2 Tim 2 (MAD2T*Mlm*25 April*Tahun 1)

2 Timotius 2

Penjelasan Singkat
Nasihat kepda Timotius

Isi Pasal
Hidup prajurit Kristus yang baik di dalam masa kemurtadan.

Judul Perikop
Panggilan untuk ikut menderita (2:1-13)
Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat (2:14-26)

Tafsiran: Penderitaan merupakan sesuatu hal yang sebisa mungkin dihindari oleh banyak orang. Ini manusiawi karena manusia tidak suka hidup menderita. Akan tetapi, Paulus justru mendorong Timotius untuk menjadi kuat (2 Timotius 2:1) dan ikut menderita (2 Timotius 2:3) dalam pelayanan pemberitaan Injil. Paulus bukan tanpa alasan mendorong Timotius untuk menderita. Dasar alasan Paulus adalah kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus (2 Timotius 2:1; lih. 2Tim. 1:9).

Paulus memberikan tiga gambaran kepada Timotius tentang bagaimana menjadi kuat dalam penderitaan, yakni: Pertama, seperti seorang prajurit yang baik, yang berjuang dengan komitmen penuh kepada Kristus Yesus yang memilikinya (2 Timotius 2:3-4). Kedua, seperti seorang olahragawan yang bertanding sesuai aturan untuk memperoleh mahkota (2 Timotius 2:5, band. 1 Kor. 9:24-25). Ketiga, seperti seorang petani yang bekerja keras dan menikmati hasilnya (2 Timotius 2:6). Berjuang, bertanding, dan bekerja keras merupakan tiga hal yang dinasihatkan Paulus kepada Timotius untuk dilakukan agar ia menjadi pelayan Tuhan yang kuat dan tangguh menghadapi penderitaan.

Selain itu, Paulus menegaskan bahwa dalam segala sesuatu yang dialami Timotius, Tuhan akan memberikan hikmat dan pengertian yang dibutuhkannya (2 Timotius 2:7). Yesus Kristus pernah menderita, tetapi kemudian menerima kemuliaan yang kekal (2 Timotius 2:8). Paulus adalah bukti nyata dari anugerah dan kekuatan Allah itu (2 Timotius 2:8-10). Karena pemberitaan Injil yang diberitakan, Paulus telah mengalami banyak penderitaan. Namun dengan anugerah dan kekuatan Allah, ia sabar menanggung semua penderitaan itu. Pada bagian akhir dari perikop ini, Paulus menguatkan Timotius dengan janji kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah (2 Timotius 2:11-13).

Jangan takut menghadapi penderitaan karena Kristus. Jadilah kuat dan ikutlah berbagian dalam penderitaan karena pemberitaan Injil-Nya. Penderitaan yang kita alami karena nama-Nya tidak akan sia-sia. Tuhan menjamin dengan kesetiaan-Nya, Ia akan menyertai kita. [MFS]

Timotius menghadapi persoalan yang tidak mudah dalam pelayanannya. Ia berhadapan dengan para pengajar sesat yang suka bersilat lidah dan mengacaukan (2 Timotius 2:14), suka omongan kosong, dan hidup penuh kefasikan (2 Timotius 2:16-18). Paulus menasihatkan Timotius agar berusaha menjadi pekerja Kristus yang pantas sehingga para pengajar sesat itu tidak menemukan celah untuk menjatuhkan Timotius dan mencemarkan nama Tuhan.

Dalam rangka menjadi pekerja Kristus yang layak, Paulus menasihatkan dua hal kepada Timotius, yaitu: Pertama, bijak dalam perkataan (2 Timotius 2:14-19, 23-26). Artinya, tidak malu memberitakan kebenaran (2 Timotius 2:15), tidak mempertengkarkan hal-hal yang tidak layak (2 Timotius 2:23-24), dan melayani dengan kelemahlembutan (2 Timotius 2:25). Kedua, menjaga kesucian (2 Timotius 2:20-22) dengan menjauhi nafsu, mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan kedamaian (2 Timotius 2:22). Perhatikan bahwa di tengah peliknya persoalan yang ditimbulkan oleh para pengajar sesat di Efesus, Timotius didorong untuk menghadapi mereka dengan bijaksana dan tidak dengan kekerasan (2 Timotius 2:25). Meski ada beberapa orang yang dengan jelas telah menyimpang dari kebenaran (2 Timotius 2:17-18), namun Paulus menasihatkan Timotius untuk menghadapinya dengan lemah lembut (2 Timotius 2:25). Dengan demikian, mungkin saja Tuhan memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan mengenal kebenaran yang sejati. Orang-orang itu dapat tersesat akibat jerat Iblis yang menjerumuskan mereka (2 Timotius 2:26).

Tidak jarang sebagai pemimpin rohani, kita tidak sabar dalam membimbing seseorang yang telah melenceng dari kebenaran dan dengan mudah mengucilkannya dari komunitas umat Allah. Sebelum kita mengkonfrontir orang yang tersesat, hendaklah terlebih dahulu kita belajar untuk menjadi bijak dalam perkataan dan menjaga kesucian hidup sehingga orang lain atau iblis tidak menemukan celah untuk menjatuhkan kita dan mempermalukan Kristus. Dengan kelemahlembutan, kita akan dimampukan Allah dalam anugerah-Nya untuk membimbing dan mengarahkan orang tersebut ke jalan yang benar. [MFS]

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)