2 Kor 2 (MAD2T*Mlm*31 Maret*Tahun 1)
2 Korintus 2
Penjelasan Singkat
Keberhasilan Paulus dalam berkhotbah
Isi Pasal
Mengampuni mereka yang telah jatuh dalam dosa. Pelayanan orang Kristen.
Judul Perikop
Harus diampuni orang yang bersalah (2:5-11)
Kecemasan dan kelegaan Paulus di Troas dan di Makedonia (2:12-17)
Tafsiran: Kasih dan pengampunan perlu senantiasa ada di dalam kehidupan bergereja agar gereja menjadi sehat dan bertumbuh. Setiap jemaat dapat memiliki hubungan yang indah dan harmonis di dalam Kristus.
Maksud Paulus menunda kunjungannya adalah agar jemaat di Korintus mendapat kesempatan untuk memperbaiki masalah-masalah internalnya. Itulah sebabnya, Paulus sebelumnya menulis satu surat yang keras, penuh kecemasan, dan air mata. Tujuannya bukan untuk mendukakan mereka, tetapi memperbaiki kesalahan mereka agar kunjungannya mendatangkan sukacita (2 Korintus 2:3-4).
Namun, jika masih ada jemaat di sana yang menimbulkan dukacita, maka Paulus dan jemaat di Korintus akan sama-sama mengalaminya. Terhadap jemaat demikian, Paulus menasihati mereka untuk mempraktikkan kasih dan pengampunan seperti Tuhan. Pertama-tama para pemimpin gereja harus mendisiplinkan orang itu dengan menegurnya sebagai saudara (di bawah empat mata, Mat. 18:15) agar ia sadar dan bertobat. Langkah selanjutnya, bila ia sudah bertobat, mereka harus mengampuni dan menghibur orang itu supaya ia merasa diterima kembali dalam komunitas orang percaya dan tidak terus dikuasai oleh perasaan bersalahnya (2 Korintus 2:8). Dengan demikian, orang itu boleh bangkit dari keterpurukannya dan mendapatkan kekuatan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Inilah kasih yang harus mereka praktikkan agar mereka taat dalam segala sesuatu kepada firman Tuhan untuk saling mengasihi dan mengampuni. Dengan demikian, Iblis tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menjerat orang itu dan memecahbelah persekutuan di antara mereka.
Dalam kehidupan bergereja pasti ada anggota jemaat yang berbuat salah. Terhadap jemaat demikian, marilah kita mempraktikkan kasih dan pengampunan. Marilah kita menegur dengan kasih yang lemah lembut, mengampuni mereka yang bersalah, dan menghibur mereka yang lemah dan terpuruk agar mereka dipulihkan, diterima kembali dalam komunitas, dan bangkit dari keterpurukannya.
Minyak harum menarik orang. Paulus bersyukur karena Allah menjadikannya "bau harum" Kristus di tengah-tengah semua orang (ayat 15). Dia dapat mengemban tugas mulia itu karena ia bekerja dengan maksud murni tanpa mencari keuntungan maupun ketenaran pribadi (ayat 17). Sebaliknya, dalam misi Kristus yang didorong oleh maksud tersembunyi mencari keuntungan maupun ketenaran, hanya akan sukses sebentar, lalu berakhir kacau dalam kekecewaan. Apakah kesaksian hidup kita bagaikan "bau harum" Kristus sehingga banyak orang mencari Dia?
Dampak yang berbeda. "Bau harum" Kristus yaitu kesaksian hidup kita membawa akibat menghidupkan bagi yang meresponi Injil dan membinasakan bagi yang menolak Injil (ayat 15-16). Bagaimanapun respons orang terhadap Injil, janganlah kita dipengaruhinya. Bila melalui pelayanan kita, orang beroleh keselamatan, hendaklah kita memuliakan Kristus. Bila sebaliknya, hendaklah kita tetap meninggikan Kristus dan Injil-Nya. Sebagai murid Kristus, kita harus tetap dan konsekuen menyebarkan harum-Nya ke tengah-tengah dunia ini.
Renungkan: Kita baru dapat membawakan bau harum Kristus, jika kita rela membuang bau busuk yang tak berkenan kepada-Nya.
Doa: Kiranya masyarakat Indonesia mencium harum Kristus melalui hidup dan pelayanan umatMu, Tuhan.