2 Kor 10 (MAD2T*Mlm*04 April*Tahun 1)

2 Korintus 10

Penjelasan Singkat
Kewenangan rohani Paulus

Isi Pasal
Pembelaan kerasulan Paulus, dan permintaannya kepada jemaat di Korintus sebagai saudara-saudara di dalam Kristus.

Judul Perikop
Sikap Paulus (10:1-11)
Pendapat Paulus tentang dirinya (10:12--11:6)

Tafsiran: Sungguh berat beban yang harus Paulus pikul dalam pelayanan. Khususnya dalam pelayanan terhadap jemaat Korintus. Paulus harus memikul beban tambahan yaitu tuduhan yang dilontarkan oleh para pengajar palsu tentang dia. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi jemaat Korintus agar mereka tidak lagi terbuka kepada pelayanan Paulus.

Apa saja tuduhan mereka terhadap Paulus? Ia dituduh sebagai seorang yang hanya keras dan berani dalam surat tetapi tidak berani atau lemah bila sudah berhadapan muka (2 Korintus 10:1). Ia juga dituduh telah menggunakan cara pelayanan yang duniawi (2 Korintus 10:3). Jawaban Paulus terhadap tindakan tidak benar tersebut mengungkapkan kepada kita prinsip-prinsip penting tentang wibawa dan kuasa rohani dalam pelayanan.

Pertama, dari respons Paulus terhadap tindakan para pengajar palsu dan sikapnya kepada jemaat Korintus, kita menyimpulkan bahwa ia memiliki wibawa rohani dan menggunakannya dengan hati-hati. Kuasa rohani yang Paulus dapat dari Allah dalam pelayanan adalah untuk kepentingan kemajuan Injil dan manfaatnya bagi jemaat. Kuasa itu bukan untuk dipakai sembarangan. Oleh karena itu, Paulus menegaskan bahwa ia bisa saja datang tidak dengan lemah lembut tapi dengan keras, yaitu demi menegakkan wibawa Allah dan menundukkan jemaat pada kebenaran firman.

Kedua, Paulus membantah bahwa ia telah memakai cara duniawi dalam pelayanan. Melayani dengan mengandalkan cara dan senjata duniawi adalah sia-sia. Bagi Paulus, satu-satunya kekuatan yang pada akhirnya dapat menundukkan seluruh hidup orang pada ketuhanan Kristus adalah senjata rohani yang dilengkapi dengan kuasa Allah!

Dalam konteks pelayanan Injil di Indonesia, kita menyadari sifat peperangan rohani yang harus dimenangkan oleh pelayan Tuhan. Jika orang yang Anda layani selalu terhambat untuk merespons Injil dengan benar, maka kita harus makin bergantung pada Tuhan dan meminta agar Roh-Nya mengurapi pelayanan kita dengan kuasa kemenangan Kristus.

Kita mungkin sering bermegah atas banyak hal dalam kehidupan kita. Misalnya bermegah atas hasil kerja yang memuaskan. Sebagai orang percaya, bolehkah kita bermegah? Apa yang Alkitab katakan tentang bermegah?

Sekelompok orang di Korintus ternyata memiliki kebiasaan untuk memegahkan diri mereka sendiri (2 Korintus 10:12b). Bagi Paulus sikap mereka itu dapat menjadi ancaman bagi kemurnian iman jemaat Korintus. Oleh karena itu, Paulus merasa berkepentingan untuk mengoreksi kebiasaan mereka tersebut. Apakah itu berarti Paulus melarang orang memegahkan diri? Dalam teks yang kita baca ini, tidak ada kesan bahwa Paulus melarang orang bermegah. Yang dia koreksi adalah: Pertama, kemegahan yang berpusat pada diri sendiri (2 Korintus 10:12b). Seolah-olah segala keberhasilan yang diperoleh adalah berkat kemampuan diri semata, tanpa campur tangan Tuhan. Kedua, kemegahan dalam ketidakjujuran (2 Korintus 10:13-16). Sekelompok orang di Korintus bermegah atas keberadaan jemaat Korintus, seolah-olah merekalah yang telah berperan dalam membangun jemaat itu. Padahal tidak demikian. Paulus menegaskan bahwa bukan mereka yang telah membangun jemaat itu, tetapi dirinya dan timnyalah yang telah berjuang membangun jemaat Korintus.

Bermegah bukanlah suatu tindakan yang salah. Namun Paulus menegaskan kepada jemaat Korintus bahwa jika mereka bermegah, hendaklah mereka bermegah di dalam Tuhan (2 Korintus 10:17). Maksudnya, kemegahan itu seharusnya tidak terlepas dari kesadaran bahwa keberhasilan yang dicapai adalah juga berkat campur tangan Tuhan. Kemegahan itu seharusnya juga merupakan kemegahan karena prestasi yang dihasilkan dari kerja keras, yang tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Jadi bukan keberhasilan oleh karena kebohongan dan manipulasi. Kiranya kita hanya bermegah karena kuat kuasa Tuhan di dalam diri kita.

Renungkan: Apakah aku bermegah dengan kesadaran bahwa semua prestasiku adalah karunia dari Tuhan?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)