Roma 7 (MAD2T*Pagi*18 Maret*Tahun 1)

Roma 7

Penjelasan Singkat
Hukum Taurat bukan dosa??**

Isi Pasal
Konflik kedagingan dengan natur rohani. Kemustahilan kemenangan melalui hukum Taurat.

Judul Perikop
Arti hukum Taurat (7:1-12)
Perjuangan hukum Taurat dan dosa (7:13-25)

Tafsiran: Keterikatan seseorang pada Hukum Taurat, yang digambarkan Paulus sebagai hukum perkawinan, merupakan keterikatan seumur hidup. Selama kedua belah pihak hidup maka keterikatan itu tetap berlaku. Hanya kematian salah satu pihak yang dapat membebaskan pihak lainnya dari ikatan hukum itu.

Kita tidak lagi hidup di bawah kewajiban untuk memelihara Hukum Taurat karena persekutuan kita dengan Kristus (ayat 1-6). Jika kita menempatkan diri kita di bawah Taurat (ayat 7-25) berarti kita masih hidup di bawah kuasa Taurat dan bukan berdasarkan kasih karunia. Paulus merasa perlu menjelaskan hubungan orang percaya dengan Taurat ini karena umat cenderung melihat ketaatan pada hukum sebagai tolok ukur kesalehan. Maka Paulus telah menjelaskan sebelumnya bahwa Taurat tidak memiliki kontribusi apa-apa dalam pembenaran orang percaya (Rm. 3:20). Kematian Kristus di kayu salib membebaskan orang percaya dari ikatan Hukum Taurat. Meski demikian, perlu dipahami bahwa penebusan yang Kristus lakukan bukan bertujuan meniadakan Hukum Taurat, tetapi menggenapinya. Contoh keteladanan Kristus semasa pelayanan-Nya menunjuk cara-cara yang benar dalam menerapkan hukum itu, yakni bukan dijalankan secara legalistis. Hukum Taurat itu baik, tapi mempunyai keterbatasan. Taurat memang menjelaskan apa yang benar dan mana yang tidak benar. Namun Taurat tidak berkuasa membenarkan atau menyucikan orang. Padahal bagi manusia berdosa, apa yang dilarang justru menarik minat untuk dicoba. Ini yang membuat Paulus berkata, 'sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup' (Rm. 7: 9).

Lalu jika orang percaya tidak berada di bawah pengaruh Taurat, bagaimanakah hubungan kita dengan Taurat? Karena kita telah mati bersama Kristus maka hukum tidak lagi berkuasa atas kita (band. Rm. 6:14). Kita tidak harus lagi hidup sesuai Taurat melainkan berdasarkan kasih karunia Allah dan dengan pengucapan syukur akan kebaikan Allah.

Hukum Taurat hanya berguna untuk menunjukkan dosa manusia. Bila kita mengandalkan Taurat, justru sifat dosa di dalam kita akan dirangsangnya. Jadi, apakah Taurat itu jahat? Bukan, kenyataan itu hanya membuktikan dosa telah sedemikian rupa merusak manusia hingga Taurat yang baik itu malah berbalik membuat manusia justru terpancing untuk melakukan yang dilarang Taurat. Jadi yang salah adalah sifat dosa di dalam tiap manusia yang merangsang timbulnya perbuatan-perbuatan daging. Jadi sifat dosa telah membuat dirinya tak tertolong oleh Taurat baik untuk beroleh keselamatan atau pun untuk menjalani hidup yang telah diselamatkan itu dalam kekudusan. Dari awal, seterusnya sampai pada kesempurnaan kelak, kita harus sepenuhnya bergantung pada karya Kristus oleh kuat Roh Kudus.

Pengalaman siapa? Pengalaman siapakah yang Paulus tuturkan ini? Paulus memang menggunakan sebutan "aku" dan dalam bentuk waktu sedang berlangsung. Namun itu dipakainya bukan karena ia sedang menyaksikan pengalaman rohaninya, tetapi karena ia sedang menempatkan diri di dalam pengalaman banyak Kristen yang ingin dibimbingnya untuk lepas. Banyak Kristen yang sudah lahir baru (ayat ##A Roma 19: menghendaki yang baik, 22: suka akan hukum Allah) namun masih terus menerus kalah melawan dosa, bahkan "terjual di bawah kuasa dosa" (ayat 15). Artinya Paulus sedang bicara tentang Kristen yang sudah diperbarui Kristus namun kurang menyadari dan bertindak konsisten dengan kebenaran anugerah Injil Yesus Kristus. Maksud Tuhan menebus kita bukan agar kita sekadar diampuni namun jatuh bangun terus dalam dosa. Ia ingin agar kita sepenuhnya menikmati kesukaan hidup Kristen di dalam Yesus Kristus. Bukan seperti Kristen yang masih sebagian berprinsip Taurat dalam kondisi perbudakan tetapi merdeka penuh dalam Kristus.

Doa: Aku ingin melayaniMu dan kebenaranMu hanya oleh kuasa kemenanganMu, ya Tuhan Yesus.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)