasih. Motivasi kasih menolong mereka tidak berpusat pada diri sendiri melainkan pada Kristus.
Prinsip keempat ialah menjaga relasi dengan orang-orang di sekitar (1 Korintus 16:15-18). Menghargai rekan sepelayanan merupakan hal yang penting. Hal ini demi menjaga sinergi kasih di dalam pelayanan. Sehingga terciptalah suasana kasih Kristus di antara pelayan Tuhan. Sebelum Paulus menutup suratnya, ia menyampaikan salam dari jemaat di Asia Kecil kepada mereka (1 Korintus 16:19-20). Ini juga merupakan bukti betapa relasi itu penting dan harus dibangun.
Akhirnya, Paulus menutup suratnya dengan menyampaikan suatu tanda persekutuan yang indah, yaitu dengan "cium kudus". Cium kudus ini bukanlah ciuman yang mengumbar nafsu, namun hal ini dilakukan sebagai perwujudan saling mengasihi dalam Tuhan (1 Korintus 16:20).
Sebagai orang percaya maupun pelayan Tuhan hendaknya kita memegang teguh prinsip pelayanan ini. Sehingga kita benar-benar menjadi berkat bagi banyak orang hingga "Maranata" (Tuhan, datanglah).