Kol 1 (MAD2T*Pagi*15 April*Tahun 1)
Kolose 1
Penjelasan Singkat
Gambaran mengenai sifat dasar (keutamaan) Kristus dan pelaya
Isi Pasal
Salam dan doa kerasulan. Keutamaan Kristus. Karya pendamaian-Nya. Rahasia tentang Dia yang tinggal di tengah-tengah orang percaya.
Judul Perikop
Salam (1:1-2)
Ucapan syukur dan doa (1:3-14)
Keutamaan Kristus (1:15-23)
Pelayanan dan penderitaan Paulus (1:24--2:5)
Tafsiran: Rasul Paulus dan teman-teman sepelayanan tidak hanya sekali mengucap syukur tetapi selalu. Hal ini dilakukan mengingat Allah patut menerima hormat dan pujian atas karya-Nya yang menarik mereka dari kegelapan ke dalam terang-Nya. Itu adalah pekerjaan Tuhan yang sangat istimewa bukan hasil usaha manusia. Ia menyadari bahwa kenyataan akan penyebaran injil dan pertumbuhan iman jemaat Kolose itu berpusat pada karya Yesus Kristus. Maka patutlah ia bersyukur.
Pertama, bersyukur atas karya Tuhan Yesus dalam kehidupan umat yang mau menerima Injil Yesus Kristus. Jemaat Kolose telah menyambut kasih karunia dan damai sejahtera Allah Bapa di dalam Yesus Kristus yang diberitakan oleh Epafras; dan Epafras mendengar berita Injil dari Rasul Paulus di Efesus (Kis. 19:10). Ciri-ciri Injil: berpusat kepada pribadi Yesus Kristus (ayat 2,4), merupakan 'firman kebenaran' (ayat 5), berita kasih karunia (ayat 6b), dan diperuntukkan bagi seluruh dunia (ayat 6).
Kedua, bersyukur atas karya Tuhan Yesus dalam kehidupan umat yang imannya ditujukan kepada obyek yang tepat, yaitu Yesus Kristus. Jemaat di Kolose telah menjadi percaya kepada Yesus Kristus (ayat 2). Meskipun banyak ajaran dan guru-guru palsu berkembang di Kolose.
Ketiga, bersyukur atas karya Tuhan Yesus dalam kehidupan umat yang setia menjadi murid Kristus. Paulus menghargai sikap jemaat untuk menjadi murid Epafras hingga mereka mengenal kasih karunia Allah yang sebenarnya (ayat 6). Tentu saja, dengan penekanan bahwa Epafras adalah hamba Kristus yang setia. Epafras telah menjadi model yang diteladani oleh jemaat (ayat 7).
Gereja masa kini hendaknya selalu mensyukuri karya Tuhan dalam pemberitaan Injil dan pertumbuhan iman gereja-Nya.
Yang kulakukan: Selalu mensyukuri karya Tuhan Yesus dalam membangun dan memelihara gereja-Nya di seluruh dunia.
Tidak cukup sekadar tahu. Banyak orang tahu dan mengakui kebenaran pepatah yang mengatakan: “hemat pangkal kaya”, namun berapa banyak orang yang tahu tersebut menerapkan prinsip ini dalam kehidupannya? Ternyata tidak banyak. Hal ini membuktikan bahwa kecenderungan manusia adalah sekadar tahu namun sulit termotivasi untuk melakukannya, sehingga pengetahuan tidak mengubah cara hidupnya. Berbeda halnya dengan jemaat Kolose yang bertumbuh karena pengetahuan akan firman Tuhan telah mengubah cara hidup mereka.
Berita pertumbuhan jemaat yang terdengar sampai ke telinga Paulus, menjadi dasar permohonan Paulus yang tiada putus-putusnya (ayat 9a). Pokok doa Paulus merupakan kebutuhan rohani yang sangat penting (ayat 9b).Pertama, memohon hikmat dan pengertian agar jemaat mengetahui kehendak Allah. Kedua, agar jemaat hidup layak dan berkenan di hadapan Allah (ayat 10a). Ketiga, agar jemaat memberi buah dalam segala pekerjaan baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah (ayat 10b). Keempat, agar jemaat diberikan kekuatan untuk dapat menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar (ayat 11a). Kelima, agar jemaat selalu mengucap syukur kepada Allah (ayat 12a). Melalui isi doa ini Paulus mengingatkan jemaat bahwa pertumbuhan dan perkembangan iman yang sekarang terjadi dalam jemaat semata-mata didasari oleh anugerah Allah yang telah memperbaharui hidup dan mengaruniakan status yang baru. Keberadaan jemaat yang berakar dari persekutuan dengan Yesus Kristus akan bertumbuh dan berbuah di dalam anugerah kekuatan-Nya. Ucapan syukur jemaat lahir dengan sukacita karena menyadari bahwa pertumbuhannya adalah anugerah Allah (ayat 12). Bersumber dari anugerah dan oleh anugerah, demikian seharusnya jemaat Tuhan bertumbuh. Inilah pertumbuhan yang tidak cukup sekadar tahu, tetapi pengetahuan akan firman Tuhan akan mengubah cara hidup mereka.
