Roma 14 (MAD2T*Mlm*21 Maret*Tahun 1)

Roma 14

Penjelasan Singkat
Menggunakan kemerdekaan kristen

Isi Pasal
Hukum kasih mengenai hal-hal yang meragukan.

Judul Perikop
Jangan menghakimi saudaramu (14:1-12)
Jangan memberi batu sandungan (14:13-23)

Tafsiran: Salah satu strategi ampuh yang Iblis pakai untuk merusak gereja adalah dengan menyebabkan perpecahan dalam tubuh Kristus. Perpecahan terjadi dalam jemaat Roma karena adanya pihak yang "kuat" (Roma 15:1) dan yang "lemah" (Roma 14:1; 15:1). Pihak yang "kuat" adalah mayoritas, yaitu orang-orang Kristen nonYahudi yang merasa bebas dari hukum Musa, sedangkan pihak yang "lemah" adalah orang-orang Kristen Yahudi yang masih terikat tradisi sesuai hukum Musa (Roma 14:2, 5). Pihak yang "kuat" seringkali menghakimi pihak yang "lemah" dalam hal praktik-praktik tentang makanan dan hari-hari khusus.

Paulus menasihati agar kedua pihak itu saling menerima meskipun terdapat perbedaan (Roma 14:1). Menerima bukan sekadar mengakui keberadaan pihak lain, melainkan memperlakukannya sebagai saudara. Inilah ciri khas umat Allah. Namun ini sulit terjadi jika pihak yang "kuat" memaksakan kehendak kepada pihak yang "lemah."

Alasan penting mengapa anggota tubuh Kristus harus saling menerima satu sama lain, adalah karena "Allah telah menerima orang itu" (Roma 14:3; 15:7). Maka siapakah kita sehingga merasa berhak menolak dan menghakimi orang yang telah diterima Allah? Karya Kristus yang telah memperdamaikan manusia dengan Allah janganlah dinodai dengan penolakan anggota tubuh Kristus satu sama lain. Kristus telah mati dan membuktikan diri-Nya sebagai Tuhan (Roma 14:9). Sebagai Tuhan, Dia berhak menghakimi dan kepada-Nya setiap orang akan memberi pertanggungjawaban (Roma 14:10-12).

Dalam perspektif pengadilan Allah, tidak ada seorang pun yang lebih berhak untuk menghakimi orang lain.

Seringkali masalah-masalah remeh dalam gereja menjadi penyebab perpecahan. Ada kelompok yang merasa lebih benar dibanding yang lain, ada yang merasa berkarya lebih banyak. Paulus mengingatkan bahwa dalam hal-hal yang tidak hakiki, yang paling penting bukan masalah siapa yang benar atau salah, melainkan bagaimana agar anggota tubuh Kristus dapat hidup sebagai sesama saudara yang telah menerima karya Kristus dan yang akan bersama-sama menghadapi pengadilan Kristus.

Firman Tuhan melarang kita menghakimi orang lain (Roma 14:13a).Di sisi lain, firman Tuhan memanggil kita untuk berhati-hati agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang yang nuraninya lemah (Roma 14:13b). Peranan hati nurani ternyata penting dalam kehidupan Kristen dan tak dapat diremehkan.

Sebagian jemaat di Roma, telah melanggar batas hati nurani orang lain. Yang kuat berkukuh bahwa mereka bebas untuk makan apa saja dan di mana saja (Roma 14:15a). Padahal apa yang dilakukan mereka telah menjadi batu sandungan bagi yang lemah (Roma 14:20b). Menurut Paulus wilayah pengaruh tempat orang Kristen hidup, yaitu Kerajaan Surga memang bukan masalah makanan dan minuman. Melayani Tuhan adalah memancarkan nilai-nilai Kerajaan Surga, yaitu memberitakan kebenaran serta membawa damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus bagi sesama (Roma 14:17). Maka di satu sisi berpegang teguh kepada kebenaran Tuhan, di sisi lain memancarkan perbuatan kasih bagi sesama. Pelayanan yang seimbang, baik secara vertikal dan horisontal inilah yang berkenan kepada Tuhan dan dihormati oleh semua manusia (Roma 14:18). Makanan dan minuman tidak berarti. Jadi, jangan rusakkan pekerjaan Tuhan yang demikian penting dengan sesuatu yang tiada artinya (Roma 14:15b, 20b).

Tidak ada makanan yang haram. Artinya semua makanan boleh dimakan, kecuali jika hati nuraninya berkeberatan (Roma 14:14). Masalahnya bukan bergantung kepada pertimbangan benar salah saja, melainkan juga pertimbangan sosial (bdk. 1Kor. 8:1-13, 10:23-33). Iman Kristen bukan hanya bersifat pribadi melainkan umum. Kebenaran iman Kristen adalah tegas, tetapi juga bersifat sensitif dan komunikatif, yaitu peduli kepada relasi sosial dan pertimbangan hati nurani orang lain. Orang Kristen tidak dipanggil untuk beriman secara semena-mena, tetapi memperhatikan sesamanya. Landasan perilaku iman Kristen ini adalah kasih (Roma 14:15).

Renungkan: Apakah sikap dan perilaku hidupku telah menunjukkan kepekaanku terhadap orang lain?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)