Roma 16 (MAD2T*Mlm*22 Maret*Tahun 1)
Roma 16
Penjelasan Singkat
Salam Paulus
Isi Pasal
Mengalirnya kasih orang Kristen. Salam penutup dan doa ucapan syukur.
Judul Perikop
Salam (16:1-16)
Peringatan (16:17-24)
Segala kemuliaan bagi Allah (16:25-27)
Tafsiran: Betapa hangatnya sikap Rasul Paulus terhadap saudara-saudara seiman dan rekan-rekan sekerjanya yang berada di Roma. Dari cara ia menyampaikan salam, nyata bahwa ia menyadari betapa berartinya persekutuan dengan mereka. Tak ragu ia mengakui `utang budinya' kepada mereka, mis.: Febe (Roma 16:2) dan suami-istri, Akwila-Priskila (Roma 16:4). Paulus juga sangat memperhatikan kebutuhan mereka, misalnya kepada Febe sehingga ia tidak segan-segan meminta jemaat di Roma untuk menolong pelayan jemaat Kengkrea itu.
Paulus amat terkesan dan menghargai pengabdian rekan-rekannya kepada Tuhan guna melayani jemaat. Sebut saja Maria (Roma 16:6), dua bersaudara: Trifena dan Trifosa yang mungkin adalah diaken-diaken wanita (Roma 16:12a). Demikian juga terhadap Persis (Roma 16:12b). Paulus juga menghargai rekan-rekan seperjuangan yang menanggung penderitaan bersama-sama dengan dirinya. Misalnya Andronikus dan Yunias (Roma 16:7), juga Urbanus (Roma 16:9). Mungkin Apeles (`yang telah tahan uji dalam Tuhan', ay. 10) dan Rufus (`orang pilihan dalam Tuhan', ay. 13), mereka orang-orang muda yang tangguh. Mereka tak luput dari penghargaan dan dorongan Paulus. Perhatian dan keakraban yang mesra juga ditunjukkannya kepada ibu dari Rufus, yang dianggap sebagai ibunya juga (Roma 16:13), Epenetus (Roma 16:5), Ampliatus (Roma 16:8), Stakhis (Roma 16:9). Juga kepada jemaat-jemaat rumah.
Alangkah beragamnya orang yang disapa Paulus: ada pria dan ada wanita, ada orang Yahudi dan ada orang nonYahudi. Dalam persekutuan Kristen, setiap orang dengan berbagai latar belakang apa pun boleh menikmati kasih persaudaraan dan bahu-membahu dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Hari ini, persekutuan Kristen seperti apa yang kita lakukan dan nikmati? Apakah eksklusif dengan orang-orang segolongan dengan kita? Atau inklusif dengan melibatkan mereka yang beragam pelayanan dari kita?
Renungkan: Kristus mati untuk semua manusia tanpa memandang perbedaan. Marilah kita saling mengasihi tanpa dibatasi oleh diskriminasi apa pun.
Kasih sejati mewujud dalam tindakan penerimaan yang hangat, tetapi juga tegas terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran. Kasih menerima orang apa adanya, tetapi tidak serta merta menyetujui apalagi kompromi dengan perbuatan salah orang tersebut. Itulah yang seharusnya nyata dari pribadi anak-anak Tuhan.
Walaupun Paulus penuh kehangatan dan kasih kepada jemaat Tuhan, tetapi ia bersikap sangat tegas terhadap para pengajar palsu (Roma 16:17-18) karena mereka mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran sehingga menimbulkan perpecahan. Pada hakikatnya mereka bukan melayani Kristus, melainkan perut mereka sendiri. Sikap mereka licik dan licin, menipu dengan kata-kata muluk dan manis. Paulus menasihati jemaat di Roma agar mewaspadai bahkan menghindari para pengajar palsu itu.
Ketegasan Paulus masih sangat terasa dalam menyikapi `prestasi' jemaat di Roma (Roma 16:19-20). Jemaat tersebut termasyhur dengan ketaatannya terhadap Injil. Mengetahui hal itu, Paulus bersukacita. Akan tetapi, ia tidak menghendaki jemaat di Roma terlena. Masih ada berbagai kekurangan di sana-sini. Penuturan Paulus yang panjang lebar tentang pengajaran dan praktik hidup kristiani dalam suratnya menunjukkan hal itu. Jemaat di Roma harus banyak berbenah: "bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat" (Roma 16:19b). Dengan demikian Iblis tidak bisa merusakkan iman dan kesaksian mereka, sebaliknya Iblis sendiri akan dihancurkan oleh kesaksian itu.
Kekuatan untuk berdiri teguh memancarkan karakter kudus/kebenaran sekaligus kasih/kepedulian ada pada Allah sendiri (Roma 16:24-25). Saat kita berpegang teguh pada tangan-Nya yang perkasa, sambil dengan setia mengabarkan Injil Yesus Kristus, maka Allah dipermuliakan.
Renungkan: Jangan kompromi dengan dosa. Namun doakanlah orang yang bergumul dengan kelemahannya, nyatakanlah kasih dan pengampunan Kristus kepadanya.