Roma 9 (MAD2T*Pagi*19 Maret*Tahun 1)

Roma 9

Penjelasan Singkat
Panggilan Bangsa yang tidak mengenal Allah

Isi Pasal
Perjanjian dengan Israel tidak disingkirkan oleh Injil. Hak istimewa rangkap-tujuh bangsa Israel. Kebutaan orang Israel dan belas kasih Allah kepada orang bukan Yahudi.

Judul Perikop
Pilihan atas Israel (9:1-29)
Keselamatan bangsa-bangsa lain dan kesesatan orang Israel (9:30--10:3)

Tafsiran: Israel adalah bangsa pilihan Allah, pewaris perjanjian Allah. Dari merekalah akan lahir Mesias, sang Jurusela-mat. Mereka memiliki hak istimewa untuk menjadi saksi mata penyataan kemuliaan Allah, terutama ketika mereka keluar dari Mesir. Allah memilih Israel untuk menjadi kerajaan imam (Kel. 19:5-6) untuk membawa bangsa-bangsa kepada Allah (Yes. 42:6). Semua keistimewaan ini tidak diperoleh bangsa lain. Walau demikian mereka menolak Yesus Kristus, Anak Allah. Mereka malah menyalibkan Dia, yang akan menyelamatkan mereka. Penolakan ini berdampak fatal bagi mereka.

Israel sendiri seolah tutup mata terhadap fakta tersebut. Mereka membanggakan diri sebagai keturunan Abraham dan umat pilihan. Padahal pilihan Allah atas Israel bukan hanya karena faktor keturunan (ayat 6-10). Ingatlah bagaimana Allah memilih Ishak dan bukan Ismael, memilih Esau dan bukan Yakub. Jadi tidak semua keturunan Abraham merupakan pewaris perjanjian. Orang tidak bisa menyatakan diri sebagai pewaris berkat Allah hanya karena ia keturunan orang yang diberkati Allah. Fakta bahwa Allah memilih yang satu dan bukan yang lain sama sekali tidak memperlihatkan ketidak-adilan Allah. Allah yang kudus tidak mungkin bertindak tidak adil. Masalah pilihan adalah masalah kasih karunia. Kemurahan dan belas kasihan Allah diberikan menurut kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Bila Allah bertindak berdasarkan kebenaran manusia, tak seorang pun selamat.

Pilihan ini juga bukan berdasarkan perbuatan manusia (ayat 11). Allah memilih bukan karena seseorang lebih saleh dan yang lain lebih jahat. Allah kudus dan harus menghukum dosa, tetapi Allah penuh kasih dan ingin menyelamatkan orang-orang berdosa. Bila ada yang tidak diselamatkan, ini berarti keadilan-Nya dijalankan. Bila ada yang diselamatkan, kasih-Nya dinyatakan. Dalam kesemuanya, kedaulatan Alah ditegakkan. Maka jika keselamatan kita memperlihatkan pilihan Allah atas kita, jangan sombong. Beritakan agar orang lain pun beroleh karunia itu.

Membicarakan tentang doktrin pilihan memang memerlukan hikmat bijaksana. Oleh karena itu, ketika menuliskan bagian surat ini Paulus berhati-hati, namun jelas dan tegas. Kebenaran memang dapat menimbulkan perma-salahan, tetapi tetap harus dinyatakan meski pembaca suratnya mungkin tidak sependapat dengannya.

Jika Allah menyelamatkan sebagian orang, tetapi juga mengeraskan hati sebagian orang yang lain, bukankah hal itu berarti Allah yang bertanggung jawab untuk kebinasaan sebagian orang tersebut (Roma 9:19)? Lalu di manakah keadilan Allah, jikalau Ia telah menentukan lebih dahulu kebinasaan atau keselamatan seseorang bahkan sebelum kelahirannya? Pertanyaan-pertanyaan yang hendak Paulus jawab ini mungkin berasal dari pokok Yahudi, mungkin juga berasal dari pokok Romawi (Roma 9:20-21). Pokok Yahudi pasti mempertanyakan keadilan Allah. Sedangkan pokok Romawi pasti terpengaruh oleh ajaran dan kepercayaan bahwa nasib umat manusia dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan astrologis yang tidak menentu.

Jika kita merasa Allah tidak adil dalam keputusan dan pemilihan-Nya, mari kita tempatkan diri kita pada posisi ciptaan. Mari dengan rendah hati, kita mengakui ketidaklayakan kita untuk mengajari Tuhan apa yang harus dan tidak harus Ia perbuat (Roma 9:20-21). Syukurilah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam sejarah manusia bukan disebabkan oleh kuasa-kuasa lain, tetapi disebabkan oleh Allah yang Maha Kuasa (Roma 9:22). Ingatlah juga bahwa kita semua adalah orang berdosa. Bukankah kasih yang telah membuat kita yang seharusnya dimurkai boleh mengenal Tuhan Yesus dan karya penyelamatan-Nya? (Roma 9:23). Yakinilah pemilihan Allah itu sebagai serasi baik dengan kedaulatan, keadilan, dan kasih-Nya, maupun dengan tanggung jawab kita sebagai manusia.

Ingat: Hanya dengan menundukkan diri kita kepada-Nya, kita akan dibuat takjub oleh visi misi Allah yang dahsyat.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)