2 Kor 8 (MAD2T*Mlm*03 April*Tahun 1)
2 Korintus 8
Penjelasan Singkat
Kemurahan hati(jemaat)dipuji
Isi Pasal
Pemberian untuk orang miskin. Nasihat tentang anugerah memberi.
Judul Perikop
Pelayanan kasih (8:1-15)
Titus diutus (8:16-24)
Tafsiran: Pertobatan bukan hanya menyangkut perilaku moral. Pertobatan juga tampak dalam hubungan-hubungan sosial dan komunal. Dengan demikian buah pertobatan berjalan serasi dengan buah iman dan kasih yaitu dalam bentuk perhatian dan kepedulian pada orang lain.
Jemaat Kristus telah memperbarui komitmen melalui pertobatan mereka. Paulus kemudian mendorong mereka untuk selangkah lebih maju, yaitu dengan mengikuti teladan jemaat-jemaat di Makedonia (2 Korintus 8:1). Mereka yang termasuk di dalamnya adalah jemaat Filipi, Tesalonika, Berea, dll. Mereka telah menunjukkan kemurahan hati dengan memberikan dukungan dana kepada orang-orang percaya yang miskin di Yerusalem (2 Korintus 8:2-5). Kemurahan hati mereka benar-benar terjadi karena anugerah Allah, sebab mereka sendiri sedang menderita berbagai kesulitan (Kis. 17:1-9; 1Tes. 2:14). Meski demikian, mereka memberi melebihi kemampuan mereka dan dengan sukacita. Padahal mereka sendiri miskin. Teladan mereka seharusnya memotivasi jemaat Korintus untuk memberi juga dengan murah hati. Apa lagi mereka telah menikmati berbagai berkat dari Allah (2 Korintus 8:7). Sebab itu Paulus berharap agar jemaat Korintus termotivasi karena melihat teladan Kristus. Ia ingin jemaat Korintus dapat melihat kesempatan untuk menolong jemaat di Yerusalem, sebagai sebuah anugerah dari Allah (2 Korintus 8:9). Respons mereka terhadap kesempatan ini akan merupakan ujian bagi ketulusan kasih mereka pada Kristus.
Iman dan kasih kepada Kristus memang bukan hanya nyata melalui doa atau ibadah pribadi, tetapi juga tampak dalam kepedulian kita pada orang lain. Kepedulian yang terwujud melalui pertolongan. Hari ini pemahaman kita diperbarui. Memberi bukan hanya karena berlebihan dan supaya orang lain mendapat keringanan, namun memberi agar terjadi keseimbangan. Teladan dari jemaat-jemaat Makedonia menyadarkan kita bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak menolong orang lain.
Masalah dalam pelayanan sering muncul karena kurang adanya keterbukaan dan kejujuran diantara sesama pelayan. Akibatnya sering timbul kecurigaan bahkan tidak jarang memicu perpecahan, apalagi kalau hal itu berhubungan dengan masalah uang.
Paulus menjelaskan prinsip mengenai cara pengumpulan uang persembahan dan pengelolaannya, yaitu harus ada tim yang bertanggungjawab untuk mengelola supaya bisa terorganisir dengan baik. Paulus sadar bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan uang biasanya mengundang kecurigaan dan kritikan. Karena itu, Paulus memilih beberapa orang untuk membantu Titus. Orang tersebut haruslah mempunyai kesungguhan yang besar dalam melayani Tuhan dan melakukan pelayanan dengan rela hati (2 Korintus 8:16-17). Orang itu juga harus punya sifat terpuji atau dapat dipercaya jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil (2 Korintus 8:18). Juga harus mendapat rekomendasi dan penunjukan dari jemaat-jemaat yang berbeda. Semua kriteria ini menunjukkan kewaspadaan Paulus akan kesalahan penanganan pengumpulan dana tersebut. Oleh karena itu, ia ingin membawa beberapa perwakilan dari gereja-gereja yang berbeda bersamanya untuk memberikan kontribusi dari gereja-gereja bukan Yahudi untuk gereja induk di Yerusalem ini (2 Korintus 8:19-20). Sebab bagi Paulus pelayanan kasih ini bukan hanya ingin baik dipandang dihadapan Tuhan, tetapi juga dihadapan manusia (2 Korintus 8:21). Untuk meningkatkan kepercayaan dan menghilangkan keraguan jemaat-jemaat itu, Paulus mengutus seorang lagi yang juga tidak diragukan integritasnya (2 Korintus 8:22). Sebaliknya sebagai jemaat, orang di Korintus pun diminta untuk memercayai wakil pelayan yang terpercaya sebagaimana mereka memercayai Paulus yang memberikan mandat kepada mereka (2 Korintus 8:23, 24).
Ini mengajari kita bahwa masalah penggalangan dana untuk pelayanan memerlukan kejujuran dan keterbukaan dalam semua aspek. Mulai dari upaya pencarian sampai pertanggungjawabannya, supaya tidak menimbulkan kecurigaan dan masalah.