Gal 3 (MAD2T*Pagi*08 April*Tahun 1)

Galatia 3

Penjelasan Singkat
Dibenarkan karena iman

Isi Pasal
Karunia Roh Kudus melalui iman di luar perbuatan-hukum Taurat. Manusia di bawah perbuatan hukum Taurat ada di bawah kutukan hukum Taurat. Kristus menanggung kutukan hukum Taurat sehingga kita boleh mendapatkan berkat iman. Maksud yang sebenarnya dari hukum Taurat.

Judul Perikop
Dibenarkan oleh karena iman (3:1-14)
Hukum Taurat atau janji (3:15-29)

Tafsiran: Seseorang yang sudah mengalami pembaharuan hidup tentunya tidak akan kembali lagi ke dalam kehidupan yang lama. Ketika seseorang kembali lagi ke dalam kehidupan yang lama, dia dapat disebut bodoh.

Kebodohan jemaat di Galatia bukanlah masalah intelektual, melainkan masalah iman. Paulus mengecam iman mereka yang lemah karena mereka kembali percaya bahwa mereka dibenarkan karena melakukan hukum Taurat. Paulus juga mengecam kebanggaan mereka sebagai keturunan Abraham.

Sangat disayangkan bahwa iman jemaat Galatia dibangun di atas dasar perbuatan dan garis keturunan, padahal Rasul Paulus telah mengajar tentang Yesus Kristus secara jelas kepada mereka (Galatia 3:1). Mereka juga telah mengalami kehadiran Tuhan di dalam persekutuan mereka, tetapi mereka begitu cepat berbalik dari Injil dan kembali pada iman terhadap hal yang sia-sia. Jelas hal ini mengecewakan rasul Paulus. Oleh karena itu, ia tidak segan menyebut mereka bodoh.

Kita harus memahami bahwa perbuatan dan garis keturunan tidak bisa menyelamatkan kita atau siapapun. Pembenaran yang memungkinkan kita memperoleh anugerah keselamatan hanya dapat kita peroleh di dalam iman kepada Yesus Kristus, yang telah menebus kita dari belenggu dosa (Galatia 3:13). Kita dianggap benar bukan karena kita memang benar atau telah melakukan yang benar, tetapi karena Tuhan Yesus telah menanggung semua dosa kita. Kita dibenarkan di hadapan Tuhan bukan karena perbuatan baik, garis keturunan, atau pun karena ketaatan kita melakukan hukum Taurat. Semua itu tidak memadai untuk membuat kita dibenarkan di hadapan Tuhan (Galatia 3:12).

Tuhan Yesus menggantikan kita menanggung hukuman dosa supaya kita dibenarkan di dalam Dia. Dengan iman kepada Kristus, kita menerima pembenaran atas diri kita. Jadi bukan karena kemampuan kita, kita dapat dibenarkan. Hanya karena anugerah Allah di dalam Kristus saja maka kita dibenarkan-Nya. Inilah iman yang menyelamatkan! Hindarilah kebodohan seperti yang dilakukan oleh jemaat di Galatia!

Orang tentu senang memiliki dan memakai barang yang baru. Biasanya itu akan membuat orang itu tampil beda karena ada perubahan atau pembaruan. Namun mengapa banyak orang yang masih enggan untuk mengenakan identitas baru di dalam Kristus. Mereka justru lebih menyukai identitas lamanya?

Paulus menunjukkan apresiasinya pada hukum Taurat, yang walaupun tidak menyelamatkan, tetapi berfungsi sebagai penuntun bagi kita sebelum kedatangan Kristus. Dengan hadirnya Kristus, pusat iman kita, fungsi Taurat sebagai penuntun tak lagi efektif (Galatia 3:23-25). Argumen Paulus memuncak dalam pernyataan bahwa iman di dalam Kristus membuat kita menjadi anak-anak Allah, bukan lagi sekadar menjadi anak-anak Abraham (Galatia 3:26, bnd. 7). Realitas dan identitas baru ini berlaku bagi semua orang Galatia yang memercayai Kristus. Baptisan dalam hal ini memegang peranan penting sebagai pengalaman religius dari realitas dan identitas baru di dalam Kristus itu (Galatia 3:27). Pemahaman "anak-anak Allah" (Galatia 3:26) oleh Paulus juga diidentikkan dengan "milik Kristus" (Galatia 3:29), yang juga berhak sebagai "keturunan Abraham" dan dengan demikian berhak menerima janji Allah. Paulus juga menegaskan tidak ada lagi pemisahan sosial antara Yahudi dan orang Yunani, antara hamba dan orang merdeka, bahkan di antara laki-laki dan perempuan. Semua dipersatukan oleh dan di dalam Kristus (Galatia 3:28). Identitas baru tersebut tidak lagi ditentukan oleh hukum taurat, tetapi oleh iman kepada Kristus.

Mengenakan identitas baru di dalam Kristus akan membuat kita terhisab di dalam janji Allah yang kekal. Tidak ada lagi pemisahan sosial yang merendahkan sekelompok orang. Allah pun menghendaki kita untuk bukan hanya sekadar mengenakan identitas baru, tetapi mewujudnyatakan identitas baru itu di dalam kehidupan kita berjemaat. Terkadang pemisahan sosial pun terjadi di gereja, dan terkait dengan jabatan, pekerjaan, atau harta benda. Hal-hal demikian harus dihindari ketika kita sungguh-sungguh mengenakan identitas batu di dalam Kristus. Selamat mengenakan identitas baru di dalam Kristus!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)