KPR 23 (MAD2T*Pagi*09 Maret*Tahun 1)

Kisah Para Rasul 23

Penjelasan Singkat
Paulus dipenjara

Isi Pasal
Paulus di hadapan Mahkamah Agama. Persekongkolan untuk membunuh Paulus dan kekalahannya. Paulus dibawa ke Feliks.

Judul Perikop
Komplotan orang-orang Yahudi (23:12-22)
Paulus dipindahkan ke Kaisarea (23:23-35)

Tafsiran: Sejak semula Tuhan Yesus mengatakan bahwa hidup beribadah dan memberitakan Injil tidaklah mudah. Itu pun kita alami kini dan di sini. Kegiatan kesaksian dan pemberitaan Injil, bahkan kegiatan persekutuan dan pelayanan akan semakin dipersulit. Beberapa perangkat peraturan sudah disiapkan untuk membendung bahkan melarang kegiatan pekabaran Injil. Apa kita mesti berhenti? Tentu tidak! Namun kita harus mencari cara yang baru, cara yang tepat.

Paulus menggunakan strategi 'memecah kekuatan' untuk menghadapi massa yang hendak menangkap dan membunuh dia. Mereka sesungguhnya terdiri dari dua golongan yaitu Saduki yang menolak adanya kebangkitan orang mati, dan Farisi yang mengakui adanya kebangkitan. Melihat keadaan demikian, Paulus menyatakan pendiriannya bahwa dia termasuk golongan Farisi. Maka dengan serta merta ia mendapat dukungan dari golongan Farisi. Sehingga terpecahlah kekuatan dua golongan yang tadinya terfokus ingin mengadili Paulus. Kini kekuatan itu terbagi menjadi dua bagian, dan keduanya kemudian berseteru mempertahankan pendiriannya. Perseteruan hebat yang sampai membuat kepala pasukan khawatir bila mereka menganiaya Paulus.

Sungguh cerdik Paulus! Taktiknya membuat dia bisa keluar dengan selamat dari situasi yang kritis itu. Cerdik yang bermakna pintar cari akal untuk meloloskan diri dari situasi yang sulit, putar otak untuk mencari celah yang dapat ditembus. Ia tidak nekad dan berpikir pendek, "Mengapa mesti takut memberitakan Injil? Kalau mati kan pasti masuk surga?" Itu memang berani, tetapi konyol!

Sebagai murid Tuhan, kita menyandang tugas untuk memberitakan Injil, entah secara langsung atau melalui hidup keseharian kita. Kiranya kita pun belajar untuk cerdik. Jangan sampai tangan kita dibelenggu dan mulut kita dibungkam hanya karena kesembronoan kita dalam menggunakan cara yang tepat dalam pewartaan Injil. Namun jangan melenyapkan keberanian kita karena Allah pasti menyertai kita.

Rencana dan kehendak Tuhan tidak pernah gagal, walaupun manusia berusaha menggagalkannya dengan berbagai cara. Janji-Nya bahwa Dia akan melindungi Paulus dalam perjalanannya ke Roma untuk memberitakan Injil di sana, akan Dia genapi dengan ajaib dan secara sempurna.

Hal ini terlihat jelas ketika beberapa orang Yahudi bermaksud membunuh Paulus. Mereka yang selalu menganggap diri taat hukum (Taurat), justru melanggar hukum karena bermaksud melenyapkan Paulus dengan cara licik, yaitu menyergapnya dengan sembunyi-sembunyi. Namun rencana mereka tidak berhasil.

Tuhan memakai kemenakan Paulus yang mendengar persekongkolan mereka itu untuk kemudian membongkarnya di hadapan kepala pasukan, Lisias. Maka Lisiaslah yang kemudian Tuhan pakai untuk menyelamatkan Paulus dari empat puluh lebih orang Yahudi yang telah berkomplot bahkan bersumpah untuk membunuhnya. Lisias kemudian mengirimkan Paulus kepada Feliks, sang wali negeri yang berada di Kaisarea disertai dengan sepucuk surat penjelasan mengenai alasan pengiriman tersebut, dan pernyataan ketidakbersalahan Paulus (Kisah Para Rasul 23:26-30). Dalam pengaturan Tuhan, Paulus pun tiba di tempat tujuan dengan selamat sehingga mendapat kesempatan untuk bersaksi di hadapan para pembesar dan raja.

Dari kisah Paulus kita dapat melihat bahwa manusia bisa saja berencana jahat terhadap umat Tuhan. Akan tetapi, kalau Tuhan tidak berkenan atas semua rancangan jahat itu, tentu tidak akan terjadi apa pun pada umat-Nya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa apa pun kesulitan dan tekanan yang kita alami karena iman kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan tidak jarang Tuhan memakai perbuatan jahat manusia untuk menggenapi rencana-Nya yang indah bagi umat-Nya. Maka, apa pun yang terjadi dalam kepengikutan kita akan Kristus, janganlah pernah putus asa, kecewa, dan mundur, karena Tuhan menginginkan kita melakukan karya besar untuk perluasan Injil bagi kemuliaan nama-Nya.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)