KPR 15 (MAD2T*Pagi*01 Maret*Tahun 1)

Kisah Para Rasul 15

Penjelasan Singkat
Perdebatan tentang Sunat

Isi Pasal
Mahkamah Agama di Yerusalem dan pertanyaan mengenai sunat. Perjalanan misi Paulus yang kedua. Silas dipilih.

Judul Perikop
Sidang di Yerusalem (15:1-21)
Jawab kepada Antiokhia (15:22-34)
Perselisihan antara Paulus dan Barnabas (15:35-41)

Tafsiran: Pemahaman akan kebenaran mau tidak mau membuat kita harus tegas mengambil sikap untuk berdiri di atas-nya, terutama ketika ada gugatan terhadap kebenaran itu.

Kekristenan yang lahir di dunia berlatar belakang Yudaisme tidak serta merta diterima dan dipahami secara utuh. Masih ada yang berpegang pada hukum Musa tentang keselamatan melalui sunat (Kisah Para Rasul 15:1). Tentu saja Paulus dan Barnabas mendebat pandangan ini. Karena diskusi tak dapat diselesaikan, mereka naik banding ke Yerusalem, tempat rasul-rasul. Ternyata di Yerusalem pun masih ada orang yang berpendapat serupa (Kisah Para Rasul 15:5). Maka terjadilah pembahasan seru.

Akhirnya Petrus tampil dan menegaskan bahwa semua orang, Yahudi maupun non-Yahudi, diselamatkan oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 15:9, 11). Keselamatan diperoleh bukan karena iman plus tindakan. Bila sebe-lumnya orang non-Yahudi yang takut akan Allah harus melalui ritual sunat dulu bila ingin masuk komunitas orang beriman, maka di dalam Yesus tradisi itu tak berlaku lagi. Memelihara tradisi agama tidak akan membuat orang lebih dekat pada keselamatan sebab keselamatan tidak didasarkan pada aktivitas religius. Bila kita katakan perlu ada tindakan untuk melengkapi iman maka sesungguhnya kita menodai Injil dan menempatkan diri di bawah murka Allah. Lalu Paulus dan Barnabas menceritakan bagaimana Tuhan bekerja melalui mereka dalam penginjilan kepada orang non-Yahudi (Kisah Para Rasul 15:12). Mukjizat yang Tuhan anugerahkan mengkonfimasi kehendak Tuhan atas orang-orang non- Yahudi. Yakobus pun urun bicara, mendukung Paulus, Barnabas, serta Petrus (Kisah Para Rasul 15:13-21).

Pemahaman Paulus, Barnabas, Petrus, dan Yakobus mengenai keselamatan dan ketegasan mereka untuk berdiri di atas kebenaran itu membuka mata banyak orang akan kebenaran yang sesungguhnya. Kiranya kita pun mau belajar memahami dasar-dasar iman kita agar kita dapat membedakan mana ajaran yang benar dan yang tidak. Juga dapat menolong orang lain bila mereka bimbang.

Bagaimana kita seharusnya memecahkan masalah yang muncul di antara jemaat? Alkitab memang tidak mem-beri pemaparan melalui sebuah metode. Namun melalui kisah yang terjadi di dalam jemaat Antiokhia, kita dapat memahami bagaimana seharusnya menyelesaikan permasalahan di dalam jemaat.

Penjelasan dan usulan dari Yakobus membuat para penganut Yudaisme tidak bisa membantah lagi. Maka sidang memutuskan untuk membuat klarifikasi atas kekisruhan yang timbul di dalam jemaat Antiokhia akibat pengajaran yang tidak sesuai dari kaum Yudaisme. Klarifikasi dilakukan melalui dua cara. Yang pertama adalah melalui surat dan yang kedua adalah melalui kedatangan Yudas dan Silas yang menyertai Paulus dan Barnabas. Mereka adalah pemimpin dan nabi. Surat itu menjawab dua isu penting yang menjadi permasalahan, yaitu status rohani dari orang-orang non-Yahudi yang tidak disunat dan peraturan mengenai persekutuan dengan orang- orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen. Surat ini memperlihatkan keseimbangan antara kesatuan di dalam Kristus dan penghargaan terhadap perbedaan budaya.

Bagaimana tanggapan jemaat Antiokhia? Tentu saja mereka bersukacita atas perhatian yang diberikan (Kisah Para Rasul 15:31). Kini mereka tidak lagi dibingungkan oleh ajaran yang berbeda-beda. Sunat tidak lagi menjadi persyaratan bila mereka beriman sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus. Melalui surat itu mereka juga beroleh tuntunan untuk menghargai orang-orang Yahudi Kristen agar persekutuan orang beriman dapat tetap terpelihara.

Melalui peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa ketika kebenaran Injil dan kasih kristiani diutamakan dalam pemecahan masalah maka akan ada sukacita dan damai dalam persekutuan orang beriman. Dalam situasi demikian Roh Kudus bekerja memulihkan hubungan serta pemahaman yang salah yang dibawa ke dalam tubuh Kristus melalui infiltrasi pengajaran yang tidak benar.

Kisah Para Rasul selain membukakan permasalahan di antara jemaat, juga memperlihatkan fakta bahwa di antara pelayan Tuhan pun bisa saja muncul konflik. Lukas melaporkan perbedaan pendapat di antara Paulus dan Barnabas yang mengakibatkan mereka kemudian berpisah jalan dan tidak lagi bersama-sama dalam pelayanan. Kita mungkin berpendapat bahwa perbedaan pandangan antara Paulus dan Barnabas di satu pihak serta kaum Yudaisme di pihak lain dalam bacaan kemarin memang merupakan masalah prinsipiel. Namun seberapa pentingkah perbedaan pendapat antara Paulus dan Barnabas hingga harus berpisah jalan?

Untuk perjalanan selanjutnya, Barnabas berniat membawa kembali Markus yang pernah meninggalkan mereka. Paulus tidak mau menerima kembali orang seperti itu. Ternyata perbedaan pendapat ini sampai menimbulkan perselisihan tajam di antara mereka berdua (Kisah Para Rasul 15:39). Namun kita melihat bagaimana Paulus dan Barnabas menempatkan masalah itu dalam tingkat pribadi saja. Mereka tidak merasa perlu melibatkan orang lain yang bisa merunyamkan masalah itu. Mereka juga tidak menjadikan masalah itu sebagai pemisah yang meruntuhkan persahabatan dan persaudaraan mereka atau membuat mereka mundur dari pelayanan.

Paulus dan Barnabas memang tidak mau merubah pendapat mereka, melainkan mencari solusi yang pas. Dan solusinya adalah berpisah! Masing-masing pergi dengan tujuan yang berbeda. Barnabas mendorong Markus untuk kembali melayani Tuhan, meskipun ia pernah berbuat salah. Walau demikian reaksi negatif Paulus yang dikombinasikan dengan tindakan positif Barnabas dapat membuat Markus melihat masalahnya dalam proporsi yang seimbang. Ia tahu bahwa ia salah, tetapi ia akan tahu bagaimana memperbaikinya.

Hidup dalam komunitas adalah hidup dalam perbedaan seraya tetap menjaga kesatuan. Untuk itu perbedaan pendapat bisa saja terjadi, tetapi kiranya tidak membuat satu pihak atau kesemuanya mundur dari pelayanan.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)