Kol 4 (MAD2T*Mlm*16 April*Tahun 1)

Kolose 4

Penjelasan Singkat
Anjuran untuk berdoa

Isi Pasal
Kehidupan dan persekutuan Kristen yang konsisten dari orang-orang percaya.

Judul Perikop
Penutup dan salam (4:7-18)

Tafsiran: 4:1. Nasihat ini mengingatkan kita akan ajaran dari Khotbah di Bukit, "Ampunilah dosa-dosa kami sebagaimana kami mengampuni dosa-dosa orang yang bersalah kepada kami." "Dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi" (Mat. 6:12; 7:2, Lih. taf. 3:11).

Alkitab mengajarkan pada kita bahwa sebagai orang Kristen kita senantiasa mengalami peperangan rohani melawan musuh yang tidak kelihatan (Ef. 6:2). Ketika seseorang memberitakan Injil, ia bukan saja sedang menyampaikan sebuah komunikasi verbal untuk memperkenalkan sesuatu kepada pendengar, sebagaimana yang terjadi pada proses promosi atau penjualan. Ketika seseorang memberitakan Injil, sesungguhnya orang itu sedang berperang dengan kekuatan rohani jahat yang ingin menghalangi pendengarnya dari pengenalan akan Yesus Kristus.

Itulah sebabnya, Paulus begitu menekankan tentang doa, baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan. Paulus meminta jemaat Kolose untuk berdoa dengan sikap berjaga-jaga sambil mengucap syukur. Maksud dari "berjaga-jaga di dalam doa" adalah bahwa kita harus tekun dalam berdoa, terus menerus dan siap selalu dalam berdoa. Istilah Yunani yang dipakai untuk istilah "berjaga-jaga" sama dengan gambaran tentang sebuah perahu yang selalu siap dipakai untuk menolong orang lain. Jadi, ada kesungguhan dan keseriusan dalam berdoa. Adapun isi dari doa yang Paulus anjurkan di sini adalah agar Tuhan sendiri yang bekerja di dalam setiap pemberitaan Injil, yaitu agar Injil dapat disampaikan dengan baik dan pada gilirannya, agar Injil dapat diterima dengan baik pula. Jadi jelaslah, di dalam pemberitaan Injil peran doa sebagai jalan bagi keberhasilan pelayanan sangatlah besar. Dalam pemberitaan Injil, metode memang penting, tetapi doa adalah yang paling utama.

Selain itu Paulus juga menekankan aspek praktis pada jemaat Kolose. Jemaat dituntut untuk hidup baik, mengandalkan hikmat Allah dalam mengambil keputusan-keputusan hidup dan senantiasa menghargai waktu. Cara bertutur kata pun harus diperhatikan agar diri sendiri dan orang lain turut terbangun jiwanya. Nasihat Paulus untuk berdoa, menjalani hidup dengan hikmat, serta bertutur kata yang penuh kasih dan membangun bukanlah hanya berlaku bagi jemaat Kolose yang hidup ribuan tahun yang lalu, tetapi juga untuk kita sekarang ini.

Pengharapan Paulus bahwa semua anggota tubuh Kristus membentuk suatu jejaring kemitraan para pelayan Tuhan terungkap jelas dalam bagian terakhir suratnya ini. Pertama, Paulus mengirim Tikhikus dan Onesimus menjadi utusannya kepada gereja di Kolose. Kendati demikian, Paulus lebih memikirkan bagaimana mendorong pertumbuhan dan semangat kemitraan warga gereja ketimbang memikirkan kebutuhan dirinya sendiri. Paulus rela mengirimkan mitra yang demikian penting dan berarti, supaya gereja tidak saja tahu dari orang terdekat Paulus tentang keadaan Paulus tetapi juga supaya mampu memberi dukungan besar dari Paulus kepada gereja di Kolose (ayat 8). Onesimus yang juga dinilai sama oleh Paulus seperti Tikhikus, diutusnya untuk alasan dan tujuan yang sama (ayat 9).

Kedua, perhatian dan dukungan yang Paulus ungkapkan tadi ternyata tidak saja berasal dari dirinya sendiri. Sekelompok mitra pelayanan Paulus lainnya juga berkirim salam dan dukungan moril kepada gereja di Kolose.

Ketiga, di bagian terakhir Paulus kembali mengungkapkan bahwa perhatian utamanya ialah kemajuan gereja, kemajuan Injil, dan kemajuan hamba Tuhan. Semua nasihat dan harapan ini bukan omong kosong sebab berasal dari seorang hamba Tuhan yang menderita demi dan di dalam Kristus (ayat ##C Kolose 4:19).

Untuk dipraktikkan: Bangun lingkar perkawanan dan kemitraan Anda di lingkungan sekeliling Anda dengan tidak bertujuan menyenangkan diri tetapi membangun relasi para pelayan Kristus!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)