Roma 1 (MAD2T*Pagi*15 Maret*Tahun 1)

Roma 1

Penjelasan Singkat
Paulus menyapa/mengucapkan salam kepada orang-orang Roma

Isi Pasal
Kata-kata penghiburan untuk jemaat di Roma. Alam semesta merupakan penyataan tentang kuasa dan ketuhanan Allah. Kondisi dunia tersesat yang menyedihkan.

Judul Perikop
Salam (1:1-7)
Paulus ingin ke Roma (1:8-15)
Injil itu kekuatan Allah (1:16-17)
Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia (1:18-32)

Tafsiran: Perikop ini memiliki struktur utama yang sederhana. Pengirimnya: "dari Paulus". Penerimanya: "kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma". Salamnya di ay. 7b. Perikop ini menjadi panjang karena penjelasan atas identitas diri Paulus. Perhatikanlah bahwa ay. 1-6 merupakan anak-anak kalimat dan penjelasan tentang identitas Paulus. Ay. 1 menjelaskan siapa itu Paulus: rasul dengan tugas memberitakan Injil Allah. Ay. 2-4 menjelaskan Injil yang dipercayakan kepada Paulus. Penjelasan ini membawa kita kepada poin bahwa Injil itu adalah Injil "Yesus Kristus Tuhan kita". Ay. 5 kemudian memaparkan lebih jauh peranan Kristus dalam penugasan Paulus yang berdampak kepada jemaat di Roma yang disebutkan di ay. 6 sebagai bagian dari tugas itu yang diberikan kepada Paulus.

Semua ini adalah pengejawantahan dari pengakuan Paulus bahwa dirinya adalah "hamba Kristus Yesus". Pengakuan itu berarti bahwa seluruh identitas dirinya ia definisikan dalam hubungannya dengan Injil. Saat Paulus melihat dirinya, ia tidak lmelihat latar belakang dirinya, prestasi-prestasinya. Ia tidak lagi memandang penting atribut-atribut dirinya. Tidak berarti bahwa ia tidak punya sesuatu apa pun untuk dibanggakan (bnd. Fil. 3:4-7). Seorang hamba tidak membanggakan CV-nya sendiri; ia hidup untuk tuan dan pemiliknya.

Ketika Paulus mengatakan bahwa ia adalah "hamba Kristus" ia bukan hanya menggunakan predikat yang mengecilkan kepentingan diri atau berpura-pura rendah hati, tetapi ia memandang dirinya, latar belakangnya dan segala prestasinya bukan apa-apa kalau bukan karena karya Kristus. Kita tak mungkin memahami Paulus tanpa mengetahui Injil Allah dan Kristus. Waktu berkenalan dengan orang, ia tidak mengatakan, "Paulus, pengusaha tenda. Anda ingin memesan tenda?" tetapi ia mengatakan, "Paulus, hamba Kristus. Anda tahu siapa itu Kristus?" Bagaimana dengan hidup Anda? Apakah karakter hamba Kristus tercermin di dalamnya? Bisakah orang melihat Kristus dalam hidup dan karya Anda?

Hamba Tuhan pasti rindu dipakai Tuhan, damba melihat pengabdiannya diberkati. Itu wajar. Tetapi tak boleh stop sampai hanya di sekitar lingkup pelayanannya sendiri saja. Kita tidak tahu bagaimana asal usul berdirinya jemaat di Roma. Siapa perintisnya yang mewartakan Injil di sana tidak jelas. Yang jelas bukan Paulus. Namun meski jemaat itu hasil penginjilan orang atau rasul lain, tidak merintangi Paulus untuk bersyukur (ayat 8), mendoakan (ayat 9), rindu untuk mengunjungi dan bersekutu berbagi karunia rohani (ayat 11). Kerinduan hamba Tuhan tidak boleh sebatas kepentingan dirinya tetapi harus seluas rangkulan kasih karunia Allah sendiri.

Manfaat bergereja. Kita bergereja bukan terutama untuk manfaatnya tetapi untuk beribadah memuliakan Tuhan. Namun tidak perlu disangkali bahwa bersekutu membawa manfaat besar. Bukan saja warga jemaat beroleh berkat dari bergereja melalui hamba Tuhan, hamba Tuhan pun beroleh berkat dari kenyataan hadirnya karya-karya Allah yang besar dalam kehidupan jemaat. Manfaat lain yang penting ialah kesatuan dan persekutuan gereja Tuhan merupakan basis kokoh bagi keberhasilan penginjilan.

Renungkan: Bila orang sekaliber Paulus butuh persekutuan, terlebih kita.

Doa: Ya Bapa, berikan keberanian untuk mewaratakan Injil-Mu.

Setelah melihat kegemilangan kekuatan Injil Allah yang berkuasa untuk menyelamatkan, hari ini kita disodorkan kenyataan hidup di dunia ini. Perikop ini memberikan latar belakang dan konteks bagi dunia tempat Allah memanggil kita dan memercayakan Injil-Nya kepada kita. Allah begitu jelas menyatakan diri-Nya baik melalui Alkitab maupun alam ciptaan-Nya. Tetap saja ada manusia yang menolak percaya, dan bertindak bertentangan dengan rencana Allah.

Kontras dengan Hab. 2:4 (TB2), "Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup", bacaan kita hari ini menyatakan bahwa orang yang memalingkan wajahnya dari Allah justru diserahkan Allah kepada kebinasaan. Tiga kali disebutkan "Allah menyerahkan mereka" (Roma 1:24, 26, 28). Mereka begitu keras berontak dan memalingkan wajah dari penyataan Allah yang begitu gamblang sehingga Allah seolah-olah mengolok-olok mereka dengan melepaskan dan membiarkan mereka menjebloskan diri ke dalam lubang yang mereka gali sendiri.

Alinea pertama (Roma 1:18-23) memaparkan pemberontakan mereka yang menggantikan Allah dengan hal-hal semu (Roma 1:23, kemuliaan vs. gambaran). Alinea berikutnya memaparkan tiga ranah tempat Allah membiarkan mereka: keinginan hati (Roma 1:24-25), hawa nafsu (Roma 1:26-27) dan pikiran-pikiran terkutuk (Roma 1:28-29). Mereka menjadi orang-orang yang bukan saja secara pribadi menikmati kubangan, tetapi secara aktif mempromosikan kebejatan mereka kepada orang banyak (Roma 1:30-32). Paulus berupaya mengabarkan Injil, tetapi rupanya orang-orang yang membenci Allah pun aktif "menginjili" orang-orang lain agar menjadi bagian dari mereka.

Tiliklah hidup Anda: masih adakah sensitivitas terhadap hal-hal rohani? Jangan biasakan membius hati nurani dan sensitivitas Anda sehingga lama kelamaan Anda terlena dan tanpa disadari sudah jauh dari Allah dan tidak lagi memiliki kepekaan terhadap dosa. Kita hidup di tengah peperangan antara dua kekuatan yang aktif sama-sama "menginjili"; di pihak mana Anda ikut berperang?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)