1 Kor 4 (MAD2T*Mlm*24 Maret*Tahun 1)

1 Korintus 4

Penjelasan Singkat
Pembedaan berasal dari Allah

Isi Pasal
Penghakiman atas para hamba Kristus bukan dilakukan dengan manusia. Teladan kerasulan mengenai kesabaran dan kerendahan hati.

Judul Perikop
Tuhan adalah satu-satunya hakim (4:1-5)
Rendahkanlah dirimu (4:6-21)

Tafsiran: Biasanya, kita akan melanjutkannya dengan "... saya bebas melakukan apa saja dengannya dan kepadanya." Benar demikian? Apa yang Paulus katakan dalam bagian ini memberikan kepada kita suatu pengertian yang agak berbeda tentang arti kepemilikian atau memiliki sesuatu.

Dalam bagian ini, Paulus meringkaskan argumen-argumen terdahulunya demikian: mengapa bermegah pada manusia; mengapa memfavoritkan seorang pelayan dan berselisih sehingga ada perpecahan? Semuanya tidak perlu, karena segala sesuatu adalah milik-"mu", milik jemaat Korintus (ayat 21,22). Argumen seperti ini menarik, karena bagi sebagian orang, masalah hak milik justru menjadi sumber perpecahan dan perselisihan. Lalu apa arti kepemilikan seperti ini? Jemaat Korintus memiliki segala sesuatu, karena mereka adalah milik Kristus, Sang Pemilik segala sesuatu. Mereka memiliki segala sesuatu dalam Kristus, oleh kasih karunia Allah, demi statusnya sebagai bait Allah: sebagai tempat Roh Allah nyata dalam kehidupan jemaat, sehingga menjadi alternatif ilahi yang kontras dengan gaya hidup kota Korintus yang dekaden.

Memiliki segala sesuatu dalam Kristus bagi orang percaya berimplikasi dua hal. Pertama, karena di dalam Kristus kita memiliki segala sesuatu, maka kita hanya dapat bermegah dalam Tuhan dan tidak mengandalkan diri sendiri. Hidup Kristen yang memiliki segala sesuatu adalah hidup yang mencari hikmat Allah dan taat kepada kehendak-Nya dalam segala sesuatu. Kedua, memiliki segala sesuatu di dalam Kristus berarti sadar bahwa kita semua adalah milik Kristus; hamba Kristus. Sesama hamba Kristus kita tidak diperkenankan untuk saling menghakimi, karena hanya Tuhanlah satu-satunya hakim.

Renungkan: Jangan biarkan hidup Anda menjadi hidup yang melulu mengumpulkan barang milik, tetapi hidup kehambaan. Karena hanya dalam Yesus Kristus Anda sejati telah memiliki segala sesuatu.

Di dalam surat ini, Paulus sering menggunakan kata yang bermakna arogan. Frekuensi penggunaan kata ini mengidentifikasi salah satu masalah utama yang ada di dalam jemaat Korintus.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus bahwa mereka tidaklah superior bila dibandingkan dengan orang lain. Sikap superior itu dapat membuat mereka menghakimi orang lain, bahkan menghakimi hamba Tuhan. Meskipun mereka memiliki banyak hal, harus disadari bahwa semuanya itu adalah pemberian Allah. Sebab itu mereka seharusnya mengucap syukur dan bukan malah menyombongkan diri serta merendahkan Paulus yang mengalami kesukaran dan penderitaan dalam pelayanannya.

Paulus memberi contoh tentang dirinya dan para rasul yang lain tentang bagaimana mereka harus mengalami hinaan dan direndahkan oleh karena Kristus. Iman dan pelayanan mereka kepada Kristus tidak menghasilkan sesuatu yang membawa kebanggaan dan kesenangan bagi diri mereka sendiri. Yang diperoleh para rasul justru hal-hal yang menyengsarakan dan menyakitkan (1 Korintus 4:11-13). Melalui pengalaman ini, Paulus bermaksud menegur mereka agar menyadari sikap mereka dan tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap. Karena itu mereka harus mengikuti teladan Paulus sebab ia telah terlebih dahulu mempraktikkan apa yang dia ajarkan (1 Korintus 4:16).

Teguran Paulus kepada jemaat Korintus jadi teguran juga bagi kita. Kita bisa saja membanggakan diri karena jadi anggota suatu gereja besar atau bila gereja kita dipimpin oleh pendeta besar yang terkenal. Kebanggaan itu membuat kita jadi merasa seolah-olah kita sama besarnya dengan pendeta tersebut. Atau kita telah memilih jalan yang benar dengan menjadi anggota gereja tersebut. Kebanggaan seperti ini dapat melahirkan perasaan superioritas yang tidak pada tempatnya serta dapat membuat kita merendahkan gereja-gereja yang beranggotakan orang-orang yang berstatus ekonomi rendah. Ingatlah bahwa esensi iman kita adalah memikul salib dan mengikut Kristus.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)