2 Kor 13 (MAD2T*Pagi*06 April*Tahun 1)

2 Korintus 13

Penjelasan Singkat
Nasihat Paulus

Isi Pasal
Nasihat penutup Paulus kepada jemaat di Korintus.

Judul Perikop
Nasihat-nasihat terakhir (13:1-10)
Salam (13:11-13)

Tafsiran: Masalah Paulus adalah juga masalah semua pelayan Tuhan di segala tempat dan waktu. Paulus menghadapi keadaan sulit karena orang-orang yang dia layani, tidak menyambut dia dengan baik. Paulus juga harus menghadapi jemaat Korintus yang seolah menantang dia agar menunjukkan tanda dan kuasa Kristus, dengan jalan mereka sengaja hidup dalam dosa. Mereka seolah ingin menguji sejauh mana Paulus memiliki keberanian dan wibawa secara rohani. Sekonkret apakah penyertaan Allah ada bersama Paulus?

Menghadapi hal itu, Paulus mengurus dulu tuduhan bahwa ia berperilaku salah. Apabila Paulus datang ke Korintus kelak, ia akan membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar. Pembuktian itu memakai prinsip PL: suatu perkara akan sah dinyatakan benar atau salah, bila ada 2-3 saksi. Dengan kata lain, Paulus menegaskan kesiapannya untuk membuktikan bahwa semua tuduhan jemaat Korintus tidak benar, dengan dukungan saksi-saksi secara sah. Paulus juga akan membereskan hidup moral anggota jemaat Korintus, juga membereskan ketidaktertiban yang terjadi dalam pola hidup bergereja. Ketika datang nanti, Paulus akan bertindak dalam wibawa Kristus. Ia tidak akan lagi menyayangi orang-orang yang terus hidup dalam dosa. Ia akan menjalankan wibawa rasulinya dalam mendisiplinkan mereka yang tidak memelihara kekudusan. Paulus akan bertindak sebagai rasul Kristus untuk menertibkan dan memurnikan jemaat-Nya.

Oleh karena budaya kota Korintus sangat bersifat materialistis, ada kecenderungan menilai wibawa Allah melalui tanda ajaib yang spektakuler. Paulus mengingatkan bahwa seperti Kristus menyatakan kuasa-Nya di dalam dan melalui salib yang lemah, demikian juga Paulus.

Di dalam pelayanan sesulit apa pun, kita dapat yakin bahwa apabila kita menempuh prinsip salib Kristus, maka kuasa dan penyertaan-Nya, juga wibawa kehadiran-Nya akan dinyatakan! Hamba Tuhan memang harus sabar dan rendah hati, tetapi juga harus memiliki wibawa ilahi.

Jemaat Korintus banyak membuat Paulus khawatir. Memang jemaat ini kontroversial. Di satu pihak mereka menunjukkan gairah rohani yang luar biasa, terutama dalam kehausan akan karunia-karunia Roh yang spektakuler (lih. 1Kor. 12, 14). Di lain pihak, kehidupan moral mereka sangat duniawi. Juga keterbukaan mereka kepada pengajar-pengajar palsu membuat mereka ada dalam bahaya tidak bertahan di dalam iman. Maka Paulus mendesak mereka untuk memeriksa diri. Maksudnya, bukan sekadar tahu doktrin dan bergairah akan karunia-karunia rohani, tetapi untuk memastikan bahwa Kristus benar-benar ada di dalam mereka (2 Korintus 13:5). Hanya hubungan riil jemaat dengan Kristus, yang akan memampukan mereka untuk tahan uji (2 Korintus 13:6), menjaga kemurnian dan tidak berbuat yang tidak benar (2 Korintus 13:7).

Mereka seharusnya melihat bahwa Paulus telah tahan uji. Sebagai rasul, ia telah melalui berbagai ujian (2 Korintus 13:1Kor. 11:26-12:6). Ajaran, mutu pelayanan, dan sikapnya yang murni membuktikan hal tersebut. Sayangnya, kemurnian Paulus itu tidak dilihat dengan tepat oleh jemaat Korintus (7b). Kendati demikian, Paulus berjuang, berharap, memberikan pengertian kepada jemaat Korintus agar mereka bersungguh-sungguh hidup di dalam kebenaran. Doanya adalah agar mereka kuat di dalam iman dan menjadi sempurna (2 Korintus 13:9).

Di dalam diri Paulus, kita melihat karakter seorang hamba Tuhan yang sejati. Tujuannya jelas, yaitu kedewasaan rohani umat yang dia layani. Bahkan ia rela merendahkan dan mengorbankan dirinya bila diperlukan, asal saja umat bertambah kuat di dalam iman. "Jemaat yang tahan uji dan teguh iman", hendaknya bukan hanya menjadi harapan hamba Tuhan/pendeta. Sebagai pengikut Kristus, kita pun harus memiliki harapan yang sama karena kita terpanggil juga untuk melayani Dia. Kiranya kita dapat bekerja sama dan mendukung hamba Tuhan/pendeta untuk mewujudkan hal itu. Mungkin perlu kritik, namun jangan sampai "menyerang" dia yang melayani kita.

Paulus mengakhiri suratnya dengan desakan, salam dan berkat. Semua ini dimaksudkan untuk menekankan mengenai dasar dan pentingnya kesatuan di antara mereka, dan antara mereka dengan dirinya.

Paulus memotivasi jemaat Korintus untuk saling memberi salam dengan cium kudus. Ini merupakan pernyataan kasih, pengampunan, dan kesatuan di dalam Kristus. Paulus kemudian memberi salam pada jemaat Korintus atas nama seluruh orang kudus. Ini mengingatkan mereka bahwa mereka adalah bagian dari tubuh Kristus. Paulus kemudian mengakhiri suratnya dengan berkat, yang mengingatkan jemaat Korintus akan kesatuan mereka dengan Tritunggal, Bapa-Anak-Roh Kudus. Kesatuan itu mengalirkan berkat: anugerah, kasih dan persekutuan. Melalui pengorbanan diri Kristus, orang beriman mengalami kasih Allah yang besar dan kuat kuasa Roh Kudus.

Setelah surat ini, jemaat Korintus menantikan kunjungan Paulus yang ketiga. Paulus menjamin mereka bahwa mereka tidak akan melupakan kedatangannya. Pertemuan mereka dapat menjadi reuni yang menggembirakan atau bisa terjadi konfrontasi karena mereka tidak juga bertobat.

Kita juga sedang menantikan kedatangan Tuhan kita yang kedua kali. Ada yang imannya melemah karena me-nyangka Ia tidak akan datang atau mengira bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia akan datang lagi dan penundaannya merupakan kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya (band. 2Ptr. 2:1-13). Kiranya kita menguji diri kita untuk melihat apakah kita tetap teguh di dalam iman. Kita yang percaya, hendaknya menjauhkan diri dari dosa dan berusaha menjadi sempurna di dalam kuat kuasa Roh Kudus. Semua itu kita lakukan supaya kita kedapatan taat karena telah melakukan semua perintah-Nya bagi kita. Marilah kita menantikan kedatangan-Nya. Saat itu akan menjadi pertemuan indah yang membawa sukacita besar bagi kita. Maranatha! Datanglah ya Tuhan Yesus!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)