1 Kor 2 (MAD2T*Mlm*23 Maret*Tahun 1)

1 Korintus 2

Penjelasan Singkat
Kristus adalah dasar

Isi Pasal
Penyataan Kristen tidak berutang kepada hikmat manusia. Kebenaran rohani tidak dapat ditemukan pada hikmat manusia.

Judul Perikop
Hikmat yang benar (2:6-16)

Tafsiran: Bagaimana kesan Anda tentang pernyataan Paulus ini? Tidak mengandalkan kapasitas dan daya apapun yang dia miliki secara kodrati dalam pelayanan! Bahkan tidak mau tahu yang lain kecuali "Dia yang disalibkan!" Sungguh ekstrim! Mengingat konteks kota Korintus sebagai kota pelabuhan dagang, pusat budaya, serta berbagai kegiatan religius, jelas tidak mudah melayani di sana. Jika sekarang kita melayani kaum intelektual, bukankah kita harus memiliki bobot dan mampu tampil meyakinkan secara intelektual juga? Jika pewartaan atau pelayanan kita tidak mengandung argumentasi intelektual, siapa yang mau mendengar kita? Jika kita ingin mencapai orang berpangkat atau para pesohor, tetapi kita tidak selevel mereka, bagaimana kita dapat mengharapkan sambutan?

Begitulah, logika mendorong kita untuk menyesuaikan diri sebisa mungkin setara orang yang ingin kita ajak berelasi. Hal inilah yang disoroti serius oleh kesaksian Paulus dalam pelayanan. Mari amati baik-baik. Firman Allah bukan menuntut kita untuk menolak semua kapasitas dan cara pendekatan wajar dan manusiawi. Isu intinya di sini bukan soal memakai atau tidak memakai, tetapi bergantung pada apa atau siapa kita dalam pelayanan. Kita harus sadar bahwa semua kapasitas manusia selalu ada segi baiknya, tetapi juga membawa kecemaran dan "kebengkokan" sifat dosa. Maka kita tidak harus memusuhi juga tak boleh mengandalkannya. Kita harus mengandalkan kuasa Roh dan kuasa yang terdapat dalam Injil Kristus. Semua kapasitas manusia adalah sarana yang harus dikuduskan dan ditopang oleh kuasa-Nya. Bukan sebaliknya!

Bukan Paulus sendiri yang berpendirian seperti itu. Coba renungkan para hamba Allah dalam PL: Nuh, Musa, Yeremia, Daniel, dlsb. Juga mengapa ketika mengutus para murid Yesus melarang mereka membawa bekal lebih. Bukan saja agar ketergantungan kita tidak ke arah yang salah, juga agar potensi manusia yang tercemar dosa tidak mengacaukan isi pelayanan Roh kepada sesama kita. Dan tentunya, agar bukan diri kita yang dimuliakan, tetapi Dia saja yang layak dipuji! Jadi doa, karunia Roh, kuasa Injil, itulah yang harus jadi hakikat pelayanan kita!

Yesus pernah berkata, jangan berikan mutiara kepada babi (Mat. 7:6). Babi jantan tidak akan makin tertarik kepada betinanya bila ia berkalungkan mutiara. Si jantan, karena kebabiannya, tidak akan pernah mampu menghargai dan mengapresiasi mutiara sebagaimana kita manusia memaknainya.

Jelas, jemaat Korintus bukan sekumpulan babi. Sejak awal surat, Paulus menyebut mereka sebagai orang yang telah dikuduskan dan dipanggil menjadi orang-orang kudus (ayat 1:2). Kepada mereka hikmat keselamatan Allah telah dinyatakan (ayat 10); hikmat tentang karya keselamatan Allah yang tersembunyi bahkan bagi para penguasa, tetapi yang disediakan Allah bagi kemuliaan mereka yang percaya seperti jemaat Korintus (ayat 7). Mereka pun telah menerima Roh-Nya (ayat 12), yang dalam analogi kemanusiaan, bahkan tahu hal-hal terdalam dari Allah (ayat 10-11). Luar biasa. Apa lagi yang kurang?

Atas dasar jati diri ini Paulus hendak menampilkan seperti apa itu manusia rohani: pertama, ia adalah seperti Paulus dan rekan sekerjanya, mengajar dan berkata-kata berdasarkan hikmat dan Roh Allah (ayat 6,13). Kedua, ia juga memahami hal-hal rohani, dan menilai segala sesuatu berdasarkan hikmat Allah, tanpa dinilai orang lain (ayat 14-15). Ketiga, ia tidaklah seperti manusia duniawi (Yun. psukhikos) yang tidak menerima hikmat dari Roh Allah, menganggapnya sebagai kebodohan, dan tidak dapat memahaminya (ayat 14). Singkatnya, manusia rohani dapat mengapresiasi hikmat dan penyertaan Roh Allah melalui hidupnya.

Jemaat Korintus, bersama semua yang berseru kepada nama Yesus Kristus seperti kita kini (ayat 1:2) punya untaian indah mutiara karunia ilahi. Sekarang, tinggal bagaimana kita mengapresiasinya.

Renungkan: Merasa ada yang kurang dari hidup Anda? Kadang, hal terpenting yang kurang justru adalah apresiasi dan respons yang nyata dalam hidup kita atas karunia-karunia-Nya yang besar itu.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)