Renungkan: Asahlah kepekaan rohani Anda untuk melihat dan mendoakan kebutuhan jemaat di sekitar Anda. Jemaat membutuhkan hikmat dan pengertian agar hidup sesuai kehendak Allah dan bukan kehendak para aktivis yang melayani. Kiranya kebenaran firman Tuhan yang ditaburkan menjadi dasar motivasi bagi jemaat untuk bertumbuh dan berbuah, serta kekuatan-Nya menjadi nyata dalam menghadapi segala problema hidup.
Berbeda dengan pandangan dunia tentang Yesus Kristus sebagai seorang nabi, atau tokoh yang saleh, atau pun pendiri agama, Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa Yesus adalah Pencipta. Dengan demikian, Alkitab juga secara tegas mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah. Sungguh mudah menerima Yesus sebagai manusia biasa yang saleh, guru yang baik atau nabi yang agung. Tetapi dibutuhkan pekerjaan Roh Kudus untuk mengenal dan memahami Yesus Kristus yang sebenarnya.
Jangankan segala sesuatu yang ada di bumi ini, segala sesuatu yang ada di surga pun, dicipta oleh Yesus (Kolose 1:16). Jangankan segala sesuatu yang bisa kita lihat, segala sesuatu yang tidak terlihat pun dicipta oleh-Nya. Dunia bisa menolak Yesus Kristus. Tetapi dunia harus tahu, bahwa di antara yang paling berkuasa di dunia ini, tidak ada satu kuasa pun yang melebihi kuasa-Nya. Setiap nafas manusia, baik yang dipakai untuk menghujat Yesus maupun memuji Dia, adalah nafas yang diberikan oleh-Nya. Setiap tangan manusia, baik yang dipakai untuk menuliskan hal-hal buruk tentang Yesus atau pun yang dipakai untuk memuliakan nama-Nya, adalah tangan yang dicipta oleh-Nya. Setiap hati yang membenci Dia, tidak akan pernah ada kecuali oleh hikmat dan kuasa-Nya telah dibiarkan menjadi ada. Juga setiap hati yang mencintai Dia, adalah berasal dari Dia.
Bukan saja sebagai Pencipta, Yesus pun telah menebus dunia yang telah jatuh dan durhaka ini. Tidak ada satu tokoh atau satu nabi atau satu makhluk apa pun yang pernah berdarah-darah demi menebus dunia yang jahat ini (Kolose 1:20). Hanya Yesus yang penuh kuasa sekaligus penuh kasih itulah yang pernah mati bagi ciptaan-Nya dan yang telah bangkit kembali mengalahkan kematian. Di zaman sekarang ini, ketika agama-agama dunia berkembang dan cara-cara dunia lebih populer daripada cara-cara Allah, ketika nama Yesus sering dipergunjingkan dengan kisah-kisah isapan jempol, pemahaman akan Yesus yang sungguh-sungguh Allah itu harus kita pegang kuat, yakini dan beritakan. Jemaat Kolose harus mengetahuinya, dunia kita sekarang pun harus mengetahuinya.
Perbuatan kita sehari-hari adalah cetusan dari apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Karena itu kita perlu mengisi hati dan pikiran kita dengan firman Tuhan. Firman Tuhan yang diresapi dan tertanam dalam hati kita akan menghasilkan perbuatan baik, dan buah Roh. Rencana Allah bagi kita adalah mendamaikan kita dengan diri-Nya oleh darah Kristus supaya kita suci masuk menghadap Dia dalam hadirat-Nya.
Rasul Paulus adalah hamba atau pelayan Kristus yang membaktikan seluruh kehidupannya bagi Tuhan Juruselamatnya. Ia mengasihi Kristus dengan memberikan seluruh dirinya. Penderitaan dari pihak penentang yang tidak percaya Injil, ditanggungnya. Ia tidak peduli dengan penderitaan yang dialaminya asalkan orang-orang mengenal dan percaya kepada Kristus, tetap beriman teguh dan menjadi dewasa rohani. Bila keadaan rohani jemaat seperti itu, ia bersukacita walaupun harus menderita. Penderitaan yang dialami tubuh Rasul Paulus oleh pecut dan pukulan tidak berkaitan langsung dengan dirinya sendiri melainkan dengan jemaat Kristus. Dengan kata lain, ia menanggung penderitaan dari pihak dunia karena ia melayani jemaat Kristus (ayat 24).
Atas kehendak Tuhan, Paulus memberitakan firman-Nya kepada jemaat Kolose. Ia adalah orang yang dipercaya Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya (ayat 25). Rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dari generasi ke generasi itu ialah Kristus. Kepada mereka yang sudah menerima Kristus, Paulus mengajarkan firman Tuhan dengan tujuan supaya setiap pengikut Kristus menjadi dewasa secara rohani (ayat 26-28). Rasul Paulus berusaha mendewasakan kerohanian jemaat Kolose bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi mengandalkan kuasa Tuhan (ayat 29).
Ingat: Meski menderita karena Kristus, aku tetap akan menjadi pemberita firman Allah dalam seluruh hidupku dan dengan kuat kuasa-Nya.