Roma 4 (MAD2T*Mlm*16 Maret*Tahun 1)

Roma 4

Penjelasan Singkat
Iman Abraham diterima

Isi Pasal
Abraham dibenarkan oleh iman, bukan perbuatan. Pembenaran iman dijelaskan.

Judul Perikop
Abraham dibenarkan karena iman (4:1-25)

Tafsiran: Untuk memperkuat argumentasinya bahwa baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, keduanya dibenarkan bukan melalui melakukan Taurat melainkan melalui percaya saja, Paulus mengutip contoh nenek moyang pertama orang Yahudi, Abraham.

Catatan Taurat sendiri menegaskan bahwa Abraham dibenarkan oleh Tuhan bukan karena melakukan Taurat melainkan karena percaya (ayat 3; Kej. 15:6). Pertama, Abraham tidak melakukan tindakan apa pun yang membuat ia layak menerima janji Allah mendapat keturunan yang sebanyak bintang di langit (Kej. 15:5). Namun ia menerima penggenapan janji itu kemudian hari karena iman! Dengan cara yang serupa Daud mendapatkan pengampunan dosa dari dosa kejinya, berzina dan membunuh, sebagai kasih karunia Allah atasnya (Rm. 4:6-8).

Kedua, Abraham menerima janji itu sebelum ia disunat, jauh sebelum Taurat diberikan kepada Israel. Sunat bukan menjadi syarat ketaatannya melainkan sebagai tanda bahwa ia beriman (ayat 11). Ketiga, karena itu, contoh Abraham ini menjadi dasar untuk semua orang, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, bahwa imanlah yang menjadi dasar seseorang diperkenan Allah. Itu sebabnya Abraham, sesuai dengan janji Allah baginya, disebut sebagai bapak semua bangsa, bukan hanya bapak bangsa Israel. Setiap orang dari bangsa apa pun, yang percaya kepada Allah, mengalami dibenarkan dengan cara yang sama dialami Abraham.

Kita patut mengucap syukur kepada Allah di dalam Kristus karena kita sekarang adalah orang-orang benar karena kasih karunia Allah yang kita terima melalui iman. Oleh karena itu, kita harus membuktikan keberimanan kita itu dan menyatakan syukur kita melalui ketaatan pada firman-Nya.

Renungkan: Iman Abraham Bukan Sekadar Di Mulut Melainkan Diwujudkan Dengan Memberi Diri Disunat. Apa Bukti Kita Sungguh Beriman?

Menilik usianya yang sudah usur dan kondisi lahiriahnya sangat terbatas, maka seharusnya Abraham tidak mungkin lagi mendapat keturunan (ayat 19). Tetapi imannya tidak tergoyahkan teguh memegang janji Tuhan Allah. Ia justru semakin kuat berharap akan kegenapan janji Allah itu meski kondisi dirinya tidak memungkinkannya mengalami kegenapan jaji itu (ayat 20-21). Atas dasar iman itulah ia dibenarkan Allah (ayat 13). Bukan hanya itu, penggenapan janji yang dialaminya karena beriman teguh itu menjadikan Abraham bapa banyak bangsa (ayat 17). Semua orang beriman dari segala bangsa di dunia ini dihisapkan menjadi keturunan Abraham.

Ia akan memiliki dunia. Bertolak dari prinsip iman Abraham ini, Paulus maju selangkah lebih jauh. Jelas ia bukan saja bicara tentang abraham, tetapi tentang yang lebih besar dari Abraham. Dalam Perjanjian Lama tidak pernah dijanjikan kepada Abraham bahwa ia akan memiliki dunia (ayat 13). Dunia yang dimaksud ialah manusia-manusia yang dibenarkan dan dijadikan umat Allah karena beriman kepada hidup dan karya Yesus Kristus. Jadi yang dipikirkan Paulus ialah Yesus Kristus sendiri. Ialah pusat iman kita, yang kepada-Nya Allah berkenan memberikan seisi dunia ini untuk dimiliki dan diperintah-Nya dalam kebenaran.

Doa: Tuhan, teguhkanlah iman kami untuk tetap setia memegang janji-Mu dan tetap setia menjalankan tugas suruhan kami, yaitu menjadi berkat bagi orang lain.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)