Roma 11 (MAD2T*Pagi*20 Maret*Tahun 1)
Roma 11
Penjelasan Singkat
Tidak semua orang Israel dibuang
Isi Pasal
Israel rohani mendapatkan keselamatan. Bangsa Israel dibutakan. Peringatan kepada orang Yahudi. Israel belum diselamatkan secara nasional.
Judul Perikop
Sisa Israel (11:1-10)
Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat (11:11-24)
Penyelamatan Israel (11:25-36)
Tafsiran: Meskipun mayoritas Israel menegarkan hati, ada sebagian kecil yang menerima kasih karunia Allah. Mereka di sebut "sisa Israel". Israel dipilih hanya oleh karunia Allah saja, bukan karena kebaikan mereka. Demikian juga sisa Israel dipilih hanya oleh kasih karunia Allah (ayat 4). Baik sisa pada zaman Elia, maupun sisa pada zaman Paulus sungguh-sungguh menghayati makna pemilihan Allah. Rasa syukur mereka terbukti nyata dalam kesetiaan dan keteguhan prinsip sehingga tidak ikut-ikutan mayoritas. Sedikit tetapi berkualitas dan membuktikan keputusan pemilihan Allah yang tidak pernah keliru.
Ketegaran hati yang berlarut-larut. Kebutaan dan ketulian Israel membuat mereka tidak dapat melihat kebenaran. Mata dan telinga rohani yang tertutup berakibat fatal karena mereka berhadapan dengan murka Allah yang tak terelakkan. Perbudakan oleh bangsa-bangsa lain yang dikiaskan dalam ayat 10 juga menimpa mereka. Memang, siapa yang berani mencampakkan kasih karunia Allah pasti tercampak ke dalam pelbagai macam nestapa.
Renungkan: Pilihan kasih karunia Allah bila dihayati dengan benar membangkitkan kegentaran dan kerendahan hati.
Doa: Mendoakan yang menegarkan hati agar tidak menganggap enteng kesabaran Allah.
Pelajaran apakah yang kita terima tentang Allah dari sikap-Nya terhadap penolakan Israel dan dari bagaimana Ia menghasilkan keselamatan bangsa-bangsa asal kafir?
Allah keras berpegang pada prinsip, tetapi bukan berarti kejam atau sewenang-wenang. Maksudnya, Allah tidak berubah-ubah dalam ketetapan, keadilan, dan kebenaran-Nya. Bahkan umat pilihan yang berkeras menolak anugerah dalam Kristus harus menanggung akibat mengerikan, yaitu kebinasaan. Karena Allah keras dan tidak main-main dengan ketetapan anugerah-Nya, maka Israel seolah adonan bantat atau cabang pohon zaitun sejati yang tidak berbuah. Maka dalam ketegasan kebenaran diri-Nya, Allah mengerat umat pilihan-Nya itu. Namun Allah berlimpah kasih dan kemurahan. Ia yang mengerat Israel adalah Ia yang mencangkokkan bangsa-bangsa asal kafir. Melalui pelayanan Paulus ke berbagai penjuru, banyak sekali dihasilkan orang yang asalnya bukan umat menjadi umat pilihan. Mereka menyambut Kristus dan bersukacita dalam keselamatan yang diwujudkan oleh Injil-Nya. Orang-orang beriman pada Kristus yang berasal dari bangsa kafir, seumpama pohon zaitun liar yang dicangkokkan di tempat keratan pohon zaitun asli yang tidak berbuah itu.
Pelajaran keras yang Allah berikan kepada orang Yahudi sekaligus merupakan kemurahan yang tak terselami keajaibannya (ayat 22). Allah menjadikan pelayanan penginjilan Paulus begitu berhasil, sehingga orang Yahudi yang menolak Injil boleh mengalami kecemburuan suci (ayat 14). Menyaksikan betapa limpahnya anugerah Allah atas orang-orang yang dulunya tidak kenal Allah, Paulus berharap bahwa hal itu menimbulkan kesadaran orang Yahudi tentang kerugian yang mereka tanggung. Dan mendorong mereka menyambut berkat Allah.
Kesadaran akan kekerasan dan kemurahan Allah akan membuat kita juga menjunjung tinggi kemuliaan-Nya! Maka dalam keseharian maupun dalam pelayanan, jangan sembrono memperlakukan kemurahan Allah agar kita tidak mengalami kekerasanNya!
Untuk mencegah kesombongan orang-orang Kristen bukan Yahudi terhadap orang Yahudi, Rasul Paulus menganggap penting untuk menyingkapkan rahasia tentang rencana keselamatan bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi (ayat 25). Setelah bangsa-bangsa lain diselamatkan bangsa Israel pun diselamatkan (ayat 26-27). Keselamatan diperoleh semata-mata karena kemurahan Allah (ayat 30-31), dan disambut dengan iman. Keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus. Jadi Paulus tidak bicara tentang dua jalan keselamatan, tetapi dua pihak yang sama berdosa dan tidak layak, oleh iman dalam Yesus Kristus boleh diselamatkan.
Puji-pujian dari Paulus. Sebelas pasal panjang telah Paulus pakai untuk memaparkan keajaiban kasih karunia Allah untuk orang berdosa. Ia memaparkan hal-hal penting dari pembenaran, pemilihan, panggilan, pengudusan, eskatologi, sampai pemuliaan Gereja kelak. Kini ia "kehabisan nafas". Ia berseru, ia bertanya, ia menegaskan dan ia akhirnya meninggikan Tuhan Allah. Semua kita pun tidak bisa lagi menyombongkan diri. Di hadapan keajaiban diri Allah, hikmat dan kasih karunia-Nya, karya-karya-Nya yang ajaib, kita hanya dapat tunduk bersyukur, tengadah memuliakan Allah.
Renungkan: Jangan berhenti hanya sampai memikirkan Yesus, teruskan ke konsekuensinya menyembah dan mengagumi Allah di dalam Dia dan melalui Dia!
Doa: Bapa, puji-pujian Rasul Paulus juga menjadi puji-pujian kami disertai hati yang takjub dan meyembah.