Roma 5 (MAD2T*Pagi*17Maret*Tahun 1)
Roma 5
Penjelasan Singkat
Dosa dan kematian datang dari Adam
Isi Pasal
Hasil pembenaran - Kehidupan dan kebenaran melalui Yesus Kristus.
Judul Perikop
Hasil pembenaran (5:1-11)
Adam dan Kristus (5:12-21)
Tafsiran: Apakah keselamatan itu sesungguhnya? Kebanyakan orang berpikir bahwa keselamatan adalah pengampunan Allah yang membuat orang berhak masuk surga. Dalam nas ini Paulus menguraikan kekayaan dan keindahan keselamatan yang diterima orang yang beriman pada Yesus.
Pertama, diselamatkan berarti diperdamaikan dengan Allah (ayat 1). Karena berdasarkan anugerah orang beriman diperhitungkan benar oleh Allah dalam Kristus, maka ia tak lagi hidup di bawah murka Allah. Pembenaran menghasilkan pendamaian. Kedua, diselamatkan berarti beroleh jalan masuk kepada kasih karunia (ayat 2). Jika istilah yang dipakai menunjuk pada audiensi terbatas rakyat kepada raja, kini orang beriman beroleh jalan masuk pada kasih karunia Allah tanpa batas. Ketiga, pengharapan Kristen akan keselamatan bukan harapan yang kabur, tapi harapan pasti. Kita bermegah akan beroleh kemuliaan kelak (ayat 2b). Masa depan pengikut Kristus jelas, berjumpa Dia dalam kemuliaan-Nya. Keempat, dalam masa sulit di dunia ini kita bahkan dapat bersukacita (ayat 3). Sukacita dalam penderitaan Kristen pun tidak kosong, tapi nyata sebab penderitaan itu menempa karakter Kristen kita (ayat 3b-5a), kehadiran Roh sumber penghiburan menjadi makin nyata (ayat 5b), dan pengenalan akan kebesaran kasih Kristus makin cemerlang (ayat 6-8). Kasih Kristus digambarkan luar biasa cemerlang dibandingkan kondisi kita yang luar biasa gelap. Kelima, keselamatan kita menjadi sesuatu yang pasti akibat dari kurban Kristus. Saat kita masih durhaka, berdosa, seteru, kita telah dibenarkan oleh kematian Kristus, lebih lagi sesudah dibenarkan kita pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya (ayat 9-10).
Mulai pasal 5, Paulus bicara dengan kata "kita." Seluruh kekayaan anugerah penyelamatan Allah tidak saja hak dan pengalaman perorangan, tapi merupakan pengalaman makin nyata bila kita saling membagikannya dalam persekutuan.
Renungkan: Semarak keselamatan itu kini kita alami ujudnya dalam persekutuan kasih dengan sesama umat beriman.
Semua orang dalam dunia ini berasal dari nenek moyang yang sama: Adam dan Hawa. Fakta ini, dalam nas ini tak dipakai untuk mengokohkan solidaritas kemanusiaan dalam arti positif, tapi dalam arti negatif dan destruktif. Kita semua mewarisi derajat yang sama sebagai manusia karena berasal dari Adam, mewarisi sifat dosa yang membuat kita terbelenggu dosa dan maut (ayat 12). Satu tindakan ketidaktaatan Adam cukup untuk membuat seluruh manusia terbelenggu dosa dan terdakwa di hadapan Allah.
Seperti halnya kasih dan pengurbanan Kristus jauh melampaui kondisi bejat kita (ayat 6-10), demikian juga satu perbuatan taat Kristus berdampak jauh lebih dahsyat dan membalikkan dampak membinasakan dari perbuatan Adam. Paulus menjelaskan bagaimana mungkin satu perbuatan taat kematian Kristus mampu menyelamatkan semua yang percaya kepada-Nya. Meski ada perbandingan persamaan tadi, Paulus juga ingin menegaskan perbedaannya. Kita mati dalam dosa Adam karena partisipasi perwakilan. Artinya, apa yang Adam lakukan sebagai kepala umat manusia mau tidak mau berakibat kepada anak cucunya. Namun kita dibenarkan dalam ketaatan Kristus karena partisipasi iman. Kematian dan kebangkitan Kristus memang berpotensi menyelamatkan, tetapi Ia harus diterima secara aktif oleh seseorang agar dampak karya keselamatan-Nya itu teralami.
Kita masih merasakan betapa dahsyatnya pengaruh sifat dosa yang kita warisi dari Adam. Kita patut bersyukur karena firman ini menyatakan bahwa dampak satu ketaatan Kristus jauh lebih besar menghasilkan anugerah, kebenaran dan, hidup (ayat 17). Dalam pergumulan beroleh kepastian pengampunan Allah, juga pergumulan untuk hidup kudus di hadapan-Nya, mari kita arahkan iman kita kepada Kristus yang kematian-kebangkitan-Nya menghasilkan hidup.
Camkan: Ada dua status manusia di hadapan-Nya. Terhisab keturunan Adam dalam dosa, atau terhisab manusia baru dalam Kristus!