2 Kor 6 (MAD2T*Mlm*02 April*Tahun 1)

2 Korintus 6

Penjelasan Singkat
Nasihat supaya hidup kudus

Isi Pasal
Pelayanan Paulus kepada jemaat di Korintus. Seruan untuk pemisahan dan pengudusan.

Judul Perikop
Paulus dalam pelayanannya (6:1-10)
Jangan ada lagi noda kekafiran (6:11--7:1)

Tafsiran: Sebagai seorang hamba Tuhan yang bertanggung jawab, Paulus menginginkan agar orang-orang yang dia layani membuat respons yang sepadan dengan Injil Yesus Kristus. Ia tidak mau bila anugerah Tuhan dijadikan sia-sia karena respons negatif orang terhadap Injil (2 Korintus 6:1). Yang Paulus maksud adalah bahwa sikap jemaat yang mulai merendahkan Paulus karena pengaruh pengajar palsu, membuat mereka secara tidak langsung menolak Injil. Padahal waktu anugerah Allah atau kesempatan yang Allah berikan bagi orang untuk beriman dan bertobat menyambut Injil, tidak dapat dan tidak boleh diulur-ulur. Fakta bahwa Allah penuh dengan anugerah justru seharusnya mendorong orang untuk segera berespons dengan benar pada Allah.

Paulus menyadari bahwa faktor ketidaklayakan hamba Tuhan, bisa menjadi batu sandungan yang membuat orang yang dilayani menolak anugerah Allah. Paulus tidak termasuk hamba Tuhan palsu macam itu. Dengan keberanian yang luar biasa, ia mengklaim integritas dirinya sebagai hamba Tuhan. Mari kita perhatikan bukti integritas hamba Tuhan seperti keteladanan Paulus: Pertama, Paulus tidak pernah melakukan hal yang bisa membuat orang lain tersandung (2 Korintus 6:3). Sebaliknya, sikap dan tindakannya selalu menunjukkan bahwa ia takut akan Tuhan. Kedua, sikap pada waktu harus menanggung kesulitan dan penderitaan (2 Korintus 6:4-5). Ia tidak menggerutu dan tidak menghindari derita. Ia justru bersusah payah disertai disiplin rohani seperti berjaga-jaga dengan berdoa dan berpuasa. Ketiga, Paulus menjaga kemurnian, sabar, murah hati, dan tidak munafik (2 Korintus 6:6). Ia juga mengandalkan penyertaan Roh Kudus dan senjata rohani (2 Korintus 6:7). Keempat, semua kualitas rohani ini ada pada Paulus secara konsisten. Dalam segala keadaan, ia menjunjung kemuliaan Tuhan (2 Korintus 6:8-10).

Standar semacam ini bukan hanya perlu ada dalam diri seorang rasul saja, tetapi berlaku bagi semua orang yang terlibat melayani Tuhan. Apa pun peran dan pelayanan Anda, berusahalah agar tidak menjadi batu sandungan!

Orang yang telah menerima anugerah Kristus, tentu saja seharusnya tidak lagi bermain-main dengan dosa. Anugerah Tuhan harus direspons dengan hidup yang berpadanan dengan anugerah itu, yakni benar dan kudus.

Dalam nas ini, Paulus menantang mereka untuk memisahkan diri dari pengaruh orang-orang yang tidak memercayai Allah (2 Korintus 6:14). Dari sisi kehidupan sosial, jemaat Korintus yang merupakan kelompok minoritas, seharusnya menjalin ikatan dengan orang-orang sekitar agar hidup mereka aman. Tetapi Paulus memperingatkan bahayanya hidup terlalu dekat dengan orang-orang yang tidak percaya. Ia meminta mereka untuk memeriksa kembali kedekatan mereka dengan dunia (2 Korintus 6:15-16).

Bagian ini seringkali diterapkan pada masalah memilih teman hidup atau rekan bisnis. Paulus memang menentang pernikahan dengan orang yang berbeda iman (1Kor. 7:39), dan orang memang harus berhikmat dalam menjalin rekanan bisnis. Tetapi fokus Paulus di sini adalah hubungan yang dapat membuat orang jadi tidak percaya kepada Kristus, misalnya yang berkaitan dengan penyembahan berhala. Paulus ingin mereka menjauhkan diri dari praktek-praktek semacam ini. Sebagaimana terang dan gelap tidak bisa bersatu, demikianlah orang beriman dan orang tidak beriman. Allah berdiam di antara umat-Nya dan menjadikan mereka bait-Nya (2 Korintus 6:16). Karena itu mereka bertanggung jawab untuk membersihkan diri dari segala sesuatu yang dapat membuat mereka tercemar oleh dosa, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Tujuannya adalah mencapai kekudusan (2 Korintus 7:1).

Bagaimana dengan kita, yang hidup di negeri yang penuh dengan keragaman ini? Tentu saja kita tidak boleh mengasingkan diri dan menjadi eksklusif. Namun jangan jadikan iman mereka sebagai iman kita. Pemahaman yang dangkal akan iman Kristen dapat membuat kita menyerap pemahaman iman orang-orang di sekitar kita. Ini bahaya! Karena itu, baca Alkitab dan pelajari kebenaran di dalamnya!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)